MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Sabtu, 01 Februari 2020 12:10
Mampu Tolak Roh Halus dan Datangkan Rezeki

Melihat Atraksi Barongsai di Ibu Kota

MENGHIBUR: Atraksi barongsai menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Tanjung Selor. Ritual ini dimaknai sebagai pengusir roh halus dan mendatangkan rezeki bagi pemilik rumah yang dikunjungi.

PROKAL.CO, Sepekan pasca Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili pada 25 Januari 2020 di Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara. Warga etnis Tionghoa secara rutin menggelar sebuah atraksi barongsai yang memiliki makna tersendiri, sekaligus hiburan bagi masyarakat.

 

 

RACHMAD RHOMADHANI

 

SEJAK pukul 08.00 WITA, Jumat (31/1) kemarin, atraksi barongsai digelar di Ibu Kota Kaltara untuk kali pertama atau perdana.Hanya, dalam gelarannya kali ini yang secara langsung di hadapan masyarakat, sedikit ada perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Yakni biasanya terdapat empat barongsai, sedangkan ini hanya tiga barongsai saja. Yaitu barongsai bewarna gold, merah–hitam dan ungu–hitam. Sementara, untuk barongsai warna putih tidak ada lantaran ada sedikit kerusakan dan minimnya pemain.

Akan tetapi, sekalipun hanya menyuguhkan tiga barongsai yang saat itu secara bergantian beratraksi di masing-masing rumah warga Tionghoa dan perkantoran cukup menarik perhatian masyarakat.

Tak ayal membuat masyarakat langsung menyaksikannya. Antusias masyarakat saat itu tampak tak terbendung ketika barongsai mulai beratraksi.

Dan bagi warga etnis Tionghoa, atraksi barongsai yang digelar saat ini merupakan tahun ke-8. Tepatnya, sejak 2012 lalu menjadi awal warga etnis Tionghoa menyuguhkan atraksi yang bertujuan juga sebagai penghibur masyarakat.

Dari pantauan pewarta di lokasi atraksi, aksi seni yang diperagakan oleh sepasang orang itu memang terbilang cukup ahli. Padahal, dalam atraksi barongsai itu bukan perkara mudah. Mengingat, dalam memperagakannya perlu kekompakan antar pasangan yang menjadi kunci utamanya.

Artinya, ini jelas para peraganya harus berlatih selama bertahun-tahun agar mahir saat beratraksi. Karena jika salah dalam gerakan bisa menciderai mereka sendiri.

Pasalnya, setiap gerakan yang disuguhkan seolah minim akan kesalahan. Sehingga itu membuat masyarakat menjadi kagum akan setiap atraksinya. Apalagi, dalam aksi yang dilakukannya terkadang cukup ekstrem.

Joni Irawan, selaku Ketua Harian Tim Paramita Lion Dance dari barongsai itu sendiri mengungkapkan, atraksi barongsai ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Sasarannya sendiri, tentu tak hanya pada warga etnis Tionghoa. Melainkan, masyarakat umum manakala ada yang mengundangnya pun akan dipersilakannya.

“Termasuk, dapat kita lihat bersama tadi di perkantoran pun kita lakukan atraksi barongsai itu. Dan masyarakat umum pun boleh, meski memang terlihat sejak awal rerata di rumah warga etnis Tionghoa yang dikunjungi,” ungkapnya di sela-sela dilangsungkannya atraksi barongsai di salah satu rumah warga etnis Tionghoa tersebut.

Lanjutnya, bicara mengenai apa makna dari gelaran atraksi barongsai ini. Menurut tradisi warga etnis Tionghoa dijelaskannya bahwa itu sebagai pembersihan rumah dari roh jahat. Kemudian, makna lainnya yaitu sebagai upaya agar selama setahun ke depan pemilik rumah diberikan murah rezeki dan kesehatan serta umur panjang.

“Itu tradisi dari kami warga etnis Tionghoa, sehingga memang beberapa rumah sampai dalam aksi barongsainya itu masuk hingga ke dalam rumah atau toko usaha mereka,” jelasnya.

Di sisi lain, ia berharap dengan adanya aksi barongsai ini yang ditampilkan secara terbuka di hadapan masyarakat. Maka, ini dapat sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh warga di Tanjung Selor dan sekitarnya ini. Tentunya sekalipun warga etnis Tionghoa ini ibaratkan minoritas. Namun, tetap akan terus mendukung seuatu kondusifitas daerah ini.

“Semoga dengan adanya gelaran atraksi barongsai ini sekaligus sebagai penghibur masyarakat. Dan benar bahwa dalam atraksi kali ini hanya tiga barongsai saja lantaran satu barongsai warna putih ada kerusakan,” jelasnya.

Tak kurang dari empat jam lamanya, atraksi barongsai itu tampak memang menyuguhkan penampilan ciamiknya. Puluhan masyarakat bersama para buah hatinya pun seolah tak ingin tertinggal saat barongsai mengunjungi satu persatu rumah etnis Tionghoa dan perkantoran.

Bahkan, saat itu masyarakat tak sekadar menyaksikan atraksi barongsai begitu saja. Melainkan, dengan menggunakan kamera di ponselnya sembari mengabadikan setiap momen yang menurut mereka apik.

Sedangkan, bagi warga etnis Tionghoa yang dikunjungi. Menjadi jauh lebih menarik saat di rumahnya disediakan angpao yang biasa digantung di depan pintu ataupun sudut rumah lainnya. Para pemain barongsai pun harus melompat tinggi manakala angpao itu harus diambilnya. Tapi, ada juga yang memberi ke barongsai secara langsung angpaonya. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers