MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 29 Januari 2020 14:18
Setiap Saat Tangan Petugas Dibersihkan
MENYETOK LOGISTIK: Tiga mahasiswa asal Kaltara di Huangshi, Tiong kok usai berbelanja logistik untuk beberapa hari ke depan, Senin (27/1).

PROKAL.CO, ANGGOTA Komisi II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hasan Basri, S.E, telah meminta kepada pemerintah untuk dilakukan penutupan akses penerbangan dari China, khususnya dari kawasan Kota Wuhan ke Indonesia.

“Yang jadi persoalan adalah adanya warga negara kita (Indonesia) yang tinggal di sana. Makanya DPD juga meminta melalui perwakilan pemerintah Indonesia yang berada di China dapat diperhatikan,” katanya, kemarin (28/1).

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta agar proses pemeriksaan kesehatan terhadap para penumpang yang berasal dari China maupun Indonesia secara langsung. Hasan menilai, sikap pemerintah pusat dalam menangani virus corona terbilang baik. termasuk perlindungan WNI di China. Namun masih diperlukan upaya yang lebih keras agar virus corona tak menyebar sampai ke Indonesia.

“Pemerintah harus lebih keras lagi, misalnya dengan menutup penerbangan dari China ke Indonesia, namun tetap memperhatikan WNI kita di China,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tarakan dr. Wahyudi Pujianto menjelaskan pasien corona masih dapat dibiayai dari JKN-KIS.

Kategori penyakit yang tak ditanggung BPJS yakni penyakit mewabah atau tergolong sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Namun pada prinsipnya peserta JKN-KIS yang terkait dengan virus corona di Kaltara jika terdapat gejala yang mirip dapat dilakukan pemeriksaan dan mengambil langkah medis di puskesmas maupun rumah sakit. “Selama masih dalam ketentuan, kami pasti jamin,” bebernya.

Dalam ketentuan BPJS, jika penyakit menjadi wabah, maka dibiayai pemerintah dengan anggaran tersendiri, di luar jaminan BPJS.

“Misalnya masih 1 atau 2, itu masih tetap dilayani. Tapi kalau sudah mewabah, maka pemerintah mengeluarkan pernyataan terjadinya wabah, sehingga itu di luar penjaminan kami. Ada anggaran dan SOP yang harus dijelaskan oleh pemerintah ketika itu menjadi wabah,” pungkasnya.

 

PERLU PEREMAJAAN

Hasan sempat menginspeksi kesiapan petugas di Bandara Juwata Tarakan. Dari hasil sidak pihaknya, pihaknya menyoroti alat yang dipasang. Bahkan pihaknya sempat melakukan pengecekan terhadap fungsi dari thermal scanner yang dipasang. “Setelah dilakukan pengecekan dan kami keluar masuk, ternyata memang alatnya bisa mengetahui suhu tubuh badan,” bebernya.

Namun sebelum melalui thermal scanner, para penumpang akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu di atas pesawat. Dengan begitu pencegahan akan lebih optimal dilakukan oleh para petugas.

“Saya melihatnya sudah bagus, tapi alat itu perlu peremajaan dan alat itu sudah dipasang beberapa tahun lalu. Kemudian menjadi syarat bandara internasional,” sebut Hasan.

 

WNA WAJIB ISI KARTU KESEHATAN

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, menerangkan, meskipun tidak ada penerbangan dan pelayaran yang langsung dari China, namun menyikapi menyebarnya virus corona tetap memerlukan kewaspadaan tinggi.
“Kemarin laporannya Malaysia sudah melaporkan ada warganya yang teridentifikasi. Sehingga sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, kami mewajibkan setiap penumpang yang berasal dari Tawau yang apalagi punya riwayat kunjungan ke China, khususnya Wuhan untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (health allert card),” ujarnya, kemarin (28/1).
Sebagai upaya memperketat penjagaan masuknya virus corona ke Tarakan, para petugas QIC, baik pada pelabuhan dan bandar udara sudah melakukan pencegahan dengan menempatkan thermal scanner.
Thermal scanner kan sudah dipasang kemarin (Senin), tinggal bagaimana memperketat pengawasan. Kalau terlihat ada pendatang dengan suhu di atas 38 celsius tentu petugas akan sigap melakukan pemeriksaan,” tuturnya.
Kasi Teknologi dan Informasi Imigrasi Tarakan Adi Fahmianur menjelaskan, sejauh ini dari aktivitas masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia terpantau cukup aman. Meski tidak mengetahui data pasti jumlah WNA yang masuk setiap harinya, namun ia menerangkan sedikit terdapat sekitar 50 hingga 100 WNA setiap hari. Baik melalui jalur laut maupun udara.
“Sejauh ini kedatangan warga asing masih aman yah, khususnya WNA, kami juga aktif berkoordinasi kepada KKP dalam pemeriksaan di pelabuhan dan bandara. Untuk jumlah pastinya saya lupa, yang jelas untuk WNA yang masuk jumlah kisaran setiap harinya mencapai 50 hingga 100 orang keluar masuk. Paling banyak dari Tawau, Malaysia. Kebanyakan urusan bisnis, jalan-jalan dan mengunjungi keluarga,” tuturnya.

“Kalau dari China sebenarnya dari dulu sampai sekarang kita tidak punya jalur langsung ke sana. Paling tidak kalau ada WNA asal China ke sini harus melalui Jakarta dulu. Kita tahu sendiri bandara sekelas Soekarno-Hatta memiliki kemananan paling baik di Indonesia,” ucapnya.
Tidak hanya pendatang dengan tujuan daratan, bahkan WNA yang masuk dengan kapal asing juga tak luput dari pemeriksaan petugas.
“Untuk kapal barang atau kontainer pekerjanya juga melewati pemeriksaan. Kalau kapal yang beroperasi di sini itu 3 negara saja. Filipina, Thailand dan Malaysia,” imbuhnya.

 

AWASI BARANG BAWAAN

Kepala Seksi Karantina Hewan pada Balai Karantina Pertanian dan Hewan Tarakan A. Azhar menuturkan peningkatan pengawasan sudah mulai dilakukan sejak pekan lalu. Hal tersebut dilakukan setelah adanya surat edaran dari pusat.

“Kalau dari pusat sudah ada petunjuk untuk peningkatan pengawasan, lalu lintas media pembawa, khususnya dari Tiongkok. Terkait untuk pelarangannya sejauh ini kami belum ada instruksi terkait hal itu,” ucapnya, Selasa (28/1).

Saat ini petugas Balai Karantina Pertanian dan Hewan Tarakan yang melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang diharuskan menggunakan masker M-3 atau N-95 serta antiseptic untuk tangan dan menggunakan sarung tangan.

“Sedapat mungkin tangan tidak menyentuh wajah dan ketika sudah melakukan pengawasan, petugas kami wajibkan untuk membersihkan tangannya lagi,” bebernya.

Saat ini Balai Karantina Pertanian dan Hewan Tarakan melakukan pengawasan lebih intens di Tarakan dan Nunukan.

“Untuk Tarakan kami melakukan peningkatan pengawasan di Pelabuhan Malundung, kapal dari Malaysia hampir setiap hari ada. Sementara untuk Bandara Juwata penerbangan kami lakukan pengawasan karena adanya penerbangan dari Malaysia tiga kali dalam seminggu, untuk Nunukan kami lakukan pengawasan pada pelabuhannya yang mana tiap harinya selalu ada perlintasan orang dan barang dari negara Malaysia,” tuturnya.

Terkait produk impor makanan maupun hewan dari Tiongkok, hingga saat ini tidak ada yang langsung dikirim melalui Tiongkok. Tapi ia tak memungkiri adanya produk asal Tiongkok yang masuk ke Kaltara melalui jalur ilegal.

“Produk Tiongkok yang masuk ke Kaltara selama ini merupakan barang yang diimpor Malaysia. Ke Kaltara lewat jalur ilegal,” bebernya.

Pihaknya memastikan bila menemukan produk dari Tiongkok ataupun produk dari negara lain yang tidak memiliki sertifikat dari daerah asal, akan ditahan dan dimusnahkan. (shy/zar/*/zac/jnr/lim)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…

Jumat, 07 Februari 2020 06:05

BREAKING NEWS!! Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Jembatan Besi

TARAKAN - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bumi Paguntaka di…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:25

Ibrahim Rusli Akan Taklukkan Laut Berau

Setelah 14 kali mencatatkan aksi renang di laut, kini Ibrahim…

Kamis, 30 Januari 2020 15:03

Upaya Evakuasi Masih Buntu

SEJATINYA sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok…

Kamis, 30 Januari 2020 14:54

Sudah 16 Pasien Dirujuk

TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan terus memantau kesehatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers