MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 28 Januari 2020 14:46
Seorang Warga Diisolasi di RSUD

RSUD Sayangkan Dokumen Medik Beredar

DILARANG KELUAR: Petugas di salah satu asrama mahasiswa asal Indonesia di Wuhan, Tiongkok melarang mahasiswa bepergian keluar.

PROKAL.CO, RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menyayangkan dokumen medis atas pemeriksaan seorang pasien yang beredar di media sosial (medsos). RSUD tengah tengah melacak siapa di balik penyebaran dokumen tersebut.

Direktur Utama RSUD Tarakan dr. M. Hasbi Hasyim mengatakan penyebaran dokumen itu menimbulkan keresahan di masyarakat. “Ada juga foto petugas di ruang  isolasi yang kami siapkan. Ini sementara kami cari tahu,” terang Hasbi, tadi malam.

Terhadap pasien yang tengah menjalani perawatan tersebut perlu diagnosa lebih lanjut. Hasbi mengatakan, saat ini pasien yang dimaksud kemungkinan besar tak terinfeksi virus corona.

Hanya perawatan intensif yang dilakukan RSUD, sebagai langkah antisipatif. “Mendiagnosis penyakit begini (corona) enggak gampang, Tarakan belum punya sarana laboratorium memastikan ini virus corona atau bukan. Itu (sampel) juga kami kirim, dan butuh waktu. Kemenkes mengatakan 2-3 hari baru ada hasil. Toh, nanti akan kami kirim ke laboratorium yang mampu,” terangnya.

Awalnya si pasien memeriksakan diri ke RSUD. Gejala yang ada memang belum sesuai. Tetapi RSUD memilih waspada. “Upaya isolasi, kalau sampai hal terburuk terjadi, kami mengantisipasi. Pasien ini masih diisolasi, tapi belum positif. Harus ada hasil pemeriksaan laboratorium. Tindakan kami antisipatif. Kami juga meminta alat pelindung diri ke Kemenkes, dan obat-obatan kalau sudah ada,” ulasnya.

Keresahan di masyarakat menurutnya diperparah dengan banyaknya komentar tak bertanggung jawab. “Ini masalahnya ini kasus kan belum pasti. Dari data yang ada memang dia (pasien) batuk pilek. Kemudian suhu 37,1 derajat celsius. Yang kita tahu dari sosialisasi Kemenkes tentang corona, suhunya di atas 38. Artinya ke sana itu kemungkinan tidak (negatif),” ungkapnya.

“Kasus-kasus yang kita lihat di Jakarta, Bali itu, di atas 38 suhunya. Begitu dilacak 2-3 hari ternyata bukan (negatif). Apalagi di bawah 38 itu,” tambahnya.

Soal penyebaran dokumen medis seorang pasien, kata Hasbi, harus ada yang bertanggung jawab.

“Kami sedang berusaha melacak, dugaannya tadi dari internal kami. dr. Wayan (kabag pelayanan RSUD) juga sudah turun, enggak ada yang mengaku,” jelasnya.

Hasbi berjanji akan menjatuhkan sanksi bagi yang terbukti menyebarkan dokumen medis secara tak bertanggung jawab itu. “Kalau pegawai BLU, saya akan pecat. Kalau ASN, penundaan pangkat kalau perlu. Ini kan dokumen medik. Polisi aja minta harus pakai surat tertulis,” jelasnya.

 

SIAPKAN RUANG ISOLASI

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menyiapkan ruangan khusus mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Untuk mengantisipasi masuknya virus corona di Kota Tarakan, kami dari pihak RSUD  menyiapkan ruangan isolasi khusus bagi pasien yang teridentifikasi terjangkit corona. Kami berharap mudah-mudahan tidak ada pasien yang sampai dirawat di sini,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan RSUD Tarakan dr. Wayan Sukadana, kemarin (27/1).

Ruang isolasi yang dimaksud 4 kamar dan satu ruangan petugas jaga. Wayan menjelaskan nantinya pihaknya akan menyiapkan tim khusus yang menangani kasus corona. Mengingat kasus tersebut dapat dikategorikan sebagai kasus berbahaya.
“Ruangan isolasi ini terdapat 4 kamar. Kami juga menyiapkan tim gerak cepat sekitar 20 personel menangani kejadian luar biasa. Tentu petugas memakai pengamanan lengkap karena penanganan ini kan bukan penanganan kasus biasa,” tukasnya.
Ia menambahkan, jika dulunya ruangan ini digunakan untuk menampung pasien yang terindikasi terserang virus flu babi dan flu burung. Mengingat tidak adanya keluhan pada pasien tersebut, sehingga ruangan sempat tidak difungsikan sementara waktu.
“Memang kalau dilihat dari jumlah kamarnya memang dirasa masih kurang karena ini penyiapan darurat. Karena ini juga bersifat antisipatif dengan persiapannya cukup terbatas juga. Ke depannya kami terus berbenah untuk mematangkan fasilitas RSUD Tarakan. Ini secepatnya kami aktifkan. Karena fasilitas di ruangan ini sebenarnya sudah ada,” tuturnya.
Meski demikian, ia menjelaskan pihaknya berencana mengajukan kepada Pemprov Kaltara agar RSUD dapat membangun ruang isolasi khusus yang nantinya dapat digunakan untuk menampung pasien dengan status kasus berbahaya.
“Karena memang kami RSUD rujukan di Kaltara untuk kasus besar,” tukasnya.

Ditanyakan terkait mengenai adanya dugaan infeksi virus corona pada salah seorang pelajar yang baru tiba dari China, Wayan mengatakan dugaan itu baru akan terjawab hari ini.

“Besok yah. Kami sampaikan seperti apa hasil pemeriksaannya,” ujarnya.

 

CEGAH VIRUS

Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan pun melakukan pencegahan virus corona melalui pengaktifan puskesmas yang terletak di seluruh kota.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengatakan bahwa meski Tarakan tidak terkoneksi penerbangan langsung dari China, khususnya Wuhan, namun pihaknya tetap waspada, apalagi dengan adanya 4 kasus di Malaysia.

Untuk mencegah adanya virus corona di Tarakan, para petugas yang berada di pintu gerbang quarantine immigration and custome (QIC) telah melakukan upaya pencegahan, yakni dengan menempatkan thermal scanner di Bandar Udara Juwata Tarakan dan Pelabuhan Malundung. Serta mewajibkan penumpang yang berasal dari Tawau, Malaysia yang memiliki riwayat kunjungan ke China khususnya Wuhan agar wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (health alert card).

“Kita harus waspada karena termasuk daerah yang dikategorikan rawan, apalagi bandara dan pelabuhan kita terkoneksi langsung dengan Tawau,” tegasnya.

Khairul juga mengatakan bahwa hingga kini, virus corona belum memiliki vaksin dan obat, sehingga perlu dilakukan pencegahan secara menyeluruh oleh setiap individu, yakni dengan cara mencuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun desinfektan. Terutama usai bersalaman atau bersentuhan dengan orang yang dicurigai, tidak memegang mulut, mata dan hidung jika tangan kanan belum dibersihkan, makan makanan bergizi, istirahat cukup, berolahraga teratur, serta mengunjungi dokter jika terasa demam, batuk, pilek dan sesak napas.

Tak hanya itu, Khairul juga mengimbau kepada seluruh petugas dan masyarakat yang bersentuhan maupun yang berhubungan dengan para penumpang asal China yang baru saja masuk di pintu gerbang pelabuhan maupun bandara Tarakan agar dapat memproteksi diri dengan penggunaan masker standar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tarakan dr. Witoyo mengatakan pihaknya menindaklanjuti surat Kemenkes melalui puskesmas.

“Waspada, karena waktu itu masih di China, Thailand, Korea, Jepang. Kita tindaklanjuti ke puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan karena Tarakan termasuk kota transit. Barangkali ada yang dari China dan punya gejala agar segera diberi perhatian khusus kalau memang ada kecurigaan besar ke sana, maka dirujuk ke rumah sakit untuk diisolasi,” bebernya.

Dinkes juga menggelar pertemuan bersama dokter dan bidan praktek di Tarakan untuk mendapat informasi terbaru terkait penyebaran virus corona melalui grup medsos. Hal tersebut dilakukan sebab sebelumnya kasus virus corona mencapai 500 jiwa dengan korban meninggal 17 jiwa. Satu hari setelahnya, ditemukan kasus virus corona mencapai angka 2.000 jiwa dengan angka meninggal dunia 56 jiwa, sehingga dalam hal ini Dinkes mengambil kesimpulan bahwa virus corona berkembang pesat.

“Bukan hanya jumlah jiwa yang bertambah, tapi negara yang terkena virus corona pun terus bertambah. Dengan data terakhir adalah negara Malaysia,” ucapnya.

Witoyo menyarankan agar masyarakat lebih bersikap aktif ketika dalam kondisi tubuh yang lemah, misalnya segera melakukan pengecekan pengobatan di rumah sakit maupun puskesmas.

“Sementara, kami menggerakkan fasilitas kesehatan. Tamu dari luar negeri itu bagian KKP, kami merupakan baris kedua,” ucapnya.

Beruntung, hingga kini kasus virus corona belum menyebar di Indonesia.

“Saya bingung, kok sudah ada kasus. Padahal sampai tadi pagi itu infonya hanya Malaysia dan Indonesia belum ada. Kalau ada berita aneh jangan disebar dulu, tapi diverifikasi dulu. Kalau Kemenkes sudah memberikan informasi, pasti semuanya waspada,” tegasnya.

Untuk diketahui, virus corona menyerang saluran pernapasan dan menular lewat saluran pernapasan, misalnya penderita virus corona bersin maupun batuk kemudian mengeluarkan cairan halus yang dihirup dan masuk ke dalam tubuh orang lain yang memiliki daya tahan lemah, sehingga dapat menular langsung ke orang yang menghirup.

Virus yang terkena panas, maupun bahan kimia dipastikan akan mati. “Yang perlu diperhatikan itu kontak langsung dengan cairan virus itu, karena kalau daya tahan lemah ya tertular. Kalau berkumpul dengan orang banyak, amannya pakai masker,” pungkasnya.

 

BELUM ADA OBAT

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara drFranky Sientoro, Sp.A, mengatakan ruang isolasi dan perawatan khusus di RSUD Tarakan yang sebelumnya digunakan untuk pasien yang terindikasi terkena server acute respiratory syndrome (SARS).

Coronavirus merupakan pneumonia yang menginfeksi atau membuat peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasite, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja mulai dari balita, remaja, dewasa dan lanjut usia, namun lebih banyak menyerang pada balita dan lanjut usia, untuk angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang

“Untuk kasus yang terjadi saat ini merupakan pneumonia berat. Penyebabnya coronavirus jenis baru yang lebih dikenal sebagai novel coronavirus (2019-nCOV) dan jenis baru ini belum ada obatnya hingga saat ini,” ujarnya.

Selain Wuhan, beberapa negara melaporkan suspek serupa dengan di Wuhan yakni negara Thailand, Hongkong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan dan Amerika Serika.

“Gejalanya mirip dengan pneumonia pada umumnya, di antaranya demam, lemas, batuk kering dan kesulitan bernafas. Perlu diwaspada pada orang dengan lanjut usia dan balita, pada orang lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi,” bebernya.

Masa inkubasi penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelah 2 hingga 14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula, awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia.

“Berdasarkan instruksi IDI pusat kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat, serta melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat,” ujarnya.

 

PERKETAT JALUR KEDATANGAN

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan meningkatkan frekuensi pengawasan pada jalur kedatangan seperti Pelabuhan Malundung dan Bandara Internasional Juwata Tarakan.
Kasi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemologi KKP Kelas II Tarakan dr. Indah Suryawati menerangkan, saat ini pemerintah dalam status waspada terhadap penyebaran virus mematikan tersebut. “Memperkatat pengawasan pada setiap kedatangan di Kota Tarakan khususnya kedatangan dari luar negeri dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh) pada setiap penumpang yang masuk ke Tarakan. Alhamdulillah sejauh kondisi kedatangan masih aman dan diharapkan akan terus seperti itu,” ujarnya, kemarin (27/1).
Ia menjelaskan, jika nantinya terdapat pendatang yang memiliki suhu tubuh di atas 38 celsius, maka pihaknya akan memberikan penanganan lebih lanjut.
Di Kaltara, telah dipasang tiga alat yang dimaksud. “Di Kaltara ada tiga lokasi yang dipasang thermal scanner, yaitu di Pelabuhan Nunukan, Pelabuhan Malundung Tarakan dan Bandara Juwata Tarakan. Kami antisipasi kalau ada penumpang yang terdeteksi infeksi virus corona, maka langsung dilakukan evakuasi menuju RSUD Tarakan,”tuturnya.
Ini sesuai dengan instruksi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kemenkes KKP di Indonesia. “Ini kami lebih meningkatkan lagi frekuensi pengawasan, alat angkut, orang dan barang,” jelasnya.

JADI ATENSI DPRD

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara Achmad Djufrie menyebutkan, pihaknya memberikan atensi khusus terhadap pencegahan masuknya virus corona. “Kami apresiasi kebijakan Gubernur (Irianto Lambrie) karena telah melakukan tindakan cepat untuk menginstruksikan penyediaan alat detektor di bandara, seperti di Tarakan yang menjadi pintu masuk ke Kaltara,” ujarnya saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (27/1).

Tak hanya itu, terhadap calon investor dari luar negeri juga tetap dilakukan pengawasan yang lebih ketat lagi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, akan dilakukan pengawasan yang lebih intensif lagi terhadap tamu atau pekerja dari luar negeri yang masuk ke Kaltara, terutama yang berasal dari China.

“Artinya, pengawasan lebih ditingkatkan lagi. Karena mereka ini kemungkinan sudah ada sejak beberapa bulan lalu, tapi baru berkembang, jadi harus kita deteksi karena tanda-tanda itu juga sudah ada di Indonesia,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

“Pastinya, yang penting itu pintu masuknya yang kita lihat dan dijaga ketat. Tapi, jika nanti di Bandara Tanjung Harapan juga dianggap sebagai pintu masuk, maka kita juga akan usul dilakukan pengadaan alat detektor,” sebutnya. (shy/*/zac/jnr/iwk/lim)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…

Jumat, 07 Februari 2020 06:05

BREAKING NEWS!! Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Jembatan Besi

TARAKAN - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bumi Paguntaka di…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:25

Ibrahim Rusli Akan Taklukkan Laut Berau

Setelah 14 kali mencatatkan aksi renang di laut, kini Ibrahim…

Kamis, 30 Januari 2020 15:03

Upaya Evakuasi Masih Buntu

SEJATINYA sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers