MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Februari 2020 10:32
WNI Asal Kaltara yang Diobservasi di Natuna Pulang Kampung

Kemenkes Pastikan Aman dari Covid-19

WNI yang pulang dari China saat tiba di Natuna.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pasca menjalani proses karantina dan observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kalimantan Utara (Kaltara) akan dipulangkan ke daerah masing-masing, Sabtu (14/2).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, H. Sanusi menyampaikan, untuk persiapan pemulangan warga Kaltara sudah dilakukan dan sesuai arahan dari Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie.

“Yang jelas untuk persiapan pemulangan sudah tidak ada masalah, karena semua sudah kami persiapkan,” kata Sanusi kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon, Jumat (14/2).

Setibanya di Kaltara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berharap kabupaten/kota ataupun keluarga dapat menjemput kepulangan WNI. “Sekarang ini untuk proses pemulangan sedang kami urus,” sebutnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, proses pemulangan ke Kaltara sebenarnya tidak ada kegiatan seremonial, yang ada kegiatan seremonial hanya saat penyerahan dari Natuna ke Jakarta saja.

“Jadi kalau sudah ada serah terima untuk pemulangan ke daerah itu sudah menjadi kewenangan daerah. Untuk di Kaltara proses pemulangan diurus dari Biro Kesra,” sebutnya.

Kemungkinan dari Natuna tiba di Jakarta sore. Nah, apakah pemulangan ke daerah langsung di hari itu juga atau tidak itu yang belum diketahui. “Apakah pulangnya bersamaan atau pulang masing-masing kami juga belum tahu, karena tidak ada juga arahan untuk penyambutan di Kaltara,” ujarnya.

Dalam hal ini pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat. khususnya masyarakat Kaltara agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir atas pemulangan WNI tersebut. Karena selama 14 hari di Natuna seluruhnya telah menjalani karantina dan observasi sesuai prosedur yang ada.

“Sebenarnya apa bedanya dengan yang sudah pulang lebih dahulu di sini (Kaltara). Sama saja, justru yang dari Natuna itu jauh lebih aman, karena semua terjaga baik makanan maupun kesehatan mereka terjaga,” ungkapnya.

Bahkan selama di sana seluruh WNI diberikan makanan yang bergizi, dan kesehatan juga selalu diawasi. Oleh karena itu pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak resah atas pemulangan WNI.

“Tidak perlu ditakuti, karena mereka sudah aman dan mereka juga sudah mendapatkan health alert card (kartu kewaspadaan kesehatan),” bebernya.

Bahkan meskipun WNI yang dipulangkan ke daerah itu aman dari coronavirus disease 2019 (Covid-19). Seluruhnya akan tetap menjalani pemeriksaan ketika tiba di Kaltara. “Tetap dilakukan pemeriksaan di Bandara, dan di sana juga sudah ada petugas yang stand by, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Karantina Pelabuhan dan Bandara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Gunawan Nugroho. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak resah atas kepulangan WNI ke daerahnya masing-masing, dan pihaknya memastikan seluruhnya aman dan tidak ada yang terinfeksi. “Tidak perlu resah, karena semuanya aman tidak ada yang terifeksi, dan selama di Natuna semua diawasi dengan sangat ketat,” singkatnya.

 

Dipastikan Sehat dan Tak Perlu Dibatasi

Hari ini 238 orang dari Hubei, Tiongkok, dan 47 orang tim penjemput yang diobservasi di Pangkalan Terpadu TNI di Natuna akan kembali ke daerahnya. Pemerintah daerah diharapkan membantu dalam proses kepulangan.

Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyatakan bahwa seluruh peserta observasi ingin cepat pulang. Sebagian mereka adalah mahasiswa yang kuliah di Hubei. ”Mereka ingin cepat pulang dan ingin melanjutkan studinya di Wuhan,” tuturnya. Perkuliahan sudah dimulai meski kota tersebut dalam kondisi lockdown. ”Kuliah dengan metode online,” imbuh Yuri.

Dia menyatakan bahwa kepulangan 285 orang yang diobservasi ini tak perlu ditunda. 14 hari masa observasi sudah sesuai dengan ketentuan badan kesehatan dunia, WHO. ”Mereka datang dalam kondisi sehat. Jadi untuk Apa mereka kami tahan-tahan untuk bertemu dengan keluarga. Tidak ada yang harus dibatasi,” tuturnya.

Rencananya hari ini Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Doni Monardo akan menjemput 285 peserta observasi. Mereka berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Raden Sajad, Natuna, pukul 07.00. Estimasi perjalanan 1 jam lebih sedikit.

Ada tiga pesawat milik TNI Angkatan Udara yang akan digunakan. Dua Boeing dan satu Herkules. Tiga pesawat ini yang sebelumnya digunakan untuk menjemput peserta observasi yang terbang dari Batam menuju Natuna.

”Sabtu pagi juga dilakukan pengecekan kesehatan terakhir. Setelah itu menyiapkan mereka kembali ke Jakarta,” ungkap Yuri. Pemeriksaan ini untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat. Selama ini, pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan. Ada tenaga medis dalam masa observasi.

”Ada keinginan masyarakat Natuna untuk melepas mereka dengan upacara adat,” tuturnya.

Pukul 12.00 persiapan menuju pesawat. Satu jam setelahnya mereka akan terbang kembali ke Jakarta. Menteri dan pejabat yang ikut dalam pesawat tersebut. Di Bandara Halim Perdanakusuma, Anggota DPR Komisi IX dan perwakilan pemerintah daerah ikut menyambut. ”Pemerintah juga akan menyerahkan krunya PT Lion Group yang ikut menjemput dan turut dikarantina,” ungkapnya.

Pekerjaan tak berhenti di sini. Hangar tempat observasi pun harus dibersihkan. Kementerian Kesehatan akan melakukan disinfeksi. ”Ditutup tiga hari hingga seminggu,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo menyatakan pemerintah telah menyiapkan tiket bagi peserta observasi yang akan pulang ke daerahnya. Namun jika ada yang ingin bermalam, pemerintah akan menyiapkan akomodasi selama di Jakarta.

Doni juga menyatakan bahwa Menko PMK Muhadjir Effendy akan menggelar pertemuan dengan warga Natuna. Pertemuan ini sebagai wujud terima kasih kepada warga yang mendukung adanya pusat observasi di Natuna.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Agus Suprapto menyatakan bahwa sudah ada koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Kementerian Dalam Negeri. Dia menyatakan bahwa kemarin dilaksanakan rapat dengan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten untuk menyambut peserta observasi dari Natuna. "Jatim paling banyak (peserta observasi, Red)," tuturnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan jelang pemulangan WNI dari Wuhan dan sekitarnya yang sudah menjalani observasi di Natuna. Jokowi memastikan bahwa 285 orang yang telah menjalani observasi selepas evakuasi dari Provinsi Hubei, Tiongkok dalam kondisi sehat. “Siap kembali berkumpul bersama keluarga,” katanya saat berada di Magelang kemarin.

Dia mengatakan seluruh WNI tersebut telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna. Ketentuan masa karantina itu sesuai dengan protokol kesehatan yang dibuat oleh WHO. Jokowi mengatakan protokol WHO itu diikuti pemerintah secara ketat.

“Karantina di Natuna juga ketat, diawasi, dicek harian. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu,” jelasnya. Jokowi juga menepis kekhawatiran mengenai kondisi mereka selepas kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat. Dia menegaskan ketika hari ini (15/2) diputuskan para WNI itu dipulangkan ke rumah masing-masing, sudah dipastikan telah melalui prosedur kesehatan.

Sementara itu Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga menyatakan kondisi mereka aman dan bisa berbaur denga masyarakat di kampung halaman kembali. Dia mengatakan masa observasi selama 14 hari itu sesuai dengan masa inkubasi. "Artinya setelah 14 hari, dianggap sudah tidak terpapar atau terjangkit virus itu," kata Ma'ruf di kantor Wakil Presiden.

Ketua Umum MUI itu mengatakan masa inkubasi itu harus dipahami oleh masyarakat. Supaya masyarakat tidak ketakutan untuk menerima mereka di tengah-tengah kampung halaman. Dia menegaskan kriteria inkubasi 14 hari itu sudah sama dengan jaminan dari WHO. "Kalau sudah 14 hari tidak terjangkit berarti sudah aman," jelasnya.

Untuk upaya deteksi, Ma'ruf mengatakan pemerintah terus melakukannya. Dia menegaskan mendeteksi seluruh masyarakat Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa tentu tidak mungkin. Untuk itu yang dilakukan pemeriksaan hanya untuk orang yang menunjukkan indikasi-indikasi tertentu.

Menlu Retno Marsudi mengatakan sampai saat ini belum ada rencana evakuasi WNI dari Tiongkok. Meskipun begitu pemerintah terus memantau dari perwakilan yang ada di sana. Retno berharap pemerintah Tiongkok bisa melakukan penanganan wabah virus ini dengan baik.

Di sisi lain, Garuda Indonesia memperkuat upaya antisipatif penyebaran virus corona dengan melakukan disinfeksi armada. Tujuannya untuk memastikan aspek kebersihan kabin pesawat dan sterilisasi terhadap kuman. Tindakan ini dilakukan khususnya pada armada yang sebelumnya melayani penerbangan dari dan menuju Tiongkok.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Tumpal M Hutapea mengatakan, “Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan peningkatan epidemi virus corona disejumlah negara. Komitmen ini kami lakukan untuk memperkuat upaya ansitipatif penyebaran virus khususnya pada lini layanan transportasi udara,” ungkapnya.

Adapun disinseksi armada tersebut dilakukan dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektant di kabin pesawat sesuai dengan prosedur. Proses disinfeksi tersebut juga dilakukan di area kargo pesawat. Awak pesawat Garuda Indonesia yang bertugas pada rute Tiongkok juga melakukan prosedural pemeriksaan kesehatan rutin di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara pada saat sebelum dan setelah bertugas. (*/jai/wan/lyn/eza)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 12:35

Belum Siapkan Pemakaman Khusus untuk Pasien yang Meninggal karena Corona

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan…

Jumat, 03 April 2020 12:32

Polisi Bongkar Penjualan APD dengan Harga Tak Wajar

TANJUNG SELOR – Ada saja yang dilakukan PT DMS, penyedia…

Jumat, 03 April 2020 12:31

Gubernur Usulkan Fasilitas Karantina Dilengkapi

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Jumat, 03 April 2020 12:30

Kondisi Ekonomi di Semeriot Direspons Dinsos

TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Jumat, 03 April 2020 12:11

Tetap Gelar Salat Jumat di Masjid

TANJUNG SELOR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bulungan belum mengeluarkan…

Jumat, 03 April 2020 11:48

Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, H. Sudjati menegaskan, saat ini…

Kamis, 02 April 2020 14:15

Ketersediaan Bahan Pokok Terus Dipantau

TANJUNG SELOR – Harga komoditas pangan di Kaltara pada Maret…

Kamis, 02 April 2020 14:14

Sekolah Filial Jadi Solusi

TANJUNG SELOR – Dunia pendidikan di pedalaman Kalimantan, tepatnya yang…

Kamis, 02 April 2020 14:01

Mesti Ada Wabah Corona, Petani Tetap Turun ke Sawah, tapi Jaga Jarak Aman

Pandemi Corona Virus Disease–2019 (Covid – 19) yang menyerang di…

Rabu, 01 April 2020 13:26

Ayo Bersatu Lawan Covid-19!

TANJUNG SELOR – Puluhan kendaraan dan ratusan personel gabungan dikerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers