MANAGED BY:
SABTU
03 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 27 Januari 2020 14:36
Mahasiswa Kaltara Terjebak di Wuhan

Akses Transportasi Disetop

KULIAH DI TIONGKOK: Sejumlah mahasiswa yang berkuliah di Tionghoa mengaku sedang dalam keadaan baik.

VIRUS corona terus menyebar ke sejumlah negara lain. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok itu telah menelan puluhan korban jiwa.

Mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang berada di Tiongkok mengaku dalam keadaan aman. Kendati diketahui beberapa di antaranya tak dapat meninggalkan Kota Wuhan.

Koordinator Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC) Kaltara dan Kaltim M. Gozali mengatakan, sejumlah mahasiswa yang sedang kuliah di Tiongkok masih dalam keadaan aman. Masing-masing kampus memberikan pelayanan yang baik untuk mahasiswa internasional, khususnya mahasiswa Kaltara.

Diakui Gozali, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Persatuan Pelajar Tiongkok Indonesia dan juga Yayasan ITTC selalu memantau perkembangan dan keadaan mahasiswa-mahasiswa di Tiongkok.

“Di sana (Tiongkok, Red) saat ini kondisi sedang musim dingin, sehingga mahasiswa diliburkan. Mereka ada yang pulang ke Indonesia dan ada yang sedang liburan ke beberapa tempat di Tiongkok,” ujar Gozali, kepada Radar Tarakan, kemarin (26/1).

Namun mereka yang sedang menikmati liburan justru terjebak tidak bisa ke mana-mana. Transportasi untuk sementara waktu disetop.

Sebagian mahasiswa masih tinggal di hotel dan asrama. Namun ditegaskan Gozali, mahasiswa-mahasiswa tersebut tetap dalam kondisi baik dan masih lancar berkomunikasi.

Penyebaran virus itu juga sangat meresahkan orang tua mahasiswa. Namun komunikasi secara langsung dengan sang anak meredakan kekhawatiran.

“Ya, alhamdulillah para ortu sudah tidak terlalu serah, karena kita dari ITCC selalu memberikan informasi kepada orang tua mereka. Saat ini, mahasiswa-mahasiswa di sana sudah aman. Mungkin inilah perjuangan mereka untuk meraih masa depan untuk membahagiakan orang tuanya dan membawa nama baik daerah dan negara,” kata Gozali.

Gozali pun hanya meminta doa kepada masyarakat Kaltara untuk kebaikan mahasiswa-mahasiswa di Tiongkok yang sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi.

“Mari kita sama-sama berdoa semoga mereka diberikan kemudahan, kesehatan, kelancaran dan dan kesuksesan. Sehingga bisa membantu keluarga dan bermanfaat bagi daerah dan negara,” harap Gozali.

Sementara itu, salah satu mahasiswa di Tiongkok, Zakia Ayu Alvita Abidin Putri yang berhasil dihubungi media ini mengaku sedang berada di Kota Wuhan. Zakia sendiri kuliah di Kota Huangshi, 100 km dari Wuhan.

“Saya sudah hampir 2 minggu stay di Wuhan, dan alhamdulillah mahasiswa Indonesia semua aman. Tidak ada yang terdeteksi kena virus corona,” kata Zakia.

Dijelaskannya, perubahan yang terjadi semua akses sudah ditutup seperti daerahnya termasuk Huangshi tempat dirinya berkuliah. Semua transportasi ditutup seperti, bandara, MRT, bus, dan kereta.

“Sebenarnya kalau naik kereta, 30 menit sampai ke daerah tempat saya berkuliah. Tapi untuk sementara saya kesusahan, karena semuanya tutup. Jadi untuk sementara stay di sini (Wuhan, Red) saja dahulu,” beber Zakia.

 

KALTARA RAWAN

Berada di kawasan perbatasan, masyarakat Kaltara waspada akan virus corona. Ya, virus asal Tiongkok itu itu dikenal sangat berbahaya. Parahnya, belum ditemukan vaksin atas virus ini.

Kepala Seksi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tarakan dr. Rina Apridayati mengatakan, pihaknya telah melakukan penanggulangan rutin, sebab pada dasarnya pihaknya memiliki tugas cegah tanggap penyakit menular berpotensi wabah. Untuk itu, pihaknya rutin melakukan kontijensi bersama pihak pelabuhan maupun bandara.

“Walaupun enggak ada kasus, kami tetap melakukan itu secara rutin. Karena sudah rutin lakukan pengawasan, maka sekarang lebih ditingkatkan lagi frekuensinya,” ujarnya.

Dalam tugasnya, KKP melakukan pengawasan terhadap alat angkut, barang dan orang yang terdapat di bandara maupun pelabuhan. Rina mengatakan bahwa pelabuhan Kota Tarakan sering menerima kapal langsung dari China, sedang bandara hanya menerima penumpang asal Malaysia yang tetap melalui proses pengawasan.

“Di bandara kami sudah pasang thermal scanner yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia, yang kemudian diberikan HAC atau kartu kewaspadaan kesehatan yang di dalamnya tercantum identitas, riwayat perjalanan pelaku dan kontak dari negara terjangkit,” jelasnya.

Namun hingga kini, penderita virus corona belum ditemukan di Kaltara. Kendati demikian, pihaknya bersikap waspada, lantaran Kaltara berhubungan langsung dengan Tiongkok melalui laut. Sehingga di pelabuhan dan bandara KKP tetap siap siaga.

“Kalau kapal ada yang langsung dari China. Tapi enggak ke daratan. Cuma ada petugas yang di sana dan diberikan alat pelindung diri (APD),” tuturnya.

Untuk diketahui, penderita virus corona biasanya memiliki suhu tubuh lebih di atas 38 derajat Celsius, batuk, flu dan sulit bernapas. Sebab itu virus corona sering disebut dengan pneumonia.

Jika dibiarkan, virus corona ini akan menyebabkan kematian pada penderita. “Virus ini hampir sama dengan flu biasa. Tapi bedanya virus corona ini lebih sesak dan dapat menular lewat udara,” katanya.

Dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dicegah sejak Desember 2019 lalu. Sehingga ketidakadaan virus ini di Indonesia harus tetap menjadi sorotan dan kewaspadaan bagi masyarakat.

“Kaltara ini jadi kawasan perbatasan, jadi rentan banget. Tapi tetap dilakukan peningkatan pengawasan,” tutupnya.

Kepala Seksi Pengendalian Resiko Lingkungan KKP Tarakan Salim Ahmad menambahkan bahwa perjalanan lewat laut antara Kaltara dan China ditempuh selama seminggu.

Sedang perjalanan dari China ke Kaltara dengan menggunakan pesawat, biasanya melalui negara Malaysia lebih dulu. Pihaknya meyakini adanya pemeriksaan lebih dulu di Malaysia. Namun, ada atau tidak adanya wabah, pihaknya tetap melakukan pengawasan.

“Kami tetap menjalankan fungsi kami, ada atau tidak ada wabah. Yang pertama itu penanganan risiko untuk mengidentifikasi penyakit, kalau ada langsung ditangani. Yang kedua penilaian risiko, dari risiko itu dinilai dari informasi umum dan segala macam. Serta yang ketiga penanganan risiko yakni membuat dokumen yang ditempatkan di pelabuhan dan bandara,” bebernya.

Pengawasan di lapangan, pihaknya melibatkan 3 orang petugas dalam satu kapal yang dilengkapi dengan APD seperti masker, handscoon, serta peralatan pengecekan kesehatan.

“Semua penumpang dari luar negeri kami lakukan pengawasan. Hanya kewaspadaannya lebih ditingkatkan kalau dari negara China,” ujarnya. (raw/shy)


BACA JUGA

Sabtu, 03 Desember 2022 13:30

Pelaku Terancam Hukuman Mati, Dugaan Kasus Pembunuhan Berencana di Tarakan

 Satreskrim Polres Tarakan intens melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, untuk…

Sabtu, 03 Desember 2022 13:26

REMEH..!! Ternyata Ini Alasan Pria di Tarakan Bunuh Sepupu Sendiri

 Kasus pembunuhan yang terjadi pada April 2021 silam berhasil diungkap…

Sabtu, 03 Desember 2022 13:23

Begini Peran Masing-Masing Pelaku Dalam Kasus Pembunuhan AG di Tarakan

Polres Tarakan mengungkap kasus pembunuhan berencana yang terjadi di Kota…

Sabtu, 03 Desember 2022 13:19

Dua Tahun Menghilang, Remaja Asal Tarakan Ternyata Dibunuh Sepupunya Sendiri

Sempat dilaporkan hilang pada April 2021 lalu, AG remaja berusia…

Jumat, 02 Desember 2022 12:13

UMK Naik, Waspada Teror PHK

Kebijakan Dewan Pengupahan untuk menaikkan standar upah minimum kota (UMK)…

Jumat, 02 Desember 2022 12:12

Polisi Panggil Orang Tua Pelaku Balapan Liar

 Usai mengamankan 21 motor terjaring dalam giat penertiban balapan liar…

Jumat, 02 Desember 2022 12:04

ODHA di Tarakan Kerap Alami Diskriminasi dan Perbuatan Kurang Menyenangkan

Semua orang tentu ingin menjalani kehidupan sebagai layaknya manusia pada…

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers