MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Minggu, 26 Januari 2020 11:44
Jusuf SK Serius Jadi Wakil Irianto?
Irianto dan Jusuf SK

PROKAL.CO, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie tetap menyandarkan pada takdir Tuhan akan langkahnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara 2020. Pun menyoal pilihan akan calon wakil gubernur (cawagub).

“Sudah ada (cawagub). Tapi takdir Allah yang menentukan akhirnya,” ungkap Irianto kepada Radar Tarakan, Sabtu (25/1).

Menurutnya tujuan tim masing-masing figur atau calon pastinya sama, yakni meraih simpati atau dukungan, baik partai politik (parpol) maupun masyarakat Kaltara. Namun, menjadi pembeda soal strategi yang dijalankan. “Rahasia dapur (strategi). Jangan dibuka,” ujarnya penuh senyum.

Cawagub, kata dia, menjalani seleksi panjang. Termasuk hasil survei. “Politik itu cair, semua bisa berubah setiap saat. Apakah saya memutuskan maju atau tidak, nanti akan diputuskan di tahap akhir,” jelasnya.

Juru bicara Dr. H. Irianto Lambrie, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, menambahkan saat ini pihaknya telah melobi di tingkat dewan pimpinan pusat (DPP) parpol.

Beberapa partai telah mengabarkan akan menggelar fit and proper test (tes kelayakan) seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Hampir semua parpol sama. Cuma kami enggak berani ngomong itu yang didukung, karena syaratnya rekomendasi itu harus ada wakil,” bebernya.

Hingga kini, tim internal Irianto belum mengumumkan soal dukungan partai. Sejumlah parpol masih berupaya merampungkan pengkajian terhadap calon. Ia memperkirakan, rekomendasi mulai diumumkan pada Februari ini.

Siapa pasangan Irianto?

Ricky mengatakan bahwa pria kelahiran Rantau 18 Desember 1958 itu memang menginginkan pasangan dengan usia yang lebih muda darinya. Mengenai komunikasi dengan dr. H. Jusuf SK masih terus berjalan.

Ricky membeberkan bahwa Jusuf SK sedang menunggu hasil survei. Ia juga menekankan jika pertemuan Irianto dan Jusuf SK di Jakarta pertengahan Januari lalu sebagai pertemuan adik-kakak dan bukan pertemuan politik.

“Walaupun sempat membahas kesiapan wakil dan lain-lain. Tapi semua menunggu hasil dari mekanisme partai,” jelasnya.

Untuk diketahui, figur muda yang masuk daftar cawagub Irianto ialah Ahmad Usman, Andi M. Akbar dan H. Irwan Sabri.

 

INTENS KE 6 PARPOL

Dari 10 parpol, 6 di antaranya intens berkomunikasi dengan Jusuf SK.

Sekretaris pribadi dr. H. Jusuf SK, Sukardi Hamzah mengurai 6 parpol itu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), PDIP, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PKB, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Sementara itu, untuk partai politik lainnya akan dilakukan komunikasi yang sama dan sedang berjalan hingga saat ini.

“Semua butuh waktu. Kita mau pencocokan waktu dulu, karena ada parpol yang kita mau temui, tapi belum bisa karena kesibukan dan sebagainya,” ujarnya.

Disinggung terkait pasangan, Sukardi mengatakan bahwa wakil dan parpol sedang berproses. Pernyataan Jusuf SK sebelumnya yang menyebut inisial Z sangat dapat berubah.

“Kami sedang berproses. Soal wakil dan partai juga, ini belum ada kepastian, karena di politik semuanya mungkin,” katanya.

Jusuf SK sedang mempertimbangkan persoalan kapasitas, elektabilitas dan popularitas wakil. Namun tak hanya itu, pihaknya juga sedang mempertimbangkan aspirasi masyarakat tentang Jusuf SK.

Soal hubungan dengan Irianto, Sukardi nilai sebagai komunikasi dua tokoh masyarakat Kaltara. “Sampai hari ini yang sedang kami urus, beliau (Jusuf) sedang maju sebagai calon gubernur. Kalau masalah wakil atau bukan wakil, kami belum bisa pastikan ke arah sana,” imbuhnya.

 

PERTEMUAN ADIK-KAKAK

Sebelumnya, dua tokoh, Irianto dan Jusuf SK akhirnya bertemu di Jakarta di tengah kabar keduanya berpeluang berpasangan di Pilgub 2020.

Ricky Valentino, juru bicara Dr. H. Irianto Lambrie menyebut jika pertemuan itu tidak menghasilkan terkait siapa wakil atau lain-lain

“Ini masih awal silaturahmi. Akan ada tindak lanjutnya. Pak JSK sekalipun masih menunggu komunikasi, salah satunya dari internal partainya,” kata Ricky, Sabtu (18/1).

Pembicaraan spesifik dalam pertemuan itu juga menyangkut Pilgub Kaltara. Namun keduanya belum memutuskan. Keduanya terus membuka peluang untuk berpasangan.

“(Pertemuan di Jakarta) Belum dominan pada pembicaraan Pilgub. Beliau (Irianto) menyampaikan bagaimana jalannya pertemuan itu. Beliau mengatakan saya sebagai adik dan Pak JSK sebagai kakak. Intinya mengajak merangkul sama-sama, sambil melihat perkembangan selanjutnya. Karena masing-masing partai mempunyai aturan dan mekanisme internal,” ungkapnya.

Jusuf SK datang didampingi oleh dua koleganya. Irianto juga banyak menerima masukan dari Jusuf SK.

“Saya heran dengan Pak Irianto, mungkin di luar sana ada perspektif beliau berdua menyimpan perseteruan. Tetapi, dalam pertemuan ini, Pak Irianto membuka pertemuan dengan Pak Jusuf. Bahkan Pak Irianto mendengarkan nasihat, saran dalam pertemuan itu. Tidak ada yang berlebihan di antara beliau,” tambahnya.

“Logikanya kalau beliau berkonflik sampai tidak suka sekali pun, dari pertarungan Pilgub 2015, terus kedua anak tokoh ini di Pileg 2019, harusnya enggak ketemu dong. Pastinya sudah musuhan kan. Ini normal saja,” kisahnya.

Soal siapa yang mengawali komunikasi untuk mewujudkan pertemuan itu, diakui Ricky adalah Irianto. “Yang mengundang Pak Irianto. Yang menyiapkan pertemuan dan fasilitas tempat adalah Pak Irianto sebagai adik. Pak irianto sebagai adik meminta waktu kepada Pak Jusuf SK. Bukan Pak Jusuf SK yang meminta waktu kepada Pak Irianto. Kurang lebih beberapa jam pertemuan itu. Tiba pada kesimpulan, komunikasi akan berlanjut, sambil menunggu arahan partai. Agak berat jika semisalnya kemudian mengambil keputusan tanpa pertimbangan arahan partai,” jelasnya. (shy/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 28 Februari 2020 14:26

Mesin Mati, 3 Nelayan Hilang

TARAKAN - Kecelakaan laut melibatkan sebuah speedboat terjadi pada Kamis…

Kamis, 27 Februari 2020 14:32

Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:29

Awang Beri Bantuan karena Merasa Senasib

TARAKAN - Mantan Gubernur Kalimantan Timur 2008-2018  Dr. H. Awang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:27

Karena Ruang Pendingin Ikan Belum Sesuai Fungsi, Begini Jadinya...

TARAKAN- Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan masih…

Kamis, 27 Februari 2020 14:26

Pantai Amal Dipercantik Pemkot, Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:25

Gerindra Pesimistis Usung Kader di Pilgub

TARAKAN – Hasil rapimnas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akhir…

Senin, 24 Februari 2020 15:26

Pengemudi Tiba-Tiba Pusing, Hajar Dagangan Warga

TARAKAN – Diduga di luar kendali, sebuah mobil Toyota Rush…

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers