MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 10 Februari 2020 14:03
Empat Tahun Jembatan Meranti Jadi ‘Pajangan’
TAK DIFUNGSIKAN: Jembatan Meranti, Tanjung Selor sampai saat ini terkesan mangkrak lantaran tak difungsikan. FOTO: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sejak rampung pada tahun 2015, hingga saat ini Jembatan Meranti yang berlokasi di Jalan Meranti tak kunjung difungsikan. Bahkan jembatan yang direncanakan akan menghubungkan Kelurahan Tanjung Selor Hilir dengan Buluh Perindu, Kelurahan Tanjung Selor Hulu itu terkesan seperti ‘pajangan’.

Ketua RT 17 Yakub mengatakan bahwa mengenai permasalahan tak difungsikannya Jembatan Meranti, Tanjung Selor sejauh ini menurutnya dikarenakan tak ada kesepakatan harga ganti rugi dari pemilik lahan dan masyarakat.

“Apakah itu karena harganya mahal, aku rasa itu. Dan kalau pemerintah sanggup membayar mungkin sudah clean and clear,’’ ungkapnya kepada Radar Kaltara.

Lanjutnya, mengenai siapa pemilik lahan itu sendiri. Ia mengakui bahwa tak mengetahui secara detail. Mengingat, cukup banyak lahan di wilayah RT yang dinahkodainya, pemiliknya justru orang luar. “Saya tidak tahu pasti, bisa saja lahan di RT sini. Cuma pemilik tinggalnya di Tanjung Selor kotanya,’’ katanya.

Disebutkan pewarta bahwa lahan yang bermasalah sejatinya tinggal satu bersengketa? Ia lagi-lagi menilai bahwa itu bisa jadi dikarenakan permintaan yang ada cukup mahal. Sehingga pemerintah mungkin masih mempertimbangkannya. Ini jika dibandingkan dengan pemilik lahannya yang sudah selesai atau tak bermasalah.

“Aslinya, tinggal menyesuaikan saja, karena nanti manakala ada jembatan berfungsi. Maka, akan memiliki dampak lainnya yaitu semakin berkembangnya daerah itu,” tuturnya.

Di sisi lain, Ia mengharapkan pemerintah jangan hanya berfokus pada titik permasalahan di sana. Jembatan Buluh Perindu yang dibangun secara swadaya sekiranya pun dapat diperhatikan. Sehingga kondisinya dapat jauh lebih baik dari yang ada saat ini.

“Ini juga menjadi jembatan alternatif masyarakat. Banyak orang dinas yang kerja di Tanjung Selor atau sebaliknya melewati jembatan ini,’’ jelasnya.

“Tapi, mudah-mudahan ke depan ada perhatian, sejauh ini kami hanya swadaya sembari iuran bersama masyarakat yang melintasinya,’’ sambungnya mengakhiri.

KELURAHAN SIAP MEMFASILITASI

BUNTUTdari permasalahan tak berfungsinya Jembatan Meranti, Tanjung Selor ibarat menjadi mata rantai, atau saling berkaitan satu sama lainnya. Antar OPD pun mengaku saling berjibaku untuk dapat bersama mencari sebuah jalan keluarnya. Tak terkecuali, Kelurahan Tanjung Selor Hulu yang diketahui menjadi daerah dari pemilik lahan warganya itu sendiri.

Dikatakan, Kasi Pemerintahan Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Nurodin bahwa pihak kelurahan dalam hal ini mengaku siap dalam memfasilitasi permasalahan tersebut dari masyarakat atau ahli waris pemilik lahan. Mengingat, di kelurahan terdata sebanyak 14 kaveling lahan miliki masyarakat dinyatakan terimbas dari pembangunan intrastruktur tersebut.

“Ada 14 kaveling lahan miliki warga di Kelurahan Tanjung Selor Hulu. Tapi, saya rasa dari mereka tak keberatan dalam proses pelepasannya. Ya, karena sebelumnya permintaan pemerintah tak terlalu banyak seperti di awal lalu. Yakni, dari 30 meter luasnya menjadi 12 meter, termasuk parit kanan dan kiri,’’ ungkapnya kepada Radar Kaltara, Minggu (9/2).

Ditanya mengenai informasi adanya satu lahan yang diklaim masih belum clean and clear? Pihaknya menjelaskan bahwa sejatinya itu masih dalam proses. Hanya, diakuinya sebagian besar masyarakat atau warga setempat sudah menyepakatinya. Bahkan, dari masyarakat yang konon belum usai mengurus surat–suratnya. Maka, kelurahan akan siap dalam memfasilitasinya, asal sesuai dengan apa yang ada di lapangan.

“Tapi, memang ada satu lahan yang dianggap bersengketa masih sampai saat ini. Ya, karena memang adanya permasalahan dari surat yang tak bisa dikeluarkan lantaran pemilik lahan itu sudah meninggal dunia,’’ jelasnya seraya menyebutkan dari permasalahan itu akan diteruskan ke meja Bupati Bulungan, H. Sudjati.

Disinggung apakah ini adanya tak ada kesepakatan ganti rugi? Pihaknya tak mengetahui secara pasti. Hanya, memang nantinya dari pihak keluarg (pemilik lahan) yang dimungkinkan akan bersama menyelesaikannya. Dan di Kelurahan Tanjung Selor Hulu diklaim data dari pemilik dan luas lahan yang terkena dampak pembangunan itu sudah ada.

“Kami ada memiliki lengkap data nama orang dan ukuran tanahnya. Bahkan, waktu itu masih Kepala DPU-PR yang lama sudah ada upaya penyelesaiannya. Tapi, memang ada tarik ulur hingga tak kunjung selesai,” bebernya.

“Tapi, misal ingin lebih jelas silakan menanyakan alasan dari pihak keluarga. Apakah yang mereka harapkan dari ini semua,’’ ucapnya mengakhiri seraya menyebutkan salah satu rumah pihak keluarga yang dimaksudkan kepada pewarta.

Alhasil, saat pewarta mencari alamat yang dimaksudkan tersebut. Yakni, masih di pusat kota atau Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara. Rumah yang dimaksud tersebut justru sudah dikontrakkan oleh salah satu perusahaan.

“Rumah ini kami yang mengontrak, tidak tahu jelas pemiliknya siapa,’’ ucap salah seorang pemuda yang saat itu pewarta temui di kediaman yang dimaksud tersebut. (omg/zia)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 12:35

Belum Siapkan Pemakaman Khusus untuk Pasien yang Meninggal karena Corona

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan…

Jumat, 03 April 2020 12:32

Polisi Bongkar Penjualan APD dengan Harga Tak Wajar

TANJUNG SELOR – Ada saja yang dilakukan PT DMS, penyedia…

Jumat, 03 April 2020 12:31

Gubernur Usulkan Fasilitas Karantina Dilengkapi

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Jumat, 03 April 2020 12:30

Kondisi Ekonomi di Semeriot Direspons Dinsos

TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Jumat, 03 April 2020 12:11

Tetap Gelar Salat Jumat di Masjid

TANJUNG SELOR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bulungan belum mengeluarkan…

Jumat, 03 April 2020 11:48

Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, H. Sudjati menegaskan, saat ini…

Kamis, 02 April 2020 14:15

Ketersediaan Bahan Pokok Terus Dipantau

TANJUNG SELOR – Harga komoditas pangan di Kaltara pada Maret…

Kamis, 02 April 2020 14:14

Sekolah Filial Jadi Solusi

TANJUNG SELOR – Dunia pendidikan di pedalaman Kalimantan, tepatnya yang…

Kamis, 02 April 2020 14:01

Mesti Ada Wabah Corona, Petani Tetap Turun ke Sawah, tapi Jaga Jarak Aman

Pandemi Corona Virus Disease–2019 (Covid – 19) yang menyerang di…

Rabu, 01 April 2020 13:26

Ayo Bersatu Lawan Covid-19!

TANJUNG SELOR – Puluhan kendaraan dan ratusan personel gabungan dikerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers