MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Januari 2020 14:36
Undunsyah Istikamah di Jalur Parpol

Calon Perseorangan Potensial Menang

Undunsyah

PROKAL.CO, TARAKAN – Dikait-kaitkan akan berpasangan dengan H. Abdul Hafid Ahmad maju melalui jalur independen pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara), tim Dr. H. Undunsyah menepis jika kabar tersebut.

Hingga kini Undunsyah belum menyiapkan pengumpulan KTP untuk maju di jalur independen. Kabar tersebut juga mendapat komentar dari kepengurusan PKB Kaltara, yang menyatakan bahwa setiap kader harus taat pada keputusan DPP PKB.

Tim Pemenangan H. Undunsyah, Laode Ali mengatakan bahwa hingga kini dirinya belum mendengar langsung pernyataan dari Undunsyah menyoal isu akan berpasangan dengan Hafid maju di jalur independen. “Belakangan ini saya belum pernah ketemu beliau (Undunsyah), tapi enggak tahu ke depannya. Mungkin selama saya belum ketemu ini ada komunikasi (bersama Hafid),” bebernya.

Undunsyah juga tak pernah menyinggung akan maju di jalur independen. “Ada beberapa parpol yang sudah kami daftar, jadi itu yang masih kami tunggu. Kami masih optimistis bisa dapat dukungan dari parpol,” tegasnya.

Laode juga menyatakan bahwa sampai saat ini tim pemenangan Undunsyah belum melakukan persiapan pengumpulan dukungan KTP yang merupakan salah satu syarat mutlak untuk maju di jalur independen atau perseorangan. Namun, jika kemudian Undunsyah menyatakan memilih jalur tersebut, maka sebagai tim pihaknya siap apalagi pihaknya telah memiliki pengalaman di jalur independen.

“Tapi sampai sekarang kami belum melakukan pengumpulan KTP, karena belum ada instruksi dari Pak Undun,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Herman, S.Pi, mengatakan bahwa PKB hanya akan mendorong siapa pun figur yang akan diusung oleh DPP PKB kelak. Terkait isu Undunsyah dan Hafid berpasangan, Herman mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui informasi tersebut.

“Bahkan sampai saat ini saya konfirmasi, beliau (Undun) masih siap mengikuti tahapan fit and proper test di DPP PKB,” ungkapnya.

Herman tidak dapat berandai-andai. Sebab mekanisme PKB jelas, selaku petugas partai harus taat atas instruksi DPP PKB.

Sebelumnya H. Abdul Hafid Ahmad diketahui merapat ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (14/1).

Namun, soal pasangannya belum diketahui pasti. Terdapat dua nama berinisial S dan U yang beredar di kalangan wartawan.

Seorang sumber dari Nunukan membenarkan jika bupati Nunukan periode 2001-2011 itu sejak beberapa waktu lalu menggerakkan tim melengkapi persyaratan yang diperlukan. “Memang tak banyak yang mengetahui jika timnya beliau lagi bekerja mengumpulkan dukungan perseorangan, termasuk mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) itu,” ujar sumber kepada Radar Tarakan.

Ungkap sumber lagi, tim tersebut bekerja ekstra mengumpulkan dukungan. Soal keberadaan Hafid di Tanjung Selor, dalam hal tahapan perseorangan yang sudah berjalan. “Untuk meminta username (nama pengguna) dan password (kata kunci). Kalau pendaftaran bulan 6,” imbuhnya.

Menyoal pasangan, menurut sumber, sosok U lebih dekat dalam hal komunikasi politik dengan Hafid. “Ini spekulasi dari beliau (Hafid),” kata sumber lagi.

 

DUKUNGAN HARUS SOLID

Jalur independen selalu menjadi pilihan ketika seorang figur merasa gagal diusung partai politik (parpol). Padahal, potensi jalur kemenangan juga bisa menjadi milik peserta jalur independen, asalkan pemilik kartu tanda penduduk (KTP) yang memberikan dukungannya hingga titik akhir pemilihan.

Pengamat politik Prof. Dr. Adri Patton, M.Si, mengatakan bahwa jalur independen merupakan sebuah amanat konstitusi yang diberikan kepada warga negara yang memiliki hak konstitusi dalam memilih dan dipilih, baik calon legislatif maupun eksekutif.

Pada legislatif, jalur independen mereka yang bertarung di pemilihan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) yang terpilih tanpa melalui partai. Dukungan tersebut langsung dari masyarakat. Sedang untuk calon eksekutif merupakan calon independen yang diberikan peluang ketika ruang dan tempat partai sudah tidak cukup bagi si calon.

“Sehingga konstitusi memberikan amanat kepada kita untuk menempuh jalur independen dengan berbagai macam ketentuan dan peraturan yang berlaku. Amanat konstitusi, undang-undang menyebutkan demikian, maka siapa pun yang akan mengikuti jalur independen tentu harus memenuhi persyaratan tertentu,” jelas rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) ini, kemarin (15/1).

Nah, untuk menjadi calon independen, setiap figur harus menyetorkan fotokopi KTP sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap figur tersebut. Di Kaltara ini, calon independen harus mengumpulkan sebanyak 45.011 fotokopi KTP. Tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) memverifikasi dukungan tersebut.

Adri menjelaskan bahwa potensi kemenangan sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat terhadap figur. Pada jalur independen, maka figur tersebut harus memastikan bahwa jumlah dukungan yang didapat adalah benar pendukung dan bukan sekadar mengumpulkan KTP. Sehingga dalam hal ini, potensi kemenangan akan bergantung pada hari H pemilihan.

“Jadi belum tentu yang didukung partai pasti menang, dan independen kalah. Begitu juga sebaliknya,” tegasnya.

Adri menilai kedua jalur sama rumitnya. Sebab jika melalui jalur parpol, figur harus meyakinkan parpol agar direkomendasi. Di rekomendasi tersebut harus dibubuhi tanda tangan ketua partai. Sedang jalur independen harus mendapatkan dukungan warga dengan mengumpulkan KTP.

“Jadi tidak ada jaminan bahwa yang jalur independen lebih sulit dibanding partai. Sama saja, karena dua-duanya harus mendapatkan dukungan. Dan harus diingat, usungan partai tidak menjamin bahwa seseorang menang,” imbuhnya. (shy/lim)


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 15:07

Jelang Pilkada, Minta Poskamling Diaktifkan

TANA TIDUNG - Menjaga keamanan menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada), Pemerintah…

Selasa, 28 Januari 2020 15:05

Imbau Anak Tak Cukup Umur Tak Bawa Motor

TANA TIDUNG - Kapolsek Sesayap Iptu Su’udi mengimbau para orang…

Senin, 27 Januari 2020 15:26

680 Sertifikat Dibagikan ke Warga

TANA TIDUNG - Masyarakat Tana Tidung  bergembira. Sebabnya, Bupati Kabupaten…

Senin, 27 Januari 2020 15:08

Dikira Penculik Anak, Ternyata Penjual Minyak Urut

TANA TIDUNG - Viralnya berita penculikan anak yang beredar di…

Kamis, 23 Januari 2020 14:13

Jalan Tembus Bebatu-Seputuk Dikeluhkan

TANA TIDUNG - Jalan tembus Desa Bebatu- Seputuk yang dibangun…

Kamis, 23 Januari 2020 14:08

Galang Dana untuk Korban Kebakaran Tarakan

TANA TIDUNG – Musibah kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah dan…

Rabu, 22 Januari 2020 13:54

Olah TKP di Seputar Dapur, Petugas Ambil Sampel di Rumah Nur

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan memperbarui data korban kebakaran di empat…

Senin, 20 Januari 2020 13:36

Cuaca Ekstrem, Waspada Pohon Tumbang

TANA TIDUNG - Cuaca ekstrem, membuat sebagian pemilik rumah khawatir…

Kamis, 16 Januari 2020 14:36

Undunsyah Istikamah di Jalur Parpol

TARAKAN – Dikait-kaitkan akan berpasangan dengan H. Abdul Hafid Ahmad…

Selasa, 14 Januari 2020 10:21

Dua Bangunan Warga Ludes

TANA TIDUNG – Si jago merah kembali menghanguskan satu rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers