MANAGED BY:
JUMAT
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Januari 2020 09:43
Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang hingga Jalan Bergeser

TigaHari ke Depan Masih Berpotensi Hujan

MEMBAHAYAKAN: Jalan di Mamburungan, Tarakan Timur mengalami longsor sejak lama. Puncaknya kemarin (13/1), jalan tersebut akhirnya ditutup sementara.

PROKAL.CO, TARAKAN- Hujan dengan intensitas tinggi yang yang mengguyur Tarakan mengakibatkan pohon tumbang dan jalan longsor. Pohon tumbang di Jalan Mulawarman, (13/1). Jalur dari arah bandara pun sempat macet karena sebagian pohon menutupi jalan.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ahmady Burhan ditemui di lokasi  kejadian  menuturkan sekira pukul 06.00 WITA pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Sekira pukul 08.00, pihaknya sudah di lokasi dan mulai membersihkan pohon.

“BPBD bekerja sama dengan  pihak  DLH dan DPUTR dan Brimob. BPBD hanya menebang yang bersifat membahayakan masyarakat, yang bisa dikatakan sudah tumbang,” imbuhnya.

Sebanyak 28 personel bahu membahu membersihkan pohon yang tumbang. Muya Saroh, salah seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian menuturkan pohon tersebut sudah dalam keadaan miring. “Kayaknya tumbangnya terjadi pada malam hari” tuturnya. Siring di pinggiran sungai tersebut ambruk sepanjang 5 meter.

 

BEBERAPA TITIK LONGSOR

Sementara jalan utama di RT 4, Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur mengalami longsor. Akibatnya, akses jalan pun tertutup lantaran kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira, melalui Kapolsek Tarakan Timur AKP Faisal Rachmat mengimbau, dengan adanya cuaca yang cukup ekstrem akhir-akhir ini, agar masyarakat lebih waspada. Apalagi dari pantauan pihaknya, beberapa titik di Kecamatan Tarakan Timur sangat rawan longsor.

Kemudian pihaknya juga sudah menutup jalan yang mengalami longsor, untuk menghindari adanya laka lantas. “Jadi masyarakat yang biasa menuju ke Tanjung Pasir melalui jalan itu, harus melalui jalan menuju Mako Lantamal,” katanya, (13/1).

Jalan yang mengalami longsor, berada tepat di atas tanjakan. “Jadi drainase pun tidak berfungsi, karena airnya turun. Di situ butuh tiang penyangga untuk menopang daerah puncak itu,” beber pria yang berpangkat balok tiga ini.

Lebih lanjut dikatakan Faisal, untuk jalan utama wilayah RT 7 di Kelurahan Mamburungan juga sangat rawan terjadi longsor. Lantaran jalan yang berada di samping jurang, kemudian tanah yang ada di bawah jalan sudah mulai terlihat longsor. “Untuk longsor di Kecamatan Tarakan Timur memang ada beberapa titik, di antaranya ada di Kampung Empat dan Kampung Enam,” sebutnya.

Untuk itu, bagi masyarakat yang berada di daerah sering terjadi longsor dan berada di daerah perbukitan untuk selalu berhati-hati. Pihaknya juga sudah turun langsung melakukan pemantauan, untuk melihat di mana saja yang rawan terjadi bencana. “Kami juga sudah koordinasi dengan pemerintah dan BPBD. Brimob yang punya SAR Polri sudah kita ajak juga,” tutupnya.

Cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan, 14-16 Januari. Herman, prakirawan cuaca pada Badan metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan menuturkan bahwa kategori hujan bervariasi. Malam hari yang patut diwaspadai karena rerata lebat. “Kalau untuk perairan di wilayah Kaltara, terutama untuk pelayaran ketinggian gelombang pada umunnya untuk kondisi tidak ada hujan badai dan angin kencang seperti kemarin bisa dikatakan stabil. Ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 1 meter, dan masih dikategorikan rendah, tetapi karena adanya perubahan pembentukan awan hujan yang  begitu cepat, pada saat hujan lokal di daerah tertentu juga bisa langsung memengaruhi ketinggian gelombang di atas 1 meter,” tuturnya.

Untuk perairan kaltara dalam kondisi tidak hujan sangat aman untuk berlayar, tetapi harus tetap waspada mengingat kondisi awan yang saat ini  yang  bermunculan dengan tebal. Potensi hujan saat ini sifatnya menyeluruh bukan hanya di Tarakan, tetapi semua wilayah Kaltara.

BMKG Tarakan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltara agar tetap waspada terhadap dampak-dampak dari hujan, biasanya hujan ini berpotensi banjir, longsor. “Sedangkan di laut berhubungan dengan ketinggian gelombang. Cuaca buruk biasanya terjadi pada malam hari, dini hari dan siang hari,” sebutnya.

Wilayah Malinau dan Tana Tidung biasanya hujannya lebih awal, artinya cenderung pada malam  dan sore hari sudah turun hujan lebat. Sedangkan untuk wilayah Tarakan, Nunukan dan Tanjung  Selor, kebanyakan pesisir, biasanya hujannya cenderung terjadi pada malam dini hari. (agg/zar/lim)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Bermodal Rp 4 juta, Mampu Raih Omzet Ratusan Juta Sebulan

Founder Project Salfa, Fatmawati (25) menggandeng Fitriani (28) berbisnis toko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:43

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang hingga Jalan Bergeser

TARAKAN- Hujan dengan intensitas tinggi yang yang mengguyur Tarakan mengakibatkan…

Selasa, 14 Januari 2020 09:41

Disemprot APAR, Api Terus Melahap Plafon

TARAKAN – Kepolisian langsung memasang garis polisi terhadap dua ruko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:39

Lanud Anang Busra Siap Fasilitasi Olah Raga dan Seni

DANLANUD Anang Busra Kolonel Pnb HKD. Handaka mengatakan Lanud Anang…

Senin, 13 Januari 2020 14:50

Amblas, Jalan Ditutup Sementara

TARAKAN — Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Sabtu (11/1) hingga…

Senin, 13 Januari 2020 07:12

BREAKING NEWS!! Pohon Tumbang hingga ke Badan Jalan

TARAKAN - Hujan yang terjadi sejak Senin (13/1) dini hari,…

Sabtu, 11 Januari 2020 12:46

Nelayan Tercekik Masalah BBM

 TARAKAN – Nelayan Tarakan mengeluhkan ragam masalah menyangkut kebutuhan mereka…

Sabtu, 11 Januari 2020 11:54
Satriyanti, Penulis Buku Taman Berlabuh

Awalnya Hobi, Berujung Jadi Penulis

Sambil menyelam minum air. Mungkin itu lah peribahasa yang cocok…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers