MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 30 Januari 2020 14:28
2020, Pemprov ‘Suntik’ Rp 60,33 M ke Kabupaten Kota di Kaltara

Bankeu Khusus Terbesar Diterima Nunukan

BANKEU:Plt Kepala BPKAD Kaltara, Denny Harianto (dua dari kiri) saat menjadi narasumber pada acara Respons Kaltara di Tanjung Selor, Rabu (29/1).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaimantan Utara (Kaltara) kembali memberikan ‘suntikan’ dana kepada kabupaten/kota dalam bentuk bantuan keuangan (bankeu) khusus sebesar Rp 60.330.000.000.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltara, Denny Harianto mengatakan, dari lima kabupaten/kota yang mendapatkan bankeu khusus ini, Nunukan menjadi penerima terbesar dengan jumlah Rp 18.804.000.000. Sementara yang terendah Tana Tidung, yakni Rp 3.564.000.000. (lihat grafis)

“Total penerima bankeu khusus ini sebanyak 9.601 orang. Jumlah ini sesuai hasil verifikasi akhir BPKAD Kaltara,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui usai menghadiri acara Respons Kaltara di Tanjung Selor.

Adapun 9.601 orang itu terdiri dari 9.222 guru Paud/TK, SD, SMP, dan kepala sekolah, 63 penyuluh perikanan, 201 penyuluh pertanian, serta 115 pengawas. Pada prosesnya, nanti akan dikeluarkan SK Bupati/Wali Kota bagi penerima by name by address.

Jika dibandingkan dengan bankeu khusus yang diberikan pada tahun sebelumnya, tahun ini mengalami peningkatan. Sebab di tahun 2019 itu bankeu khusus untuk kabupaten/kota hanya sebesar Rp 56.844.000.000. “Untuk pencairan bankeu khusus ini dilakukan sesuai juknis (petunjuk teknis), yaitu per tiga bulan sekali. Jadi dalam setahun ada empat kali pencairan,” sebutnya.

Sementara untuk syarat bagi calon penerima bankeu tersebut, salah satunya minimal masa pengabdiannya tiga tahun, baik itu tenaga penyuluh maupun pendidik. Selain itu, yang bersangkutan juga harus berpendidikan minimal S-1. “Termasuk yang dalam proses izin belajar, itu juga akan diberikan. Yang penting itu dapat dibuktikan,” jelasnya.

Adapun besaran bankeu khusus ini, untuk guru ditetapkan Rp 500 ribu per bulan per orang. Artinya, dalam setahun itu sebesar Rp 6 juta per orang. Sedangkan untuk penyuluh, itu yang PNS Rp 1,5 juta sedangkan non PNS Rp 1 juta per bulan. “Mekanisme penyaluran bankeu ini, kita sudah tidak masukkan ke APBD kabupaten/kota lagi, tapi langsung ke rekening masing-masing penerima,” katanya.

Guna melakukan kontrol dalam pelaksanaannya, pihaknya tentu terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Jika ada yang bermasalah, maka akan dikoordinasikan ke daerahnya masing-masing apa yang menjadi persoalan di dalamnya. “Kita tanyakan, ini kenapa? Yang bermasalah di mana? Apakah nomor rekeningnya mati atau seperti apa? Ini yang harus diselesaikan,” bebernya.

Pastinya, untuk pencairan bankeu khusus ini akan dilakukan setelah dilakukannya penyerahan secara simbolis oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie ke masing-masing kabupaten/kota yang dijadwalkan awal Februari mendatang.

Sementara, Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltara, Eko Purdiyanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemprov tersebut. Sebab, dalam menjalankan tugas, tentu guru juga harus mendapat dukungan. “Informasi tentang sistem pencairan bankeu khusus ini akan kami sampaikan ke kabupaten/kota,” tuturnya.

Jika berbicara masalah kesalahan atau masalah pada prosesnya, tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi. Tapi, masing-masing kabupaten/kota tidak boleh takut dengan terjadinya permasalahan tersebut.

“Misalnya kesalahan satu digit dalam melakukan pendataan, itu bisa berakibat fatal. Pasti dana itu tidak bisa masuk ke rekening penerima. Oleh karena itu kita harus lebih teliti dalam melakukan pendataan tersebut agar tidak salah,” tuturnya. (iwk/eza)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:15

Ketersediaan Bahan Pokok Terus Dipantau

TANJUNG SELOR – Harga komoditas pangan di Kaltara pada Maret…

Kamis, 02 April 2020 14:14

Sekolah Filial Jadi Solusi

TANJUNG SELOR – Dunia pendidikan di pedalaman Kalimantan, tepatnya yang…

Kamis, 02 April 2020 14:01

Mesti Ada Wabah Corona, Petani Tetap Turun ke Sawah, tapi Jaga Jarak Aman

Pandemi Corona Virus Disease–2019 (Covid – 19) yang menyerang di…

Rabu, 01 April 2020 13:26

Ayo Bersatu Lawan Covid-19!

TANJUNG SELOR – Puluhan kendaraan dan ratusan personel gabungan dikerahkan…

Rabu, 01 April 2020 13:24

Cegah Penularan, Gelar Sidang Jarak Jauh

TANJUNG SELOR – Sidang yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung…

Rabu, 01 April 2020 13:21

WFH Diberlakukan hingga 21 April Mendatang

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus bergerak cepat…

Rabu, 01 April 2020 13:19

Puluhan Mahasiswa di Samarinda Dipulangkan

TANA TIDUNG - Seluruh mahasiswa yang saat ini kuliah di…

Rabu, 01 April 2020 13:18

Edukasi Warga lewat Nada Lagu Dangdut

Pernah dengar lagu Raja Dangdut H. Rhoma Irama berjudul Mirasantika?…

Rabu, 01 April 2020 12:57

Neck Blast Gagalkan 300 Hektare Padi Siap Panen

MASA panen padi menjadi suatu  yang paling dinantikan para petani.…

Selasa, 31 Maret 2020 13:17

Penundaan Pilkada Tunggu Perppu

TANJUNG SELOR - Beredar kabar bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers