MANAGED BY:
JUMAT
27 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Jumat, 21 Februari 2020 09:55
“Temenan dengan Dokter Ahli dan Kolonel-Kolonel TNI”

Kilas Balik Cerita Mahasiswa Eks Observasi Natuna (Bagian-2)

RUTINITAS: Vita memegang kamera untuk berselfie bersama rekannya di fasilitas Lanud Raden Sadjad yang menjadi pusat observasi WNI dari Wuhan, beberapa waktu lalu. Hampir setiap hari, mereka menghibur diri di dekat pesawat yang terparkir di lapangan milik TNI tersebut.

Tak hanya teman baru dari seluruh pelosok Indonesia, petugas-petugas penting lainnya dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, TNI, menjadi kenal dengan dirinya. Semua petugas diakui Vita, sangat baik dan peduli pada WNI termasuk dirinya. “Kami sudah kaya temenan di sana, bahkan sama dokter-dokter ahli pun begitu, kemudian juga dengan kolonel-kolonel TNI juga demikian. Mereka baik-baik, selalu berbaur dengan kita, main kartu bareng, atau karaokean bareng. Kita dilayani sangat baik disana,” tambah Vita lagi.

Bayangkan saja, disediakan apa pun kebutuhannya. Makan teratur 3 kali sehari. Pagi, siang dan malam. Sampai-sampai asrama yang berada di dalam hanggar, disediakan tempat karaoke lengkap dengan gitar dan pianonya serta alat musik sejenisnya. Alat olahraga juga tersedia, tempat kesehatan, tempat ibadah. “Di sana itu enak, apa yang kita butuhkan insyaallah pasti dipenuhi, pokoknya enak,” tutur wanita berkerudung itu.

Diobservasi di dalam hanggar, atau bangunan tertutup tempat menyimpan, memperbaiki, dan pesawat terbang, pesawat pun menjadi pemandangan sehari-hari. Terkadang, pada saat makan pun, teman-temannya ada yang sering makan di dekat pesawat. Setiap sore, bahkan tidak ada kegiatan lain, melainkan bermain di dekat pesawat.

“Setiap sore kak, main di dekat pesawat. Kita selfie sepuasnya, berkegiatan semuanya di depan pesawat, paling gak bisa dilupain itu, karena bangga aja hampir tiap jam pemandangannya pesawat-pesawat melulu,” kata Vita.

Sebenarnya banyak pengalaman suka yang tidak bisa Vita sebutkan satu per satu saat observasi, namun ia hanya menyebutkan satu hal yang berbekas didirinya, yakni saat bersama-sama menyanyikan lagu ciptaan salah satu TNI AL bernama Kapten Ridwan. Lagu itu setiap hari wajib dinyanyikan.

“Lagunya memang sedih, kena banget dengan keadaannya. Jadi kalau meresapinya, sedih bisa buat kami menangis, apalagi karena nantinya akan berpisah,” katanya lagi.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers