MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 29 Januari 2020 14:14
Kantor Desa Malinau Kota Nyaris Terbakar
TERBAKAR: Petugas dari pemadam kebakaran dibantu anggota TNI dan Polri saat memadamkan api di rumah warga RT 13, Jl. Swadaya, Desa Malinau Kota, Selasa (28/1).

PROKAL.CO, MALINAU – Awal tahun 2020, musibah kebakaran menimpa warga Jl. Swadaya, RT 13, Desa Malinau Kota. Selasa (28/1), sebuah rumah hangus terbakar dan Kantor Desa Malinau Kota juga hampir dilalap si jago merah.

Rumah yang hangus terbakar adalah milik Zulkifli dan tepat bersebelahan dengan Kantor Desa Malinau Kota. Menurut keterangan Nia, istri pemilik rumah, saat awal kejadian, sekira pukul 9 pagi ia berada di rumah dan sedang ingin memasak. “Lagi masak. Tiba-tiba api dari kamar anak saya yang kosong. Dari situ (kamar anak). Saya kira kan jeglek (meteran listrik), sekalinya saya ke depan meteran-nya masih hidup, sekali saya ke dapur sudah ada api dari kamar kakaknya (anaknya),” ujar Nisa kepada Radar Tarakan yang mewawancarainya di lokasi kejadian.

Kamar anaknya tersebut tidak besar dan saat itu apinya juga masih kecil. Melihat kondisi tersebut, dirinya berteriak dan meminta pertolongan ke Kantor Desa Malinau Kota yang ada di sebelah rumahnya. “Saya sempat panggil kepala desa (kades), terus kades bantu-bantu kasih keluarkan mobil. Karena dia sudah lihat ada api dari situ sudah membesar langsung,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat kejadian dirinya langsung keluar dan ia menegaskan api bukan berasal dari dapur. Sebab saat  itu dia sedang ingin memasak dan belum menyalakan kompor, karena sedang memotong ayam. “Bukan (dari dapur). Saya posisi di dapur memasak. Tapi tidak ada nyalain kompor, tapi lagi potong ayam,” tegasnya seraya menjelaskan posisi awal api yang muncul di kamar anaknya yang berada di sebelah kiri belakang rumah.

Pada saat itu, lanjutnya, dia di rumah cuma tiga orang, satu anaknya yang masih kecil berusia 7 tahun dan seorang keluarganya yang sudah berusia 60 tahun. Sedangkan suaminya sedang bekerja di luar rumah dan dua anaknya yang lain sedang bersekolah.

“Jadi saya tadi langsung minta bantuan kades, langsung datang dan langsung keluarkan mobil serta apa-apa (barang lainnya), karena saya kan sudah mutar. Begitu masuk lihat api, anak saya lari mau masuk ke kamar itu, saya ambil dia kan karena ada gangguan, jadi saya lari, dia lari. Saya keluar lagi nah api sudah keluar dari jendela kamar kakaknya. Sebenarnya api tadi kecil, tapi cepat besar,” bebernya.

Kades Malinau Kota Riemantan Najamuddin kepada media ini mengatakan bahwa dirinya saat terjadi kebakaran berada di kantor. Ia sudah ke kantor pukul 08.00 pagi dan sekira pukul 09.00, ia mendengar ada yang teriak-teriak ada api. Ia pun bersama staf dan masyarakat yang sedang mengurus keperluan di kantor desa langsung keluar.

“Kami lari melihat ternyata di samping kantor sudah ada asap. Saya lihat dan lari ke dapur, api sudah tidak bisa ditahan,” ungkapnya.

Karena api belum merembet ke kantor desa, ia pun bersama yang lainnya ke rumah warga untuk mengevakuasi orang dan barang yang ada di rumah jaraknya dengan kantor desa tidak sampai satu meter tersebut. “Yang pertama karena kantor desa belum kena api, jadi kami membantu keluarga yang kebakaran dulu, kami selamatkan orang dan harta bendanya yang masih bisa diambil. Terus (staf) di kantor juga sekalian angkut berkas-berkas, karena api sudah mau menjalar ke kantor desa,” terangnya.

Saat itu, pelayanan kantor sedang berjalan, ada masyarakat yang mengurus berbagai macam keperluan. Mendengar ada kebakaran, langsung berhamburan. “Jaraknya dengan rumah yang terbakar hanya 80 sentimeter lah,” katanya.

Kades prihatin atas kejadian yang menimpa warganya tersebut. Tentu kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Sementara, untuk  kerusakan kantor desa ada sebagian dinding, atap dan plafon kantor yang jebol. Itu dilakukan untuk mengantisipasi api merambat. Untuk berkas-berkas penting milik pemerintah desa dan masyarakat ia tegaskan aman tidak terbakar. “Berkas aman semua. Pelayanan tetap lanjut. Besok untuk pelayanan. Kalau sekarang kan lampu sudah mati. Besok baru kami hidupkan,” katanya.

Selain petugas pemadam kebakaran, dalam situasi kebakaran itu ia mengapresiasi warga masyarakat sekitar yang turut membantu dengan cepat. “Saya sangat berterima kasih sekali kepada masyarakat Malinau Kota. Kami juga turut prihatin warga kami terkena musibah kebakaran, kebetulan di sebelah kantor desa,” imbuhnya.

Kapolres Malinau AKBP Agus Nugraha, S.IK, S.H, M.H, saat kebakaran turun langsung bersama Wakapolres Malinau Kompol Edy Budiarto, S.H, memimpin anggotanya membantu mengamankan lokasi serta memadamkan api. “Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.10 WITA ya, di rumah atas nama saudara Z, di Jl. Swadaya,” ujar AKBP Agus Nugraha di lokasi kebakaran.

Api berhasil dipadamkan kurang lebih sejam oleh pemadam kebakaran dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Malinau.

“Nah untuk api saat ini sudah dipadamkan oleh damkar, dibantu oleh anggota TNI dan Polri, Satpol PP serta dibantu warga sekitar,” terang Kapolres.

Anggota kepolisian yang diturunkan yaitu dari Polres Malinau dan Polsek Malinau Kota kurang lebih 50 orang. Selain tiga unit mobil damkar (armada tembak), Polres Malinau juga menurunkan mobil armored water cannon (AWC) untuk membantu memadamkan.  “Penyebab kebakaran, sementara masih dalam penyelidikan. Anggota yang diturunkan dari Polsek dan Polres sekitar 50 orang,” jelas AKBP Agus Nugraha.

TERLUKA KENA SENG

Alfius, kepala Seksi (Kasi) Pelatihan dan Pembekalan Damkar yang saat itu memimpin melakukan pemadaman mengaku pihaknya mendapat info sekira pukul 09.00 dan langsung turun ke lokasi dengan menggunakan tiga unit mobil armada tembak dan dua mesin pemadam portable.

Sekira 30 orang personel yang sedang piket dikerahkan. Namun ada ditambah yang tidak piket juga turut turun membantu. “Yang tidak piket juga turut membantu,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada kendala saat memadamkan, menurutnya tidak, cuma karena rumah yang terbakar berbahan kayu, ditambah angin maka apinya dengan cepat membesar. “Cepat sekali. Tadi hampir satu jam lebih sudah padam. Pendinginannya aja yang lama. Kalau padamnya cepat tadi,” tuturnya.

Kemudian, ditanya apakah ada korban luka, baik anggota damkar maupun masyarakat lainnya. Ia mengatakan sambil tersenyum dan memperlihatkan ibu jari tangan kanannya terluka terkena seng.

“Saya aja sendiri (terluka). Tadi terkena seng,” ungkapnya sambil tertawa. Diakuinya, memang saat ini pihaknya kurang armada, kurang selang dan peralatan lainnya. Namun, pihaknya memahami kondisi keuangan daerah dan untuk sementara memaksimalkan peralatan yang ada. “Sebenarnya selang itu kami butuh banyak. Armada paling kurang satu lagi tambah sama alat pakaian pelindung diri seperti sarung tangan, baju pelindung diri, helm pelindung, kacamata. Kita tetap semangat demi kemanusiaan,” imbuhnya.

Terpisah, melalui aplikasi pesan singkat, Kepala Dinas Satpol PP, Linmas dan Damkar Kabupaten Malinau H. Kamran Daik menyampaikan, sesuai laporan danri anggotanya, kebakaran awal diperkirakan pukul 8.25 Wita dan informasi awal pihaknya terima pada pukul 08.48 Wita.

“Respons waktu 7 menit. Pemadaman dan pendinginan kurang lebih 1 jam 15 menit. Armada yang kita turunkan 3 armada tembak, 2 portable dan ada 35 personel yang kita turunkan,” kata H. Kamran Daik.

Dirinya bersykur, api tidak menjalar ke rumah warga dan kantor desa yang mengapit rumah yang terbakar. Walaupun, dinding kantor desa sudah sempat menyala. “Ini kebakaran yang pertama di tahun 2020. Mudah-mudahan tidak ada lagi,” harapnya.

Untuk tahun 2019 lalu, sebut mantan kepala Dinas Perhubungan Malinau ini, ada 7 kali kebakaran. 6 bisa diatasi dan 1 yang besar tidak bisa diatasi, yaitu Kantor Desa Malinau Hulu. “Itu karena keterbatasan armada-armada yang sudah berumur,” katanya.

Ketua DPRD Malinau Wempi W. Mawa yang sempat melihat langsung ke lokasi kebakaran, juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. “Kami turut prihatin dengan situasi ini. Ya pada prinsipnya apa yang kita lihat pertama adalah manusianya. Tadi keluarga Pak Zul pasti semua syok ya dengan situasi itu, dan puji Tuhan mereka tadi menyampaikan yang paling penting itu adalah keluarga,” kata Wempi.

Kemudian, karena kantor desa merupakan kantor pelayanan publik yang berhubungan dengan masyarakat juga terdampak, maka diharapkannya pemerintah desa dan kecamatan segera mengaktifkan kantor desa pascakebakaran sehingga kantor desa tetap melakukan pelayanan.

“Apa yang ada, tadi saya coba cek dengan Pak Camat Malinau Kota (Rolland Rudyanto), arsip-arsip dokumen masyarakat aman. Hal-hal yang tadi sudah rusak, itu segera diperbaiki. Pelayanan harus segera terfasilitasi,” pintanya.

Untuk sumber api berasal dari mana, menurutnya itu wewenang pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Dirinya turut berbelasungkawa dan prihatin dalam situasi ini. “Terima kasih kepada masyarakat yang turut serta membantu pemadam kebakaran. Tadi saya dengar ada korban, kami berharap korban dari petugas pemadam kebakaran ini segera ditangani,” pungkasnya. (ags/lim)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers