MANAGED BY:
SENIN
10 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00
Disnaker Gagal di Persidangan

Terkait Perkara Pembayaran Jaminan Kematian

SIDANG: Kedua belah pihak hadir di persidangan yang berlangsung di PN Tarakan, kemarin (21/2).

PROKAL.CO,

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang melakukan tindak pidana ke Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, lantaran melanggar pasal 6 ayat Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 3 tahun 1991 tentang pernyataan berlakunya Undang-Undang Perburuhan tahun 1948.

Terdakwa Ferdy, yang merupakan pemilik PT Putra Raja Mas, diperkarakan oleh Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Disnaker Kaltara. Penyidikan yang dilakukan oleh PPNS Disnaker Kaltara, berawal adanya laporan terhadap terdakwa Ferdi yang tidak membayarkan Jaminan Kematian (JKM) terhadap mantan karyawannya. Sondi Julianto, selaku PPNS Disnaker Kaltara menuturkan, perbuatan terdakwa Ferdi merupakan melanggar undang-undang yang ada. Bahkan, dalam perkara itu pihaknya sudah pernah mengirimkan nota pertama dan kedua kepada terdakwa.

“Kami sudah melakukan prosedur, ketika prosedur tidak dilakukan itu tidak boleh ditolak. Nota satu dan dua, tidak dibalas, jadi kami anggap menggagalkan. Nota kami wajib dilaksanakan dan punya efek hukum,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dari nota satu dan dua yang dikirimkan pihaknya kepada terdakwa, sempat dibalas oleh terdakwa. Namun isi dari balasan nota tersebut yaitu menolak penetapan nota. Padahal penetapan nota itu tidak bisa ditolak. “Kami anggap ini sudah melanggar, makanya kami berani maju. Jadi kasus ini JKM ini kami minta dibayarkan, tapi tidak dibayarkan,” sebutnya.

Diketahui, dalam sidang tersebut ternyata majelis hakim PN Tarakan menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana, sesuai yang diperkarakan oleh PPNS Disnaker. “Terdakwa terbukti tidak menggagalkan tindakan yang dilakukan oleh PPNS. Kedua membebaskan terdakwa dengan seluruh resume yang dibacakan oleh pemeriksa,” kata Hakim Tunggal, Pelo SH.

Sementara itu, Ferdy selaku terdakwa yang diperkarakan oleh PPNS Disnaker Kaltara saat dikonfirmasi mengungkapkan, kejadian itu bermula saat ia memiliki karyawan yang bernama Agus. Tepat pada 30 September 2015, merupakan hari terakhir ia bekerja di perusahaan miliknya. “Dia tidak ada kabar sampai Desember 2015. Intinya dia mangkir,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers