MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 20 Januari 2020 13:02
Bakal Calon Gubernur Mencari Wakil

PROKAL.CO, SEJUMLAH bakal calon gubernur (bacagub) tengah menimbang siapa yang akan mendampingi di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2020. Misalnya di tim Dr. H. Irianto Lambrie, ada 4 nama yang menguat. Masing-masing H. Irwan Sabri, Andi M. Akbar, Ahmad Usman, dan dr. H. Jusuf SK.

Figur lain, H. Udin Hianggio yang bulat untuk maju sebagai cagub masih tertarik pada dua sosok yang diinisialkan U dan Y.

Juru bicara Dr. H. Irianto Lambrie, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, mengatakan belum ada nama lain selain keempat nama tersebut. “Soal deadline (batas waktu) penentuan wakil ini di bulan 2 (Februari), karena partai sudah meminta para figur mengusulkan wakilnya,” terang Ricky, kemarin (19/1).

Komunikasi yang semakin intens antara Irianto dan Jusuf SK, kata dia, juga belum menghasilkan kesepakatan apakah akan berpasangan. Silaturahmi bertajuk ‘pertemuan adik-kakak di Jakarta’ dua pekan lalu masih akan ditindaklanjuti masing-masing pihak.

“Mengenai pertemuan selanjutnya belum ada agenda,” katanya.

Ricky juga tak menampik, jika komunikasi ke internal dewan pimpinan pusat (DPP) masing-masing parpol semakin intens. Beberapa parpol bahkan telah menginformasikan akan mengundang figur untuk menjalani fit and proper test. “Seperti PKB, me-report (mengabarkan) ke kami. Akhir Januari atau awal Februari ini,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu beberapa hasil parpol yang masih melakukan penjaringan. Menurutnya, soal wakil akan diumumkan pada waktu yang tepat. Bisa saja, sembari membaca strategi figur lainnya.

“Kalau soal lawan, itu sudah pasti (dipertimbangkan). Karena ini kompetisi. Penilaian soal wakil ada di internal kami. Ini menjadi kunci soal siapa yang akan digandeng. Kami belum bisa buka, karena memang masih survei,” ujarnya.

 

 

Tim H. Udin Hianggio, Sukma Ardiansyah membeberkan jika penentuan wakil oleh pihaknya melalui tiga tahapan. Pertama, menerjunkan tim khusus di lima kabupaten/kota, yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Tahap kedua, dalam waktu dekat yakni survei internal. “Nanti, hasil dari ini semua, kepada partai politik pengusung untuk dijadikan salah satu pertimbangan,” ujar Sukma kepada Radar Tarakan.

Ia menjelaskan, jika pria yang masih menjabat sebagai wakil gubernur Kaltara itu tertarik pada beberapa figur. “Beliau sudah berkomunikasi politik dengan beberapa tokoh. Pak H. Udin tidak punya halangan yang berarti dalam komunikasi. Seperti pernah disampaikan, U, Y dan I. Seiring waktu berjalan tinggal U dan Y. Belum ada kesepakatan. Kami sebatas memberi pertimbangan,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan, jika pihaknya tengah menunggu komunikasi parpol. “Mungkin salah satunya bagian dari tahapan itu, parpol menunggu figur menyampaikan calon wakil. Kami survei dulu. Selain nama-nama lain, ada ketertarikan ke dua nama ini (U dan Y),” kata Sukma sembari menegaskan inisial tersebut.

Menurutnya, soal kriteria wakil merujuk pada kriteria pada umumnya.

“Pasangan yang diinginkan Pak Haji (H. Udin Hianggio), yakni pasangan yang akan diperlakukan sebagai partner atau rekan kerja. Beliau beberapa kali menyampaikan, “Saya akan memperlakukan wakil saya sebagai partner, mitra kerja, bukan sebagai bawahan”. Kapan kami akan mengumumkan wakil ini, sekira 1-2 bulan lagi. Sambil melihat dinamika politik yang ada,” jelasnya.

 

KADER BERDASAR SURVEI

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kaltara Norhayati Andris mengatakan DPP PDIP masih membaca survei terhadap para figur. Ia juga mengungkap jika penjaringan yang dilakukan PDIP di awal, salah satu alasannya untuk melihat dinamika politik di Kaltara.

“Kami juga ingin melihat yang benar-benar ingin menjadi kepala daerah, yang ingin diusung kepala daerah itu harus sesuai dengan keinginan dan tujuan partai. Sampai hari ini, kami di rakernas ada wacana menerbitkan rekomendasi tahap I. Sudah disebut beberapa daerah yang akan menerima rekomendasi dari Ibu Megawati Soekarnoputri. Karena padatnya materi yang disampaikan kepada kader, tidak ada ruang dan waktu menyampaikan itu,” ungkap Norhayati soal pengumuman yang tertunda.

Terkait nama bakal calon dari PDIP telah diserahkan ke DPP. Menurut Norhayati, tahapan selanjutnya yakni merumuskan nama berdasarkan hasil survei.

“Seluruh survei bakal calon sudah berada di Jakarta juga. Nanti ke depannya, apakah balon ini di-interview (wawancara), ada pada DPP. Kita enggak tahu dari 11 orang ini mengerucut berapa. Dalam waktu dekat kami akan dipanggil. Tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan instruksi. Kami juga menunggu untuk tahapan selanjutnya. Namun, Selasa ini, dari DPD PDIP Kaltara, juga akan melakukan rapat internal dari seluruh struktur di lima kabupaten/kota. Ditambah dengan fraksi. Seharusnya DPR RI juga kami undang, Pak Deddy (Ir. Deddy Hanteru Sitorus), cuma beliau lagi berhalangan,” ungkapnya.

Soal rekomendasi akan diumumkan dalam waktu dekat. PDIP juga ingin berkonsolidasi dengan kader mengenai nama calon yang akan diusung.

“Selama ini, ketika rekomendasi keluar, pasti sudah klop dengan nama wakil. Pasti tidak pernah 1 nama, pasti sudah dengan wakilnya. Saat ini calon berkomunikasi dengan DPP, kalau ingin cepat mendapatkan perhatian, dia sudah datang membawa partai koalisi. Menyatakan partainya, dan koalisinya, bisa juga bawa wakil. Dari PDIP juga menentukan wakil. Jadi, bawa partai dulu. Ketika melamar, dia sudah siap. Nama-nama bakal wakilnya, tapi tentu PDIP juga punya pilihan. Apakah kader atau di luar kader, dan apa konsekuensinya,” urai Norhayati mengenai keinginan PDIP mendorong kadernya.

“Selama ini Ibu (Megawati Soekarnoputri) minta kader, kalau bukan kader harus dikaderkan. Bukan seragam lagi, tapi kartu tanda anggota. Karena yang diinginkan pemimpin yang benar-benar solid dan memperjuangkan apa yang diinginkan partai,” tambahnya.

“Kalau kader kami yang potensial, Pak Jhonny Laing Impang, atau Datu Yasir Arafat,” tambahnya.

Sebelumnya, DPW Nasdem Kaltara usai penjaringan akhir Desember 2019 lalu telah mengusulkan 3 nama ke DPP Nasdem, yakni Dr. H. Irianto Lambrie, dr. H. Jusuf SK dan Dr. Muh. Yunus Abbas.

Nasdem tak memperlakukan khusus figur tertentu. Pun jika di dalamnya ada kader yang berpeluang meraih hati DPP.

Proses menentukan calon wakil yang diusung mengikuti arahan DPP. Lazimnya di internal Nasdem, calon wakil diserahkan sepenuhnya ke calon gubernur atau bupati/wali kota. “Tetapi perlu diskusi dan pendapat dari DPW dan DPD. Kalau di Nasdem, pengalaman saya waktu mengusung pemilukada, wakil itu diserahkan ke calon gubernur atau calon bupati atau calon wali kotanya. Tetapi sebaiknya, calon wakil gubernur itu yang bisa menambah elektabilitas. Meningkatkan kemungkinan potensi kemenangan,” terangnya. (lim)

 

PERINDO PUNYA TIGA NAMA

DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kaltara memiliki tiga nama yang bersaing merebut rekomendasi partai. Tiga nama yang tak asing yakni petahana Dr. H. Irianto Lambrie, dr. H. Jusuf SK dan Dr. H. Undunsyah.

Bendahara Umum DPW Perindo Kaltara H. Mohammad Saleh menyampaikan, proses penjaringan yang dilakukan DPW Perindo Kaltara sementara berjalan. “Di Perindo yang daftar ada 3 nama dan bisa berkembang karena saat ini masih proses,” ucap H. Mohammad Saleh kepada Radar Tarakan, kemarin (19/1).

Sehingga, untuk memastikan rekomendasi DPW Perindo Kaltara masih menunggu dari DPP Perindo. Dikarenakan, masih melihat siapa sosok yang tepat dari sejumlah nama yang mencuat bakal maju untuk diberikan rekomendasi Perindo.

Dan proses mekanisme sudah dijalankan DPW Perindo Kaltara. Kemudian, Perindo saat ini belum melakukan rapat pimpinan nasional (rapimnas) dan sejumlah pertemuan lainnya. Namun, yang pasti proses penjaringan sudah dilakukan. Sehingga, rekomendasi dukungan dari DPP ke DPW dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo belum diberikan.

“Sedangkan keputusan belum dapat disampaikan karena masih menuggu DPP Perindo. Karena saat ini masih melihat calon dan Perindo Kaltara memiliki satu kursi di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kaltara,” ungkap mantan ketua KONI Bulungan ini.

Partai yang didirikan Hary Tanoesodibjo mampu mengantarkan 7 kader Perindo untuk duduk di DPRD se-Kaltara. Dengan rincian, DPRD Kaltara 1 orang, DPRD Bulungan 2 orang, DPRD Malinau 2, DPRD Tarakan 1 dan DPRD Nunukan 1. “Belum ikut (pileg sebelumnya) dan saat muncul masyarakat mempercayakan 7 orang untuk menjadi wakil rakyat,” tambahnya.

 

SIAP KALAU WAKIL IRIANTO

Dr. Irianto Lambrie selalu menyatakan ciri-ciri pendampingnya sebagai wakil untuk maju di Pilgub Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini harus lebih muda darinya.

Dari pernyataan itu, beberapa figur muda pun bermunculan. Belakangan ini muncul lagi satu nama, yakni Achmad Djufrie yang diisukan bakal digandeng Irianto.

Achmad Djufrie menegaskan, dalam hal menentukan sikap atas itu, ia mengikuti dan tunduk terhadap kebijakan partai. Artinya, jika partai bersedia dan setuju dirinya menjadi wakil, maka ia akan siap mendampingi Irianto.

"Saya siap dengan aturan yang ada. Karena kami juga bisa bekerja sama dan sudah mengerti antara yang satu dan yang lainnya," ujar sekjen Partai Gerindra Bulungan ini, Minggu (19/1).

Namun, jika ada figur lain yang ingin menggandengnya sebagai calon wakil, ia belum siap. Tapi, jika berpasangan dengan Irianto, ia menegaskan sudah siap 100 persen. "Tapi kita lihat nantilah seperti apa perkembangannya. Jika memang akan digandeng Pak Gubernur (Irianto), saya siap, meskipun konsekuensinya harus PAW (pengganti antar waktu)," tegas ketua Komisi IV DPRD Kaltara ini.

Sementara, Ingkong Ala mengaku hingga kini belum menentukan sikap akan melanjutkan karier politiknya ke mana. Apakah maju di Pilgub Kaltara, Pilbup Bulungan, atau Pilbup Malinau. "Nanti dilihat seperti apa perkembangannya," sebut politisi Partai Hanura ini. 

Ketua DPD Hanura Kaltara ini mengatakan, untuk penjaringan di Hanura, sementara ini pihaknya masih menunggu arahan dari DPP.

"Kami siap jalanan perintah. Kalau ada izin DPP, langsung jalan. Saat ini belum terlambat, masih lama. Kan Juni nanti baru pendaftaran," sebut pria yang juga menjabat sebagai wakil bupati Bulungan ini.

Disinggung soal Hanura yang juga menduduki kursi pimpinan di DPRD Kaltara periode 2019-2024, apakah akan mengusung kader di Pilgub Kaltara, ia mengatakan semua itu tetap kembali kepada kebijakan DPP. "Tentu dilihat seperti apa hasil surveinya nanti. Kalau tidak bisa nomor satu, kita di nomor dua. Kalau tidak bisa di nomor dua, sebagai pengusung. Tapi sementara ini kita masih berproses," pungkasnya.

 

EMPAT NAMA BALON PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya resmi menyerahkan empat nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada Sabtu (18/1).

Ketua Penjaringan Pilkada DPW PKB Kaltara Muhammad Samir mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah menyambut 8 figur yang mengambil formulir ke sekretariat PKB pada Desember 2019 lalu. Delapan nama tersebut ialah, Irianto Lambrie, dr. H. Jusuf SK, H. Udin Hianggio, Dr. H. Undunsyah, H. Abdul Hafid Ahmad, H. La Tinro La Tunrung, Ibnu Saud dan Ahmad Usman. Di antara 8 figur tersebut, dua diantaranya adalah kader PKB, yakni Dr. H. Undunsyah dan Ahmad Usman, sedang 6 di antaranya merupakan eks kader PKB.

Akan tetapi, dalam perjalannya, Samir mencatat hanya 4 orang yang mengembalikan berkas tepat pada waktu yang telah ditentukan, yakni Dr. H. Irianto Lambrie, H. Udin Hianggio, dr. H. Jusuf SK, dan Dr. H. Undunsyah.

“Kami tidak tahu alasan yang lain, tapi yang pasti kami sudah memberi informasi kepada tim maupun calon secara langsung, tapi ternyata sampai kepada hari penutupan pengembalian berkas, 4 orang lainnya tidak mengembalikan formulirnya,” ujarnya.

“Kami sampaikan berkas penjaringan ini kepada Abdul Halim Iskandar, yakni Menteri Desa PDTT selaku koordinator Desk Pilkada DPP PKB Kaltara pada hari Sabtu lalu,” ucapnya.

Samir menegaskan bahwa PKB dalam hal penjaringan merupakan sebuah partai yang netral, baik terhadap kader maupun nonkader. “Saya tegaskan, PKB tidak berat sebelah. Kader atau bukan kader tetap sama-sama berpeluang diusung oleh PKB. Itu saja,” tegasnya.

Sementara itu, Tim Penjaringan Dr. H. Undunsyah Laode Ali mengatakan bahwa dalam hal penjaringan PKB, meski Undunsyah memang seorang kader, namun dalam hal ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PKB tentang siapa yang akan diusung PKB.

“Di PKB itu kan sama semua, semuanya punya hak. Apa pun yang diputuskan DPP PKB, maka kami akan tetap mengikuti aturan DPP, makanya kami tetap mengikuti penjaringan,” ujarnya. (akz/iwk/shy/lim)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:41

Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

TANJUNG SELOR – Stok rapid test yang diterima Pemerintah Kabupaten…

Senin, 06 April 2020 14:40

Pembangunan Pasar Modern Masuk Tahap Akhir

TANJUNG SELOR - Ditengah pademi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara…

Senin, 06 April 2020 14:37

TPA Km 9 Segera Difungsikan

TANJUNG SELOR - Sempatmendapat tolakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan…

Senin, 06 April 2020 14:36

Personel Polri Dilarang Mudik

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan personel tidak…

Senin, 06 April 2020 13:13

Tingkat Hunian Turun, Hotel Tutup

TANJUNG SELOR - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di…

Senin, 06 April 2020 11:31

Bikin Heboh..!! Peta Zona Merah Covid-19 Tersebar, Begini Kata Kominfo

TANJUNG SELOR - Munculnya informasi yang beredar di mediasosial (medsos)…

Senin, 06 April 2020 11:26

Pemprov ‘Suntik’ Rp 20 Miliar

TANJUNG SELOR – Berbagai aktivitas di lingkungan pemerintahan jadi terhambat…

Senin, 06 April 2020 11:21

Disdukcapil Siapkan Rp 400 Juta untuk Alat Rekam Portabel

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui…

Jumat, 03 April 2020 12:35

Belum Siapkan Pemakaman Khusus untuk Pasien yang Meninggal karena Corona

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan…

Jumat, 03 April 2020 12:32

Polisi Bongkar Penjualan APD dengan Harga Tak Wajar

TANJUNG SELOR – Ada saja yang dilakukan PT DMS, penyedia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers