MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 23 Januari 2020 13:58
Paling Butuh Perlengkapan Sekolah
CARI YANG PAS: Dua anak sedang memilih baju yang disumbangkan masyarakat di posko tanggap darurat di Masjid Besar At-Taqwa, kemarin (22/1). Foto bawah, warga mengumpulkan sisa kebakaran.

PROKAL.CO, BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar Batu, Senin (20/1). Mereka yang mendiami posko tanggap darurat di Masjid Besar At-Taqwa, Sebengkok masih berharap berbagai macam bantuan. Posko tersebut pun menjadi tempat sementara bagi para korban yang tak memiliki pilihan untuk menginap.

Kepala  Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan Dra. Mariyam yang  berada  di lokasi pengungsian ikut serta membantu korban  kebakaran. Ia menyampaikan setiap harinya data bantuan yang baru dapat diakumulasi pada malamnya.  Masyarakat demikian antusias memberikan bantuan hingga ke lokasi posko.

Ia juga menyampaiakn terima kasih kepada msyarakat yang telah ikut membantu korban kebakaran, baik itu masyarakat, instansi, maupun BUMN dan BUMD yang ada di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).

“Saat ini jumlah penyumbang mencapai kurang  lebih  600 dan hasil dari sumbangan  berupa uang  yang masuk kurang lebih Rp 200 juta selama 2 hari pasca kebakaran.  Penyumbang sampai saat ini juga masih banyak yang berdatangan, baik itu di Tarakan maupun dari luar Tarakan,” ujarnya, kemarin (22/1).

Sedangkan sumbangan yang ada, baik itu berupa sembako, pakaian, dan perlengkapan anak dan lain sebagainya. Sedangkan jenis bantuan  yang paling dominan saat ini  yang  paling banyak dibawa oleh masyarakat adalah  jenis sembako, dan selebihnya perlengkapan sehari-hari seperti perlengkapan mandi dan mencuci.

“Saat ini yang paling dibutuhkan dan masih dikatakan kurang adalah perlengkapan sekolah, seperti tas, buku, pensil dan  seragam. Pakaian sekolah baik itu SD, SMP, maupun SMA, karena kebanyakan korban dari masyarakat banyak terdapat anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Bahkan sebagian seragam mereka tidak dapat terselamatkan ketika terjadi  kebakaran,” imbuhnya.

Sementara jika masih ada warga yang ingin menyumbangkan pakaian, sebaiknya pakaian yang baru. Kebanyakan pakaian layak pakai atau pakaian bekas yang disumbangkan warga, tidak sesuai dengan ukuran badan pengungsi. Jadinya pakaian yang ditampung menumpuk.

Bahkan korban kebakaran tidak bisa memanfaatkan pakaian tersebut, karena memang pakaiannya sudah disortir, bahkan bisa dikatakan pakaian yang terpakai hanya beberapa persen saja.

Dari perbaruan data, masyarakat yang terdampak kebakaran tersebut 466 jiwa dan 140 kepala keluarga di 4 rukun tetangga (RT). Dinsos juga membuka komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan untuk memberikan izin kepada korban kebakaran selama seminggu.

 

DPRD USUL ARMADA BARU

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara akan mendorong rencana peremajaan armada mobil, alat pengaman diri (APD) dan fasilitas pemadam kebakaran lainnya yang dianggap kini sudah tidak layak untuk digunakan.

Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris, Rabu (21/1) ketika mengunjungi lokasi pengungsian di halaman Masjid Besar At-Taqwa bersama anggota DPRD Kaltara lainnya menilai peremajaan sangat penting dilakukan.

“Karena kondisinya sudah lama tidak dilakukan peremajaan, rencananya mendorong adanya peremajaan armada mobil, APD dan fasilitas pemadam kebakaran lainnya,” tuturnya.

Rencana peremajaan itu akan dilakukan dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi-instansi terkait. “Tidak hanya di Tarakan saja nantinya, tapi di seluruh Kaltara,” tuturnya.

Dirinya mengakui adanya perkembangan kota dan kabupaten di Kaltara membuat armada yang ada saat ini perlahan sudah tak ideal.

“Saat ini gedung-gedung sudah bertingkat-tingat tinggi, sementara armada yang ada saat ini belum memiliki armada penunjang yang bisa menjangkau gedung tinggi. Sehingga hal ini perlu dipikirkan bersama lagi untuk merealisasikannya,” ujarnya.

DPRD Kaltara juga menyampaikan bantuan untuk meringankan beban para korban kebakaran Pasar Batu.

“Saya menyampaikan kepada para korban tadi untuk tetap sabar terhadap ujian yang dihadapi. Apa pun yang hilang saat ini pasti nanti akan digantikan dengan yang lebih baik lagi,” katanya memotivasi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-PMK) Tarakan Hanip Matiksan mengakui bahwa armada mobil, ADP dan fasilitas PMK lainnya yang ada saat ini memang perlu dilakukan peremajaan.

“Armada mobil kita bahkan ada yang sampai lebih dari 20 tahun,” ucapnya.

Peremajaan diperlukan mengingat Tarakan saat ini sudah menjadi kota yang berkembang dengan pesat. “Gedung-gedung saat ini sudah tinggi, tapi armada saat ini tidak ada yang bisa menjangkau gedung tinggi bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di lokasi gedung tinggi,” ujarnya.

Pengajuan peremajaan pernah dilakukan, namun tak dapat terealisasi karena defisit anggaran. “Kami hanya berharap adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Kaltara serta para perwakilan legislatif yang terpilih di DPRD Kaltara maupun di DPR RI. Kebutuhan fasilitas terutama armada sangat perlu minimal ada 2 mobil fire baru,” pungkasnya.

 

TINGGAL DI BEKAS KEBAKARAN

Di antara korban kebakaran, Joni bersama istri dan tiga orang anaknya tetap memilih tinggal di lokasi bekas kebakaran. Di mana dulu rumahnya dulu berdiri.

Joni mengatakan meski rumahnya rata dengan tanah, paling tidak ia bersama keluarganya selamat. Ia pun memutuskan untuk tetap tinggal di lahan rumahnya dengan beratap terpal.

"Alhamdulillah, saya bersama istri masih selamat. Namanya juga kuasa Tuhan, kita tidak bisa menghindar lagi, intinya tetap bersabar saja. Sekarang ini saya bersama dengan anak dan istri tidur di sini dengan terpal saja. Malam saja hujan sempat kena tempias. Kami bukan tidak mau tidur di pengungsian, tetapi masih ada barang kami di sini," katanya.

Terpal yang ia gunakan dipinjam dari kerabat dekat. "Terpal ini pinjam dengan sahabat, kalau misalnya kami pergi ke pengungsian mau di bawa kemana barang-barang kami. Seandainya sudah ada bantuan seperti rumah kontrakan atau hunian sementara, kami mudah membawa barang kami. Ya tidak apalah sementara kami tidur di sini dahulu," lanjutnya.

Joni berniat membangun kembali rumahnya tersebut yang merupakan peninggalan dari kedua orang tuanya. "Ya kalau ada rezeki saya bangun kembali rumah, karena ini tahun 1970 dahulu peninggalan dari orang tua saya. Kalau misalnya ditinggal begitu saja kan sayang. Meski nantinya kami membangun rumah tidak begitu besar paling tidak ada bentuk bangunannya," pungkasnya.

Dari kejadian kebakaran, Joni masih merasakan sakit di pinggang. Itu akibat mengangkat beban yang terlalu berat saat kebakaran. "Kalau kesehatan cuma anak-anak saja masih trauma. Sekarang ini kami cuma mengharapkan adanya bantuan atau kebijakan dari pemerintah apa langkah untuk kami," tambahnya.

 

40 HUNIAN GRATIS

Bantuan hunian diberikan Pemkot secara gratis kepada korban kebakaran selama setahun. Akan tetapi, hunian yang disediakan pemerintah terbatas, sehingga hanya akan diberikan kepada masyarakat yang dinilai sangat membutuhkan hunian tersebut.

Kepada Radar Tarakan Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, bahwa pihaknya berencana memberi santunan. Pendataan masih terus dilakukan.

“Kemungkinan besar nilainya sama dengan santunan yang kami berikan sebelumnya (kebakaran di Juata),” ungkapnya.

Pemberian santunan tersebut dikatakan Khairul merupakan uang kontrak bagi masyarakat, agar korban kebakaran dapat menggunakan anggaran tersebut untuk menyewa atau mengontrak rumah selama beberapa bulan. Di samping itu pemerintah juga menyediakan hunian yang diberikan secara gratis selama setahun di rusunawa Jalan Kusuma Bangsa.

“Tapi kalau rusunawa itu kan terbatas, karena hanya sisa 40 kamar kalau enggak salah. Tapi ini tergantung dari masyarakat, karena sebenarnya sudah ada uang kontrak,” katanya.

Jika 40 kamar tersebut sudah terhuni oleh korban kebakaran, maka pemerintah hanya memberikan waktu selama setahun untuk ditinggali. Setelah itu, korban tersebut harus menyewa rusunawa tersebut.

Namun, karena banyaknya korban yang memilih untuk ikut tinggal bersama keluarga, maka dikatakan Khairul jumlah korban kebakaran yang tinggal di kawasan tenda darurat semakin berkurang.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan selama masa tanggap darurat. Mengingat adanya identitas korban seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) yang hilang dilahap si jago merah.

“Ini masih didata dan dicek dulu semua, karena ini pasti ada yang hilang identitasnya, setelah itu baru dibuat alokasi santunan yang dari APBD kota,” pungkasnya. (agg/jnr/puu/shy/lim)


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers