MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Februari 2020 10:59
Embung Kering, Warga Keluhkan Tak Dapat Air
MASIH KERING: Embung bolong milik PDAM yang terletak di jalan Kampung Tator, Nunukan Tengah, hingga kini masih mengalami kekeringan. FOTO: RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dampak keringnya Embung Bolong milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, yang berada di di Jalan Kampung Tator, Nunukan Tengah, mulai terlihat. Itu dibuktikan dengan keluhan warga khususnya pelanggan PDAM Nunukan, yang mulai mengeluhkan susahnya mendapatkan air dari satu-satunya perusahaan penyalur air di Nunukan tersebut.

Seperti yang diakui Male, warga Jalan Borneo, Nunukan Timur. Dirinya mengaku sebagai pelanggan PDAM Nunukan, sudah selama sebulan tidak dialiri air bersih lagi. “Sudah hampir sebulan air belum mengalir. Saya seminggu bisa 3 kali beli air tangki. PDAM ini masa tidak ada alternatif lain, jika tidak terjadi hujan,” keluhnya bertanya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang Teknik PDAM Nunukan, Sulianto mengatakan, untuk sementara terkhusus area Nunukan dan Sebatik, belum ada sumber air baku selain masih tetap mengandalkan tadah hujan. Pihaknya mengaku, belum mendapatkan sungai yang bisa jadi andalan.

Sementara terkait tidak terdistribusinya air selama sebulan, pihaknya mengaku belum mendapatkan laporan secara langsung. Namun diakuinya, itu bisa saja terjadi untuk daerah atau zona tersulit, dalam artian jauh dan elevasi tinggi.

Dilanjutkan Sulianto, kondisi kekeringan pada Embung Bolong, sudah mulai terjadi dari minggu pertama Januari 2020 lalu. Air memang terus menyusut. Pada akhirnya, di pertengahan bulan Januari 2020, pihaknya sudah memproduksi air menggunakan pompa kecil dan dengan pelayanan yang dizonakan.

“Ya, sudah sejak akhir Januari lalu, kami hanya mampu memproduksi sekitar 40 persen air bersih saja, Sekarang hanya tersisa sekitar 27–30 persen saja. Meski terjadi hujan, kenaikan hanya terjadi sekitar 2–3 centimeter saja di embung, itu juga bertahan paling lama 3 jam saja,” jelas Sulianto.

Atas terjadinya hal tersebut, dirinya tentu memohon maaf dengan kendala yang terjadi. Warga diharapkan bersabar dan selalu memanjatkan doa untuk terjadinya hujan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan telah memprediksi kekeringan akan terus terjadi hingga pada awal bulan Maret mendatang. Kendati begitu, keadaan hujan masih bisa terjadi namun hanya dengan intensitas ringan atau hujan lokal saja.

Untuk puncak hujan di Nunukan pun diprediksi akan terjadi pada awal bulan Mei hingga Juli mendatang. Hal itu, dilihat secara klimatologi dari tahun ke tahun pada bulan-bulan di awal tahun, wilayah Nunukan memang sangat kurang terjadi hujan. (raw/fly)

loading...

BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 11:29

7.000 Pelanggan PLN Nikmati Subsidi

NUNUKAN- Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah Nunukan…

Minggu, 05 April 2020 13:53

Segini Jumlah IKM-UKM yang Diusulkan dapat Kartu Prakerja di Nunukan

Pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM)…

Jumat, 03 April 2020 14:47

Puluhan Warga Malaysia Tertahan di Nunukan

NUNUKAN-Puluhan Warga Negara (WN) Malaysia harus tertahan di Nunukan akibat…

Jumat, 03 April 2020 13:32

Ratusan Eks Penumpang KM Lambelu Dilacak

NUNUKAN – Ratusan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu akan…

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers