MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 22 Januari 2020 13:55
Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran
Baco

PROKAL.CO, Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka bagi para korban. Namun Baco, yang usianya diperkirakan 90-an tahun mengaku kejadian itu adalah bukti kebesaran Tuhan. Rumahnya satu-satunya yang selamat, beradar tepat di bibir sungai.

AGUS DIAN ZAKARIA

SEKILAS tidak ada yang jauh berbeda dengan kakek Baco ini, penampilan yang sudah sangat sepuh ini sangat dikenali masyarakat sekitar dan mudah ditemui di kediamannya. Ia terlihat masih sehat dan dapat berjalan dan berbicara normal. Radar Tarakan menemui Kakek Baco di rumahnya yang selamat dari kebakaran. Padahal dengan titik api hanya berjarak beberapa kaki saja.

Rumah di kiri-kanannya hangus. Rumah Kakek Baco sama dengan rumah pesisir pada umumnya. Berbahan kayu. Rumah berklir merah muda itu masih berdiri tegak.

Kekek Baco hidup bersama seorang istri bernama Amariyah (65) di dalam rumah seluas 15 x 8 meter itu. Baco juga memiliki seorang anak bernama Hasdar (27). Namun tinggal bersama istrinya tidak jauh dari rumahnya.

Baco menceritakan, saat kebakaran terjadi ia seorang diri di dalam rumah. Lagi beristirahat. Biasanya ia turut dalam kegiatan pertambakan bersama istri dan anaknya. Hari kejadian, Senin (20/1), baru saja sang istri dibawa sang anak masuk ke tambak.

Saat kebakaran itu tidak banyak yang bisa diperbuatnya. Saat api semakin mendekati rumahnya, ia sempat menyuruh menantu dan cucunya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya untuk segera lari menyelamatkan diri. Yang ia lakukan hanya berdoa dan berjalan menjauhi rumah.

"Saat kejadian saya menyuruh menantu dan cucu saya untuk menyelamatkan diri. Kemudian saya kumpul pakaian, sambil berdoa supaya api tidak menghabiskan rumah saya. Setelah itu saya berjalan keluar, tidak pakai baju, hanya pakai sarung dan sendal menjauhi rumah," ujarnya, kemarin (21/1).

Bukan doa khusus yang ia panjatkan saat berkemas. Namun hanya Surah Al-fatihah dan dua kalimat syahadat. Sebagai seorang berjiwa besar, ia hanya dapat berserah dan mengikhlaskan semua yang akan terjadi. Sehingga, ia pun sudah bersiap jikalau kehendak mengharuskan rumahnya ikut terbakar. "Saya tidak tahu juga kenapa rumah saya bisa selamat, padahal tetangga saya kanan kiri sudah dimakan (dilahap) api rumahnya. Saya cuma bisa bawa baju saja. Memang ada juga beberapa ponakan saya datang membantu mengangkat barang-barang. Tapi saya tidak terlalu memperhatikan itu, saya hanya pasrah saja, membawa 1 tas pakaian dan keluar rumah," tukasnya.

Menjelang beberapa lama, secara mengejutkan kobaran api besar melewati rumah Baco dan justru merambat ke rumah di sebelumnya. "Tidak ada ilmu khusus yang saya punya. Saya hanya berserah saja kepada kehendak yang di atas. Kalau saya punya ilmu pasti saya tidak meninggalkan rumah saya. Nyatanya saya kan menyelamatkan diri juga," ucapnya.

Baco mengatakan tidak ada keanehan dengan selamatnya rumah miliknya, menurutnya hal itu tidak terlepas dari peran tetangga dan keponakan yang berjuang untuk mencegah rumahnya dari jilatan si jago merah. "Sebenarnya kalau menurut saya tidak ada keanehan, tapi setiap mau mendekati rumah saya, itu ponakan saya sigap langsung menyiram," tukasnya.

Meski rumah lain juga memiliki perlindungan yang sama, namun api terus merembet.

Menyadari itu, Baco hanya bersyukur kepada Sang Pencipta. "Saya hanya bersyukur rumah saya tidak terbakar. Ini semua kan kehendak Allah. Kalau Allah belum menghendaki rumah saya terbakar meskipun api dekatnya, tidak akan terbakar," ucapnya.

Baco mengakui selama ini ia dan sang istri hanya rutin membaca Surah Yasin saat magrib.

"Sebenarnya saya tidak mau bilang, ini cuma karena ditanya kebiasaan apa yang dilakukan setiap hari. Memang setiap habis magrib saya dan istri rutin membaca Surah Yasin setiap hari. Itu memang sudah kami lakukan dari dulu supaya diberi kemudahan dalam segala urusan di dunia," tukasnya. (***/lim)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 15:26

Pengemudi Tiba-Tiba Pusing, Hajar Dagangan Warga

TARAKAN – Diduga di luar kendali, sebuah mobil Toyota Rush…

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers