MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Januari 2020 14:36
Undunsyah Istikamah di Jalur Parpol

Calon Perseorangan Potensial Menang

Undunsyah

TARAKAN – Dikait-kaitkan akan berpasangan dengan H. Abdul Hafid Ahmad maju melalui jalur independen pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara), tim Dr. H. Undunsyah menepis jika kabar tersebut.

Hingga kini Undunsyah belum menyiapkan pengumpulan KTP untuk maju di jalur independen. Kabar tersebut juga mendapat komentar dari kepengurusan PKB Kaltara, yang menyatakan bahwa setiap kader harus taat pada keputusan DPP PKB.

Tim Pemenangan H. Undunsyah, Laode Ali mengatakan bahwa hingga kini dirinya belum mendengar langsung pernyataan dari Undunsyah menyoal isu akan berpasangan dengan Hafid maju di jalur independen. “Belakangan ini saya belum pernah ketemu beliau (Undunsyah), tapi enggak tahu ke depannya. Mungkin selama saya belum ketemu ini ada komunikasi (bersama Hafid),” bebernya.

Undunsyah juga tak pernah menyinggung akan maju di jalur independen. “Ada beberapa parpol yang sudah kami daftar, jadi itu yang masih kami tunggu. Kami masih optimistis bisa dapat dukungan dari parpol,” tegasnya.

Laode juga menyatakan bahwa sampai saat ini tim pemenangan Undunsyah belum melakukan persiapan pengumpulan dukungan KTP yang merupakan salah satu syarat mutlak untuk maju di jalur independen atau perseorangan. Namun, jika kemudian Undunsyah menyatakan memilih jalur tersebut, maka sebagai tim pihaknya siap apalagi pihaknya telah memiliki pengalaman di jalur independen.

“Tapi sampai sekarang kami belum melakukan pengumpulan KTP, karena belum ada instruksi dari Pak Undun,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Herman, S.Pi, mengatakan bahwa PKB hanya akan mendorong siapa pun figur yang akan diusung oleh DPP PKB kelak. Terkait isu Undunsyah dan Hafid berpasangan, Herman mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui informasi tersebut.

“Bahkan sampai saat ini saya konfirmasi, beliau (Undun) masih siap mengikuti tahapan fit and proper test di DPP PKB,” ungkapnya.

Herman tidak dapat berandai-andai. Sebab mekanisme PKB jelas, selaku petugas partai harus taat atas instruksi DPP PKB.

Sebelumnya H. Abdul Hafid Ahmad diketahui merapat ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (14/1).

Namun, soal pasangannya belum diketahui pasti. Terdapat dua nama berinisial S dan U yang beredar di kalangan wartawan.

Seorang sumber dari Nunukan membenarkan jika bupati Nunukan periode 2001-2011 itu sejak beberapa waktu lalu menggerakkan tim melengkapi persyaratan yang diperlukan. “Memang tak banyak yang mengetahui jika timnya beliau lagi bekerja mengumpulkan dukungan perseorangan, termasuk mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) itu,” ujar sumber kepada Radar Tarakan.

Ungkap sumber lagi, tim tersebut bekerja ekstra mengumpulkan dukungan. Soal keberadaan Hafid di Tanjung Selor, dalam hal tahapan perseorangan yang sudah berjalan. “Untuk meminta username (nama pengguna) dan password (kata kunci). Kalau pendaftaran bulan 6,” imbuhnya.

Menyoal pasangan, menurut sumber, sosok U lebih dekat dalam hal komunikasi politik dengan Hafid. “Ini spekulasi dari beliau (Hafid),” kata sumber lagi.

 

DUKUNGAN HARUS SOLID

Jalur independen selalu menjadi pilihan ketika seorang figur merasa gagal diusung partai politik (parpol). Padahal, potensi jalur kemenangan juga bisa menjadi milik peserta jalur independen, asalkan pemilik kartu tanda penduduk (KTP) yang memberikan dukungannya hingga titik akhir pemilihan.

Pengamat politik Prof. Dr. Adri Patton, M.Si, mengatakan bahwa jalur independen merupakan sebuah amanat konstitusi yang diberikan kepada warga negara yang memiliki hak konstitusi dalam memilih dan dipilih, baik calon legislatif maupun eksekutif.

Pada legislatif, jalur independen mereka yang bertarung di pemilihan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) yang terpilih tanpa melalui partai. Dukungan tersebut langsung dari masyarakat. Sedang untuk calon eksekutif merupakan calon independen yang diberikan peluang ketika ruang dan tempat partai sudah tidak cukup bagi si calon.

“Sehingga konstitusi memberikan amanat kepada kita untuk menempuh jalur independen dengan berbagai macam ketentuan dan peraturan yang berlaku. Amanat konstitusi, undang-undang menyebutkan demikian, maka siapa pun yang akan mengikuti jalur independen tentu harus memenuhi persyaratan tertentu,” jelas rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) ini, kemarin (15/1).

Nah, untuk menjadi calon independen, setiap figur harus menyetorkan fotokopi KTP sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap figur tersebut. Di Kaltara ini, calon independen harus mengumpulkan sebanyak 45.011 fotokopi KTP. Tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) memverifikasi dukungan tersebut.

Adri menjelaskan bahwa potensi kemenangan sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat terhadap figur. Pada jalur independen, maka figur tersebut harus memastikan bahwa jumlah dukungan yang didapat adalah benar pendukung dan bukan sekadar mengumpulkan KTP. Sehingga dalam hal ini, potensi kemenangan akan bergantung pada hari H pemilihan.

“Jadi belum tentu yang didukung partai pasti menang, dan independen kalah. Begitu juga sebaliknya,” tegasnya.

Adri menilai kedua jalur sama rumitnya. Sebab jika melalui jalur parpol, figur harus meyakinkan parpol agar direkomendasi. Di rekomendasi tersebut harus dibubuhi tanda tangan ketua partai. Sedang jalur independen harus mendapatkan dukungan warga dengan mengumpulkan KTP.

“Jadi tidak ada jaminan bahwa yang jalur independen lebih sulit dibanding partai. Sama saja, karena dua-duanya harus mendapatkan dukungan. Dan harus diingat, usungan partai tidak menjamin bahwa seseorang menang,” imbuhnya. (shy/lim)


BACA JUGA

Rabu, 30 November 2022 11:38

Tarif Naik, Pelanggan Minta Kualitas Air Diperhatikan Dulu

Rencana kenaikan tarif dasae air bersih PDAM hingga 100 persen…

Rabu, 30 November 2022 11:37

Tarif Dasar Air PDAM Sungoi Sesayap Naik 100 Persen

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sungoi Sesayap akan menerapkan…

Selasa, 22 November 2022 10:16

Gegara Ini, Listrik PDAM Tana Tidung Disegel Hingga Tak Beroperasi

 Sejak Senin (21/11/2022) PDAM Tirta Sungoi Sesayap Tana Tidung berhenti…

Senin, 21 November 2022 11:50

Pendaftar Haji dari Luar Tana Tidung Ditolak

Sejak setahun terakhir, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Tidung memperketat…

Senin, 07 November 2022 09:16

Cabang Kejaksaan Negeri di Tana Tidung Diusulkan Ulang

 Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan gedung kantor untuk Cabang Kejaksaan…

Sabtu, 29 Oktober 2022 14:08

DBH Gas Alam Tanjung Kramat Diproyeksikan Rp 300 M per Tahun

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengakui kekayaan alam di Tana…

Sabtu, 22 Oktober 2022 10:18

Dinkes Klaim Tana Tidung Bebas Penyakit Frambusia

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Tidung mengklaim lima tahun terakhir tidak…

Sabtu, 08 Oktober 2022 10:54

Harga Cabai di Kabupaten Ini Naik Signifikan

Harga cabai rawit, cabai keriting dan cabai besar saat ini…

Selasa, 27 September 2022 11:38

Terkait Honorer, Kepala Daerah Wajib Buat Surat Penyataan Tanggung Jawab Multak

 Hingga saat ini Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia…

Senin, 26 September 2022 11:46

Pembangunan Kantor KPU KTT Terkendala Status Lahan

Pasca gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Tidung di Jalan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers