MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 22 Januari 2020 13:54
Olah TKP di Seputar Dapur, Petugas Ambil Sampel di Rumah Nur
Puing kebakaran di Pasar Batu, Tarakan.

PROKAL.CO, PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan memperbarui data korban kebakaran di empat rukun tetangga (RT), Sebengkok, Tarakan Tengah, Senin (20/1). 136 kepala keluarga dengan 164 bangunan menjadi korban dalam kebakaran di kawasan Pasar Batu itu.

Unit Identifikasi Satreskim Polres Tarakan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran, kemarin (21/1). Tiga personel kepolisian berpakaian jingga, melakukan olah TKP di titik asal api, rumah milik Budi yang disewa Nur bersama keluarganya. Penghuni di rumah tersebut menjadi saksi, mendampingi petugas yang bekerja.

Olah TKP dilakukan berawal dari dapur. Diduga api berasal dari situ. Kemudian, kepolisian juga sempat memeriksa meteran listrik di rumah itu.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan, hasil olah TKP langsung dikoordinasikan dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Surabaya. “Hasil olah TKP kami akan ditindaklanjuti sama Labfor (Puslabfor Polri Cabang Surabaya) nanti,” tuturnya di sela-sela usai olah TKP, kemarin.

Dari hasil olah TKP, Kapolres belum memastikan sampel apa saja yang diamankan. Beberapa anggotanya masih merampungkan olah TKP.

Diakui pria yang berpangkat melati dua ini, Puslabfor akan terus berkoordinasi mengenai penanganan yang akan dilakukan Puslabfor Surabaya untuk kepentingan penyelidikan. Namun ia memperkirakan, apabila akan datang ke Tarakan maka tim Puslabfor akan tiba dua hingga tiga hari ke depan.

“Kemudian untuk sampel yang sudah kami amankan, nanti kami akan kirim juga ke Labfor. Intinya, untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran, kami akan koordinasi dengan Labfor,” bebernya.

Ditambahkan, Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Guntar, penyelidikan atas penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah warga dan toko dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. “Untuk sekarang kami sudah periksa 4 orang saksi,” katanya.

Adapun saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan, di antaranya yaitu tetangga rumah yang disewa Nur, dan saksi yang pertama kali melihat api. Serta, saksi yang tinggal di rumah tersebut.

Hingga sore kemarin sore sejumlah saksi masih dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Tarakan.

“Memang baru 4 saksi yang kami periksa, tapi kemungkinan jumlah saksi yang kami mintai keterangan masih bisa bertambah,” ungkapnya.

 

API SEMPAT KEMBALI MENYALA

Setelah sempat dinyatakan padam, Senin (20/1) sore, ternyata api kembali menyala di lokasi kebakaran Pasar Batu malamnya. Beruntung, api sempat dipadamkan kembali sehingga tak lagi menjalar. Pemkot Tarakan kembali meninjau lokasi kebakaran, kemarin (21/1).

Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto mengatakan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-PMK) Tarakan merangkum ada 467 jiwa yang menjadi korban kebakaran.

Posko tanggap darurat dipusatkan di Masjid Besar At-Taqwa, Sebengkok. “Alhamdulillah, bantuan banyak. Sarapan pagi disediakan Baznaz, dapur umum dari Dinsos pagi dan sore hari. Tanggal 25 Januari ini Baznaz Kaltara dan Gubernur (Dr. H. Irianto Lambrie) akan memberikan bantuan, DPD RI juga akan memberikan bantuan. Saat ini saya sedang menghubungi DPD RI, minimal jangka pendeknya adalah agar warga kita yang mencapai 80 hingga 90 yang beraktivitas kios dapat ditempatkan,” jelasnya.

Rapat koordinasi digelar, Senin (20/1) petang dengan dipimpin Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. Disimpulkan, kios di Pasar Batu akan dialihkan ke pasar lain yang dikelola Pemkot.

“Tapi kalau memungkinkan, semuanya bisa ditampung di Pasar Tenguyun, maka lebih baik. Ini sebagai penataan awal,” katanya.

Dalam hal penataan lokasi Pasar Batu yang baru, Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) akan menyusun rencana perbaikan. “Syukur-syukur nanti kalau bisa seperti pasar tradisional, tapi serasa mal,” tuturnya.

Saat ini, pemerintah sedang membuka komunikasi dengan instansi teknis di tingkat provinsi, agar para korban mendapat santunan berupa permodalan.

“Bentuknya terserah, apakah hibah atau dana bergulir. Yang penting ada modal kerja, apalagi sekarang 80 hingga 90 kios di sini (Pasar Batu), mata pencahariannya pedagang. Otomatis mungkin modalnya habis. Makanya kami minta berupa uang, kami sudah komunikasikan ke DPD, hanya saja belum ada jawaban seperti itu,” ujarnya.

Tahun 1974 Effendhi mengaku telah merantau di Kota Tarakan, saat itu Pasar Batu di Kota Tarakan telah terbangun. Sehingga pasar ini dikatakan pasar lama yang berada di Kota Tarakan. Seperti diketahui, Pasar Batu diresmikan 1973. Merupakan pasar pertama di Tarakan.

Kepala Satpol PP-PMK Tarakan Hanip Matiksan mengatakan bahwa tahun 1970-an, lokasi Pasar Batu merupakan sebuah tempat berjualan sayur dan kebutuhan dasar rumah tangga.

Seiring berjalannya waktu, tahun 1976 Pasar Batu pun menjual berbagai kebutuhan seperti pakaian. Hingga akhirnya Pasar Batu menjadi salah satu pasar yang menjual pernak-pernik dan alat kecantikan.

“Pasar ini paling tertualah sudah,” katanya.

Dalam proses pemadaman, PMK hanya terhalang akses jalan. “Yang kami kerahkan 13 mobil PMK dibantu dari kepolisian, Bandara Juwata, Pelindo, PDAM Tirta Alam dan sebagainya. Semua kalau ditotalkan menjadi 30 mobil,” tuturnya.

Ia pun berharap ke depan ada peremajaan terhadap armada PMK. “Sudah ada usulan. Mudah-mudahan tahun depan ada anggaran dan ada bantuan dari provinsi dan pusat,” pungkasnya.

 

BANTUAN BERDATANGAN

Hingga Selasa (21/1) pagi posko pengungsian korban kebakaran semakin ramai kedatangan bantuan dari berbagai kalangan. Bantuan ini berupa mie instan, beras, susu, obat-obatan, makanan bayi serta peralatan MCK seperti sabun, pasta gigi dan sampo telah disalurkan ke posko pengungsian.

Selain itu, korban juga telah mendapat bantuan ratusan lembar pakaian layak pakai donasi dari masyarakat yang diantarkan secara langsung.

Selain menerima bantuan berupa makanan dan pakaian, di lokasi juga dibuka posko kesehatan.

Camat Tarakan Tengah M. Zainuddin, mengatakan jumlah korban kebakaran yang mengungsi di posko sebanyak 9 kepala keluarga (KK). Banyak korban lainnya memilih ke kerabat atau keluarga lainnya.

“Hingga saat ini tercatat ada 9 KK saja. Jumlahnya memang sedikit karena lebih banyak korban yang menginap di rumah keluarganya,” terangnya, kemarin (21/1).

Bantuan yang terus berdatangan menunjukkan batapa besarnya empati masyarakat terhadap korban bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Ir. Kajat Prasetio mengatakan, untuk memudahkan distribusi bantuan, pihaknya memilah jenis bantuan yang diberikan masyarakat. Hal itu dimaksudkan, agar nantinya korban tidak merasa kesulitan dalam mencari kebutuhan yang dimaksud.

“Bantuan yang masuk kami pisahkan, tidak dicampur. Biasanya kan bantuan yang masuk semua digabung jadi satu. Untuk saat ini kami pisahkan pada bagian masing-masing jadi lebih enak membagikannya. Dan juga mudah menghitungnya. Misalnya untuk bayi, jadi kami bisa memberikan sesuai kebutuhannya,” tuturnya.

 

MEMASAK DUA KALI SEHARI

Di posko tanggap darurat, bantuan dari masyarakat dan instansi terus berdatangan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan dra. Mariyam ditemui di posko tanggap darurat menyampaikan bahwa pihaknya memasak untuk korban kebakaran 2 kali sehari. Sekali masak membutuhkan sekitar 25 kilogram beras. Dapur umum milik Dinsos disiapkan untuk para korban.

“Logistiknya banyak dibantu oleh masyarakat. Sedangkan untuk makanan ringan dan makanan kaleng beberapa disiapkan oleh pihak Dinsos. Untuk saat ini kami masih membutuhkan bantuan untuk stok beberapa hari ke depan. Data dari beras yang tersedia untuk saat ini berkisar 200 kilogram dan darurat bencana diperkirakan 14 hari ke depan,” tuturnya.

Untuk bantuan sembako dengan ketersediaan saat ini masih dirasa belum cukup. Sementara air mineral dipastikan cukup.

“Kami menyiapkan sekitar 500 bungkus setiap kali masak, mengingat banyaknya korban pengungsi dan dan juga semua instansi yang melakukan penjagaan di lokasi kejadian. Saat ini Dinsos hanya menyiapkan satu dapur mobil dan semua perlengkapan masak, bantuan mobil dapur umum yang ada sekarang ini dari Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Dinsos juga bersiaga di lokasi tersebut 24 jam. “Tetapi kami juga melihat kondisi kalau memang korbannya sudah tak di posko lagi. Maka kami juga akan setop, tetapi sampai saat ini kami fokus untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban dulu. Biasanya para korban hanya bertahan sekitar satu minggu dan mereka sudah meninggalkan posko,” tutupnya.

 

KAWAL JANJI PEMKOT

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan Sofyan Udin Hianggio bersama fraksi lainnya yang mengunjungi korban kebakaran mengaku akan mengawal janji Pemkot mengenai tempat tinggal gratis selama 1 tahun.

"Hari ini kami sudah melaksanakan pemantauan, baik di posko pengungsian maupun bekas puing-puing kebakaran. Kami juga akan mengikuti terus terhadap rencana Pemkot yang akan menanggung korban kebakaran dengan menyediakan tempat tinggal gratis selama setahun," tuturnya.

"Ke depannya kami tetap mengupayakan agar masyarakat di sini bisa mendapat bantuan maksimal. Kan kami akan selalu mengawal itu. Semoga masyarakat dimudahkan dalam hal ini," ujarnya.

 

POLDA SIAPKAN AHLI PSIKOLOGI

Polda Kaltara memberikan bantuan trauma healing dan mendatangkan dua dokter ahli psikologi.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengungkapkan, untuk mengantisipasi adanya anak-anak yang terus-menerus mengalami trauma akibat kejadian itu, maka akan ditangani ahli psikologi. “Kami akan berusaha membantu masyarakat yang terkena bencana dan untuk anak-anak yang trauma. Masyarakat korban bencana, pasti akan ada yang trauma terutama anak-anak,” katanya.

Bahkan Kapolda pun langsung mengunjungi tenda pengungsian, untuk melihat langsung korban kebakaran, kemarin (21/1). Ahli psikologi akan berada di lokasi pengungsian selama tanggap darurat berlangsung yaitu 14 hari. Pihaknya akan memastikan semua kondisi masyarakat sudah membaik, berbaur dan berkomunikasi dengan baik.

“Kalau semua sudah membaik dan trauma hilang, baru kami akan mempertimbangkan menarik kembali psikolog,” beber pria yang berpangkat bintang satu ini.

Sebagai bentuk simpati kepada korban kebakaran, Polda Kaltara juga memberikan bantuan ke tiap kepala keluarga. “Ini semua saudara kita yang mengalami bencana dan harus peka,” tuturnya.

Tidak hanya bantuan, pihaknya juga akan menyiagakan personel Polda Kaltara guna membantu korban kebakaran selama berada di pengungsian. Nantinya Polda Kaltara juga akan membuat posko, guna menjaga lokasi kebakaran, agar tidak ada penjarahan.

“Saya minta warga harus waspada, apalagi yang berkaitan dengan api dan listrik. Kalau mau keluar rumah, jangan ada alat elektronik menyala atau malah meninggalkan kompor menyala. Karena hal itu sangat berbahaya,” tutupnya. (zar/shy/agg/*/zac/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 15:07

Jelang Pilkada, Minta Poskamling Diaktifkan

TANA TIDUNG - Menjaga keamanan menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada), Pemerintah…

Selasa, 28 Januari 2020 15:05

Imbau Anak Tak Cukup Umur Tak Bawa Motor

TANA TIDUNG - Kapolsek Sesayap Iptu Su’udi mengimbau para orang…

Senin, 27 Januari 2020 15:26

680 Sertifikat Dibagikan ke Warga

TANA TIDUNG - Masyarakat Tana Tidung  bergembira. Sebabnya, Bupati Kabupaten…

Senin, 27 Januari 2020 15:08

Dikira Penculik Anak, Ternyata Penjual Minyak Urut

TANA TIDUNG - Viralnya berita penculikan anak yang beredar di…

Kamis, 23 Januari 2020 14:13

Jalan Tembus Bebatu-Seputuk Dikeluhkan

TANA TIDUNG - Jalan tembus Desa Bebatu- Seputuk yang dibangun…

Kamis, 23 Januari 2020 14:08

Galang Dana untuk Korban Kebakaran Tarakan

TANA TIDUNG – Musibah kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah dan…

Rabu, 22 Januari 2020 13:54

Olah TKP di Seputar Dapur, Petugas Ambil Sampel di Rumah Nur

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan memperbarui data korban kebakaran di empat…

Senin, 20 Januari 2020 13:36

Cuaca Ekstrem, Waspada Pohon Tumbang

TANA TIDUNG - Cuaca ekstrem, membuat sebagian pemilik rumah khawatir…

Kamis, 16 Januari 2020 14:36

Undunsyah Istikamah di Jalur Parpol

TARAKAN – Dikait-kaitkan akan berpasangan dengan H. Abdul Hafid Ahmad…

Selasa, 14 Januari 2020 10:21

Dua Bangunan Warga Ludes

TANA TIDUNG – Si jago merah kembali menghanguskan satu rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers