MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 29 Januari 2020 14:57
CDOB Tanjung Selor Dapat ‘Lampu Hijau’ dari Mendagri
HARUS DOB: Ibu Kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor hingga kini masih berstatus sebagai kecamatan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian akhirnya memberikan ‘lampu hijau’ untuk usulan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).

 Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, H. Sanusi mengatakan, Kemendagri memberikan kesempatan kepada pemprov untuk mengajukan kembali rencana CDOB Kota Tanjung Selor itu.

“Gubernur sudah meminta waktu ke Kemendagri untuk bisa diberikan kesempatan melakukan audiensi sekaligus memaparkan rencana CDOB Kota Tanjung Selor,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (28/1).

Jika disetujui Kemendagri, paparan rencana CDOB Kota Tanjung Selor itu akan disampaikan oleh Gubernur pada awal Februari 2020. Namun, bukan berarti empat usulan CDOB lainnya di Kaltara, yakni Kabupaten Krayan, Kabupaten Bumi Dayak perbatasan, Kabupaten Apau Kayan, dan Kota Sebatik, tidak ditindaklanjuti. Tapi, untuk empat CDOB ini, tentu akan dilihat situasinya nanti. Apakah bisa diikutkan dengan CDOB Kota Tanjung Selor atau tidak, Apakah Kemendagri mau atau mungkin khusus Tanjung Selor.

“Kami konsentrasinya memang terhadap CDOB Kota Tanjung Selor, tapi yang lainnya juga akan kita persiapkan untuk dipaparkan. Mana tahu kita diberikan kesempatan untuk itu oleh Kemendagri,” kata mantan Penjabat

(Pj) Bupati Tanna Tidung ini. Jika dilihat di Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, semua usulan CDOB di provinsi termuda Indonesia ini bisa mendapatkan kebijakan khusus, mengingat Kaltara berada di wilayah perbatasan.

“Di Pasal 49 itu disebutkan, pembentukan daerah berdasarkan pertimbangan kepentingan strategis nasional. Nah, poin ini yang nanti akan kita gunakan. Pasal 49 ini memungkinkan,” sebut Sanusi.

Memang, saat ini masih moratorium pembentukan daerah otonomi baru secara menyeluruh di Tanah Air, tapi ternyata dengan pertimbangan daerah strategis nasional, pembentukan CDOB itu boleh dilakukan.

“Jadi, pasal 49 ini yang akan kita coba kejar ke pusat. Saya rasa ini bisa digunakan, karena ini yang juga digunakan untuk pemekaran Papua Selatan. Tentu menjadi pertanyaan jika tidak bisa diberlakukan untuk usulan CDOB di Kaltara,” tegasnya.

Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris juga menyebutkan hal yang sama. Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, ia telah mendapatkan informasi langsung dari Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie bahwa usulan CDOB Kota Tanjung Selor mendapatkan tanggapan baik dari Kemendagri. “Ini tentu sebuah berita baik bagi kita semua, semoga ini bisa cepat terealisasi,” sebutnya.

Pihaknya berpesan, peluang ini harus dikejar, dikawal dan dimanfaatkan dengan baik oleh Pemprov Kaltara. Artinya, dengan sudah dibukanya pintu oleh pemerintah pusat, diharapkan kesempatan ini tidak disia-siakan.

“Kita harus intens, kita harus dating berkonsultasi ke Kemendagri. Jika ada data pendukung yang belum lengkap dari CDOB Kota Tanjung Selor ini, harapannya secepatnya bisa dilengkapi,” imbuhnya.

Termasuk juga dengan batas dan pemekaran kecamatan di Tanjung Selor ini juga diharapkan oleh pihaknya tidak menjadi penghambat terbentuknya CDOB Kota Tanjung Selor yang  sudah mendapatkan ‘lampu hijau’.

Selain itu, pihaknya juga meminta tidak hanya untuk Tanjung Selor, tapi empat usulan CDOB lainnya di Kaltara juga diharapkan dapat diikutsertakan. “Untuk yang mana yang dapat direalisasikan nanti, itu sudah menjadi kebijakan pemerintah,” tuturnya.

Pastinya, meskipun moratorium masih berlaku, diharapkan baik pemerintah daerah maupun dewan presidium dapat lebih semangant lagi. Artinya, jangan sampai moratorium yang diberlakukan pemerintah pusat ini menyurutkan semangat untuk memperjuangkan usulan pembentukan CDOB ini. (iwk/ana)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:15

Ketersediaan Bahan Pokok Terus Dipantau

TANJUNG SELOR – Harga komoditas pangan di Kaltara pada Maret…

Kamis, 02 April 2020 14:14

Sekolah Filial Jadi Solusi

TANJUNG SELOR – Dunia pendidikan di pedalaman Kalimantan, tepatnya yang…

Kamis, 02 April 2020 14:01

Mesti Ada Wabah Corona, Petani Tetap Turun ke Sawah, tapi Jaga Jarak Aman

Pandemi Corona Virus Disease–2019 (Covid – 19) yang menyerang di…

Rabu, 01 April 2020 13:26

Ayo Bersatu Lawan Covid-19!

TANJUNG SELOR – Puluhan kendaraan dan ratusan personel gabungan dikerahkan…

Rabu, 01 April 2020 13:24

Cegah Penularan, Gelar Sidang Jarak Jauh

TANJUNG SELOR – Sidang yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung…

Rabu, 01 April 2020 13:21

WFH Diberlakukan hingga 21 April Mendatang

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus bergerak cepat…

Rabu, 01 April 2020 13:19

Puluhan Mahasiswa di Samarinda Dipulangkan

TANA TIDUNG - Seluruh mahasiswa yang saat ini kuliah di…

Rabu, 01 April 2020 13:18

Edukasi Warga lewat Nada Lagu Dangdut

Pernah dengar lagu Raja Dangdut H. Rhoma Irama berjudul Mirasantika?…

Rabu, 01 April 2020 12:57

Neck Blast Gagalkan 300 Hektare Padi Siap Panen

MASA panen padi menjadi suatu  yang paling dinantikan para petani.…

Selasa, 31 Maret 2020 13:17

Penundaan Pilkada Tunggu Perppu

TANJUNG SELOR - Beredar kabar bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers