MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

ADV

Selasa, 21 Januari 2020 09:28
BPJAMSOSTEK Tegaskan Dana Kelolaannya Aman, Peserta Tidak Perlu Khawatir
Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan Jakarta

PROKAL.CO, JAKARTA -  Mengawali tahun 2020, berita miring terkait pengelolaan dana investasi menerpa beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi.

 

Namun BPJS Ketenagakerjaan atau kini dipanggil BPJAMSOSTEK menegaskan hal tersebut tidak terjadi pada dana peserta yang mereka kelola.

 

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJAMSOSTEK, Irvansyah Utoh Banja, memastikan bahwa status dana peserta BPJAMSOSTEK aman. Bahkan Pemerintah baru mengumumkan kenaikan manfaat BPJAMSOSTEK tanpa penyesuaian iuran, yang di antaranya berupa kenaikan manfaat beasiswa 1350 persen dan total santunan kematian sebesar 75 persen.

 

Utoh menyampaikan hal tersebut dapat dicapai karena pengelolaan dana BPJAMSOSTEK dilakukan berdasarkan regulasi yang ketat dan mengedepankan prinsip governance. 

 

"Penempatan dana BPJAMSOSTEK hanya diperbolehkan pada instrumen dan batasan investasi yang ditetapkan dalam PP Nomor 99 Tahun 2013 dan PP Nomor 55 Tahun 2015, selain itu peraturan dari OJK pada POJK Nomor 1 Tahun 2016 juga membatasi penempatan saham BPJAMSOSTEK seperti pada Surat Berharga Negara (SBN)," terang Utoh.

 

Peserta BPJAMSOSTEK dipastikan dapat bernapas lega tanpa kuatir dana jaminan sosial ketenagakerjaan mereka terganggu, karena BPJAMSOSTEK dalam operasionalnya selalu diawasi oleh lembaga pengawas yang kredibel seperti BPK, OJK, KPK, dan KAP (Kantor Akuntan Publik) dan selalu meraih opini Wajar Tanpa Pnegecualian (WTP). 

 

Selain itu, sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan juga memantau langsung kegiatan operasional, termasuk perihal penempatan dana investasi.

 

Hasil pengawasan lembaga-lembaga tersebut juga segera ditindaklanjuti dan dilaporkan langsung kepada Presiden RI.

 

"Strategi investasi yang kami lakukan selalu mengutamakan hasil yang optimal untuk peserta dengan risiko yang terukur dengan tidak mengesampingkan prinsip good governance dan kehati-hatian," tutur Utoh. 

 

Utoh mencontohkan, ketika BPJAMSOSTEK mulai melihat kecendrungan pasar saham menjalani koreksi, pihaknya mulai memperbesar alokasi pengembangan dana pada instrumen yang bersifat fixed income dalam bentuk SBN dan Deposito. Dimana untuk instrument deposito 97 peraen ditempatkan pada Bank Pemerintah. 

 

"Saat ini, total dana kelolaan BPJAMSOSTEK sebesar Rp 431,7 triliun, yang meningkat sebesar 18,3 persen dari kelolaan dana tahun lalu. Alokasi dana tersebut pada Surat Utang sebesar 60 persen, saham 19 persen, deposito 11 persen, reksadana 9 persen, dan investasi langsung 1 persen", tambahnya.

 

Utoh menjelaskan, terkait penempatan dana pada instrumen saham mayoritas merupakan saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen. Namun ada juga saham yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara lain saham PGAS dan ANTM. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2 persen besarannya dari total portofolio saham BPJAMSOSTEK.

 

"Kami pastikan BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Penempatan dana juga dilakukan secara selective buy dengan memperhatikan fundamental yang baik dari masing-masing emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang dikategorikan gorengan," tegas Utoh

 

Kinerja pengelolaan portolofolio saham BPJAMSOSTEK selama tahun 2019 menunjukkan return total mencapai 7,6 persen atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang mencapai 1,7 persen.

Dengan kinerja portofolio saham seperti di atas, Utoh berharap masyarakat dapat meyakini dana BPJAMSOSTEK aman dan akan selalu berusaha untuk transparan.

 

"Bentuk transparansi yang kami lakukan seperti menyajikan laporan keuangan dan laporan pengelolaan program hasil audit kepada publik," jelasnya.

 

Menilik kinerja BPJAMSOSTEK pada tahun 2019 yang lalu, sebesar Rp 73,3 triliun penambahan iuran dibukukan meningkat sebesar 12,3 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk pembayaran klaim jaminan sebesar Rp 29 Trilyun atau meningkat sebesar 17,5 persen. Melalui strategi pengelolaan dana yang tepat, hasil investasi tahun 2019 telah mencapai Rp29,2 Triliun atau tumbuh 6,9 persen dari tahun sebelumnya.

 

"Hasil positif ini diraih tentunya karena peran serta seluruh elemen ditambah dengan dukungan dari pemangku kepentingan di tengah tantangan pasar saham yang bergejolak. Semoga dengan hasil positif ini juga mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memberikan kepastian keamanan dana peserta," pungkas Utoh. (adv/dc/nri)

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Februari 2020 21:49

SIP Kaltara Ikuti Smart Award SIP Indonesia Ke-3

JAKARTA - Bentuk apresiasi kepada Smart Preneur atas kerja  kerasnya,…

Senin, 17 Februari 2020 06:37

AHY Jendral Rakyat

TARAKAN - Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP)…

Senin, 17 Februari 2020 06:36

PT Wira Ariandi Utama Kandidat Paritrana Award 2019

PERUSAHAAN PT. Wira Ariandi Utama menjadi kandidat utama Paritrana Award…

Jumat, 14 Februari 2020 22:38

Praktik Kebidanan Komunitas di Kelurahan Selumit Pantai Capai Target

TARAKAN - Kegiatan praktik kebidanan komunitas yang dilaksanakan sekira 60…

Kamis, 13 Februari 2020 09:26

PT Hutan Hijau Mas Ketiga Kalinya Terima Penghargaan di Customs Award 2020

TARAKAN - PT Hutan Hijau Mas kembali menerima penghargaan Tarakan…

Rabu, 12 Februari 2020 23:53

Alihkan ke BPJamsostek, Manfaat Tidak Berkurang

JAKARTA - Sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2011…

Selasa, 11 Februari 2020 22:53

Bayar Klaim Rp 68,4 Miliar Selama 2019

TARAKAN - Dari yang disampaikan sepanjang tahun 2019, Badan Penyelenggara…

Jumat, 07 Februari 2020 20:43

Paparkan Hasil Kajian dan Pengumpulan Data Lapangan

TARAKAN - Mahasiswi Jurusan Kebidanan Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang…

Rabu, 05 Februari 2020 13:33

Ketua Dewas: BPJAMSOSTEK Tetap Tumbuh Dalam Situasi Ketidakpastian

JAKARTA - Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), Guntur Witjaksono,…

Rabu, 05 Februari 2020 07:13

Awasi Investasi BPJAMSOSTEK, KPK Tidak Temukan Kerugian

JAKARTA -  Maraknya informasi mengenai kondisi investasi Industri Asuransi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers