MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Januari 2020 11:10
Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor
Genangan usai hujan melanda Tarakan.

PROKAL.CO, TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20) dini hari kemarin, menyebabkan banjir di sejumlah titik. Durasi hujan yang lama membuat debit air sejumlah ruas jalan yang ada di Tarakan tergenang. Hal itu diperparah dengan pasang air laut yang menahan arus air menuju laut. Bahkan, hujan juga menyebakan longsor di beberapa wilayah.

Sahdan, Ketua RT 11 Kelurahan Karang Balik menuturkan, bahwa setiap kali turun hujan meski durasinya tidak lama, daerah Karang Balik terutama RT 11 akan mengalami banjir. Hal ini dikarenakan drainase yang dangkal dan kecil, sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar. Akibatnya, ketika hujan dengan durasi sekitar satu jam saja akan terjadi banjir.

Ia mengungkapkan, wilayahnya seakan jadi tampungan air dari beberapa RT di daerah Karang Balik. Karena RT 11 memiliki sungai besar yang langsung menuju ke laut. “Awalnya sungai yang ada di RT 11 pada tahun 90-an kedalaman sungai sekitar 2 meter, dan tidak pernah terjadi banjir di daerah Karang Balik,” bebernya.

“ketika memasuki tahun 2000-an ke atas sudah mulai terjadi banjir sampai sekarang, kedalaman parit yang ada sekarang hanya berkisar 30 sentimeter. Jadinya ketika terjadi hujan dengan durasi minimal satu jam pasti akan terjadi banjir,” sambungnya lagi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, dikatannya juga sudah sering meninjau daerah Karang Balik terutama RT 11, tetapi belum ada realisasi yang dilakukan dalam menanggulangi banjir yang terjadi di daerah tersebut. Bahkan dari kelurahan juga sudah pernah meninjau, bahkan pemerintahan sebelumnya sudah pernah melakukan pengerukan di daerah sungai tersebut, tetapi pengerukan yang dilakukan hanya berkisar 100 meter. Ia menilai, seharusnya dilakukan sampai ke hilir sungai.

Ancaman banjir ketika hujan membuat warganya sudah terbiasa dengan banjir. Jadinya kebanyakan rumah yang ada di daerah Karang Balik menggunakan tanggul sebagai penghalang banjir agar tidak memasuki rumah mereka. Genangan air seperti yang terjadi kemarin membuat beberapa RT yang ada di Kelurahan Karang Balik ikut terendam air, sedangkan untuk menunggu surutnya, warga harus menunggu waktu sekitar 3 jam agar dapat surut.

Selain itu, pihaknya juga sudah sering menyampaikan ke pihak terkait untuk dilakukan sedimentasi, penggunaan alat berat menjadi salah satu pendukung untuk dilakukan pengerukan pasir yang ada di sungai tersebut. Jika hanya menggunakan tenaga manusia sangat sulit karena padatnya tumpukan pasir yang mengakibatkan pendangkalan pada parit yang ada saat ini.

Dikatakannya, daerah karang balik merupakan salah satu daerah pendidikan karena terdapat beberapa sekolah, serta dapat terkena dampak dari banjir. Sebab banyak orang tua tidak bisa melewati genangan air yang tinggi dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Salah seorang warga yang tiap hari melintasi jalan tersebut, Saroh menyampaikan, dirinya harus mencari jalan lain ketika mengantar anaknya ke sekolah.

“Karena jalan yang ada di Karang Balik tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, ketinggian banjir yang berkisar 30 sentimeter ketika banjir, jadinya butuh waktu lama untuk sampai ke sekolah, karena jalan yang tergenang merupakan salah satu akses utama saat menuju sekolah di daerah tersebut,” tutur Saroh.

Jalan Ditutup Roda Empat

Rawannya kejadian longsor di beberapa titik Kelurahan Mamburungan Timur menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar. Itu disebabkan karena sebagian besar jalan umum berada di lereng perbukitan. Selain itu, saat ini terdapat cukup banyak jalanan yang mengalami keretakan yang dipercaya sebagai adanya tanda-tanda longsor di wilayah tersebut.

Salah satunya ialah pada jalan umum yang terletak di RT 9, Kelurahan Mamburungan Timur. Saat dikonfirmasi, Hamdan Siba, Ketua RT 9 menerangkan, sedikitnya terdapat 3 titik tanda-tanda longsor yang kerap menghantui masyarakat. Satu di antaranya adalah terletak pada jalan umum yang merupakan jalanan yang dilalui masyarakat Kelurahan Mamburungan Timur. Ia menjelaskan, semakin hari kondisi keretakan pada jalan itu semakin mengkhawartirkan yang ditandai semakin melebarnya keretakan pada badan jalan.

"Ada tiga titik seingat saya. Dua titik di gang permukiman, satunya di jalan umum. Yang di jalan umum ini sangat berbahaya sekali, setiap hujan keretakannya semakin lebar. Takutnya pas hujan dilewati kendaraan longsornya terjadi," ujarnya, kemarin (16/1).

Dengan kondisi yang kian parah, sehingga ia bersama warganya memilih untuk menutup jalan tersebut untuk kendaraan roda empat. Hal itu dilakukan demi keselamatan masyarakat yang melintas. Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya cukup aktif melaporkan hal tersebut kepada pihak Kelurahan Mamburungan Timur. Meski demikian, menurutnya belum ada kejelasan penanganan agar segera dilakukan pembenahan.

"Ini retaknya sudah dekat rumah warga yang di pinggir jalan. Ini tidak bisa kalau tidak dibongkar ulang dan dipasang besi cor besar. Karena kalau dilapisi saja, lama-lama itu bisa retak lagi," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Mamburungan Timur Wanton Bali Asri menuturkan telah melakukan konfirmasi bersama dinas terkait dalam menindaklanjuti keresahan masyarakatnya. Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan perbaikan dapat dilakukan.

"Memang semakin hari kondisinya semakin mengkhawatirkan. Kami sudah berkomunikasi dengab dinas terkait dalam menindaklanjuti ini. Termasuk saat melihat jalan yang longsor. Tapi belum bisa dipastikan kapan perbaikan ini dilakukan. Karena jalan ini merupakan jalan umum, jadi ini sudah menjadi bagian dinas terkait," tuturnya.

Ia mengakui, jalan tersebut diprediksi dapat runtuh kapan saja. Namun, ia menjelaskan jika pihak kelurahan memiliki kapasitas terbatas dalam hal perbaikan. Sehingga, menurutnya ini perlu menjadi prioritas daerah.

"Memang ini sudah seharusnya menjadi perhatian bersama. Karena kami hanya bersifat pelaporan dan pengajuan selanjutnya menunggu tindak lanjut penanganan fisik. Untuk penggaran fisiknya itu pada bidang terkait di pemerintah daerah. Oleh karena itu kami terus melaporkan perkembangan kondisinya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Ir. Kajat Prasetio mengimbau agar masyarakat dapat lebih waspada saat melintasi jalan tersebut, khususnya dalam kondisi hujan. Karena menurutnya, jalan tersebut bisa runtuh di saat yang tidak terduga.

"Sebaiknya masyarakat agar lebih berhati-hati melintasi jalan tersebut. Mengingat semakin parahnya kondisi jalan sehingga pengendara harus selalu waspada," imbaunya. (agg/*/zac/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 14:32

Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:29

Awang Beri Bantuan karena Merasa Senasib

TARAKAN - Mantan Gubernur Kalimantan Timur 2008-2018  Dr. H. Awang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:27

Karena Ruang Pendingin Ikan Belum Sesuai Fungsi, Begini Jadinya...

TARAKAN- Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan masih…

Kamis, 27 Februari 2020 14:26

Pantai Amal Dipercantik Pemkot, Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:25

Gerindra Pesimistis Usung Kader di Pilgub

TARAKAN – Hasil rapimnas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akhir…

Senin, 24 Februari 2020 15:26

Pengemudi Tiba-Tiba Pusing, Hajar Dagangan Warga

TARAKAN – Diduga di luar kendali, sebuah mobil Toyota Rush…

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers