MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Sabtu, 18 Januari 2020 14:07
Sebar Virus Literasi, Target Dirikan 10 Taman Baca di Pelosok

Cerita Mahir, Si Penjelajah Nusantara Menggunakan Sepeda (Bagian 2)

PERJUANGAN: Mahir si penjelajah Nusantara dengan menggunakan sepeda harus berjuang seorang diri ketika sepeda yang dikayuhnya rusak.

PROKAL.CO, Selain ingin tahu bagaimana Indonesia lebih dekat. Muhammad Mahir Abdulloh, pria asal Ibu Kota Jakarta ini di dalam Ekspedisi Penjelajahan Nusantara (EPN), juga memiliki sebuah misi yang mulia di baliknya.

 

RACHMAD RHOMADHANI

 

MASIH dalam perbincangan santai kepada pewarta, Mahir menjelaskan bahwa tujuan lain dilakukannya ekpedisi yang sebagian orang menganggap ‘gila’ tersebut. Justru tidak bagi dirinya, ia hanya berprinsip berbuat sesuatu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Tentu, saya tak ingin penjelajahan ini sia-sia. Dan memang sejak awal memang harus ada membuahkan hasil yang positif di baliknya,” ungkapnya kepada pewarta yang ditemui di Palang Merah Indonesia (PMI) Tanjung Selor.

Misi di balik ekspedisi itu yaitu bagaimana dirinya dapat menyebarkan virus literasi. Kemudian, sekaligus dalam ekspedisinya itu bersama masyarakat untuk bagaimana dapat membuat sebuah taman bacaan.

“Tekad itu memang saya bulatkan. Saya menjadi seorang relawan literasi. Apalagi, saat kuliah memang mengambil jurusan konseling. Sehingga demi mewujudkan impian dalam menyebarkan pendidikan dan gerakan literasi. Maka, ekspedisi itu pun saya lakukan sampai pada titik ini,” jelas pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1995 ini.

Lanjutnya kembali, mengenai berapa target taman baca yang akan dibangunnya bersama masyarakat. Mahir menyebutkan bahwa setidaknya akan ada 10 taman baca di Indonesia. Khususnya, taman baca itu yang ada di wilayah terpencil. Tentunya, tak ada akses buku bacaan selaiknya di perpustakaan.

“Tentu prihatin melihat mereka yang memiliki semangat. Tapi, kurang didukung dengan fasilitas. Itulah mengapa tekad untuk bersama membangun taman bacaan. Setidaknya ada 10 taman bacaan yang ada dalam ekspedisi selama dua tahun ini,” bebernya.

Dari penjelajahan yang sudah dilaluinya, setidaknya sudah ada 4 taman bacaan yang dibangunnya. Tepatnya, dua di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dua di Papua.

“Artinya, masih ada 6 taman bacaan lagi yang akan dibangun. Mudah-mudahan di sisa 15 provinsi nantinya ada wilayah yang cocok dijadikan taman bacaan seperti 4 sebelumnya,” harapnya.

Ditanya mengenai kendala dalam menjalankan misinya tersebut? Mahir mengatakan bahwa secara umum dari empat taman bacaan yang berdiri itu tak ada kendala apapun. Termasuk, masalah pengiriman buku-buku yang saat itu pun dibantu dengan rekan-rekannya di Jakarta.

“Kita fleksibel saja dalam membangun taman bacaan. Kayu-kayu sebagai bahan bisa ambil di hutan. Atau paling tidak memanfaatkan pos kamling, sehingga itu akan memiliki dua fungsi,” bebernya.

Meski, tambahnya, tak ditampik bahwa pada 2019 lalu terdapat sedikit permasalahan. Yaitu perihal pengiriman buku-buku ke taman bacaan yang sedikit rumit. Alhasil, sementara dihentikan dulu pengiriman sekaligus pencarian buku-buku bagi taman bacaan. “Mudah-mudahan ke depan itu tak terjadi lagi. Sehingga target 10 taman baca tercapai,” ucapnya. (***/eza)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers