MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Januari 2020 11:07
Salah Input Data KIS, Kadir Dinyatakan Meninggal Dunia
ilustrasi

PROKAL.CO, NUNUKAN – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bernama Kadir, warga Desa Binusan yang juga pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) dibuat heran dengan pendataan BPJS Kesehatan. Sebab, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan menerima data jika KIS miliknya telah dinyatakan meninggal dunia pada 2017 silam.

Padahal, Kadir sendiri masih hidup dan sedang mengidap penyakit kanker prostat. Ia pun harus menjalani perawatan di RSUD Nunukan dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan aktif miliknya. Kadir sendiri sudah masuk ke RSUD Nunukan sejak Rabu (15/1) dan harus keluar dari RSUD Nunukan Kamis (16/1), lantaran khawatir biaya di RSUD Nunukan membengkak karena terdaftar pasien tunai atau mandiri.

Sementara itu, Ketua RT 11 Desa Binusan, Sape yang melakukan kepengurusan dokumen Kadir juga kaget. Ketika pihak keluarga memberitahukan kepadanya BPJS Kesehatan milik Kadir sudah tidak aktif karena terdata telah meninggal dunia.

“Ya, saya heran saja, masa warga saya itu BPJS Kesehatan-nya dibilang sudah tidak aktif karena sudah meninggal, padahal orangnya ada itu, masih ada, sedang sakit, dirawat di rumah sakit. Kadir ini warga saya, yang punya KTP Nunukan dan terdata sebagai warga miskin penerima KIS bantuan Kementerian Sosial,” ujar Sape kepada pewarta harian ini.

Karena penasaran atas data tersebut, Sape bahkan datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan untuk memastikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Kadir. Dari data pihak Disdukcapil, Kadir tidak pernah dibuatkan riwayat meninggal dunia.

Kadir yang menjadi pasien tunai pun khawatir akan biaya perawatan dan pengobatannya di pasien kelas III RSUD Nunukan. Mendapatkan persetujuan dokter untuk keluar dahulu guna mengurus BPJS, Kadir pun meminta kepada Sape untuk keluar dahulu dari RSUD Nunukan.

“Jadi terpaksa kita keluar dulu karena takut biayanya nanti semakin besar kalau lama di RSUD. Saat keluar, kami dibebankan biaya RSUD sebesar Rp 1,7 juta lebih. Karena pasien orang tidak mampu, saya sendiri yang membantu pasien membayar dan akhirnya kita keluar,” beber Sape.

Dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Nunukan, Yuliarsih Sahar ternyata juga sudah mengetahui persoalan tersebut. Atas hal itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hasil koordinasi pun disampaikan BPJS Kesehatan Bulukumba, di mana kematian Kadir, dilaporkan oleh sang istri yang bernama Sidar. Dari data ini, BPJS Kesehatan Nunukan menduga adanya kesalahan input data pada nama yang sama.

“Ya, jadi setelah kita cek, istri Kadir ini ada di Nunukan. Namanya Satti Ode, bukan Sidar. Jadi kesimpulannya kesalahan pada pendataan saja, terkait mutasi kematian Kadir sebagai peserta KIS. Ada kemungkinan, namanya sama,” terang Yuliarsih.

Dengan begitu, pihaknya langsung ambil tindakan cepat dengan kembali mengaktifkan KIS dan kartu BPJS Kesehatan Kadir. Nantinya BPJS Kesehatan akan mengklaim pembayaran yang dilakukan pihak keluarga. “Jadi kartu yang aktif, sudah kami serahkan ke keluarga. Nantinya terkait biaya yang dikeluarkan keluarga, akan diklaim atas kartu yang aktif, kita akan jelaskan ke pihak RSUD, supaya pasien tidak terbebankan,” jelas Yuliarsih. (raw/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 14:36

H Danni Yakin Dapat Rekomendasi Demokrat

NUNUKAN – Meski Partai Demokrat belum memutuskan siapa kader yang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:34

Jelang Ramadan, Kuras Seluruh IPA PDAM

NUNUKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan kembali melakukan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:28

Warga Diimbau Hemat dan Tampung Air

NUNUKAN – Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan mengimbau…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:23

Nelayan Rumput Laut Diminta Jaga Kualitas

NUNUKAN – Pembudidaya rumput laut harus menjaga kualitas. Ini demi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:59

Embung Kering, Warga Keluhkan Tak Dapat Air

NUNUKAN – Dampak keringnya Embung Bolong milik Perusahaan Daerah Air…

Senin, 17 Februari 2020 06:41

Hendak Balap Liar, Belasan Oknum Pelajar Diamankan

NUNUKAN — Setidaknya ada belasan oknum pelajar beserta motor yang…

Jumat, 14 Februari 2020 11:08

Pekerja Migran di Malaysia Dibunuh Suami, Tewas dengan 13 Tusukan

NUNUKAN – Seorang wanita pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia,…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dua Atlet Nunukan Lolos ke PON Papua

NUNUKAN – Dua atlet asal Nunukan dipastikan mewakili Kaltara bersama…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dampak Corona, Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sepertinya dampak virus corona merambat ke semua sektor…

Jumat, 31 Januari 2020 11:23

Mulai Cemas, Orang Tua Minta Anaknya Dievakuasi

NUNUKAN – Dengan terus terjadinya pencemaran virus corona di Tiongkok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers