MANAGED BY:
JUMAT
27 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Jumat, 21 Februari 2020 09:57
Sembunyikan Kepanikan, Berniat Kabur dari Wuhan

Kilas Balik Cerita Mahasiswa Eks Observasi Natuna (Bagian-3)

BAHAGIA: Ince Indira Sabrina Fatima Ningsih dan Annisa Irba Widyasari saat perjalan menuju Kaltara usai mengikuti observasi di Natuna.

Bagi dua calon dokter ini virus corona mulai terjadi diakhir Desember. Mewabahnya virus tersebut dimulai dari informasi awal adanya penumpang yang terinfeksi Covid-19. Namun, saat itu belum membuat ia khawatir. Sehingga Ince memilih menikmati liburan musim dingin di Tiongkok. Sedangkan sejumlah mahasiswa yang berasal dari Indonesia saat itu memilih kembali ke Tanah Air.

Selama sepekan, ia berlibur di Beijing dan untuk kembali ke tempat tinggalnya yang berada di Huangshi ia harus transit melewati Kota Wuhan. Saat berada di Wuhan pemeritah mewajibkan agar setiap orang menggunakan masker. Dari situ Ince mulai khawatir di Kota Wuhan orang-orang yang ia temui menggunakan masker. Benar saja, sehari setelah sampai di asrama tempat tinggalnya di Kota Huangshi, ia mendapatkan kabar akses keluar dari Kota Wuhan atau masuk sudah lockdown.

“Dari situ mulai berpikir kok sampai segitunya ya semua orang itu sudah pakai masker. Saya pulang besoknya dan transportasi akses transportasi sudah di-lockdown. Saya bersyukur sudah pulang kalau tidak saya terjebak di Wuhan,” kisah Ince yang sudah tinggal di Hubei selama dua tahun belakangan.

Karena kondisi itu Ince dan sejumlah rekannya mulai membentengi diri. Menggunakan masker, mencuci tangan dengan alkohol, menyemprot ruangan menggunakan alkohol dan membatasi diri untuk beraktivitas di luar ruangan.

Selama berhari-hari tidak bisa beraktivitas di luar ruangan ditambah rasa khawatir, membuat ia sempat berpikir untuk meninggalkan Kota Wuhan. Namun niat itu diurungkan lantaran akses keluar masuk Kota Wuhan dijaga ketat aparat setempat.

Pantau ketat dari pihak kampus terkait kondisi kesehatan mahasiswa yang tinggal di asrama dilakukan. Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan dua kali sehari. Pihak kampus meminta agar menyampaikan jika ada keluhan. Dan selama itu, pelayanan dari kampus untuk komsumsi sehari-hari seperti sayuran dipenuhi. Kemudian alat medis pengukur suhu tubuh juga diberikan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers