MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 13 Januari 2020 14:50
Amblas, Jalan Ditutup Sementara
AKSES DITUTUP: Badan jalan di wilayah RT 04 Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur ditutup sementara hingga ada perbaikan jalan. FOTO: IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN — Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Sabtu (11/1) hingga kemarin (12/1) menyebabkan terjadinya longsor pada jalan umum yang berada di RT 4, Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur. Akibatnya, jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Salah seorang saksi mata, Warga RT 4, Kelurahan Mamburungan Judari (51) mengungkapkan longsor pada jalan tersebut, terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Awalnya, sang istri mendengar ada suara keras seperti patahan kemudian, mereka keluar rumah untuk melihat. Ternyata, badan jalan yang tepat berada di depan rumah mengalami longsor.

“Rusaknya memang sudah lama, namun retak-retak kecil. Karena terjadi hujan lebat sehingga jalanya rusak parah seperti ini,” jelasnya.  

 

Saat  kejadian tidak ada warga yang melintas, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, jalan tersebut tidak dapat difungsikan sementara waktu mengingat kerusakan parah. Warga yang biasa melintasi kawasan tersebut, harus mencari jalan alternatif lain agar dapat beraktivitas. "Ditutup dari pagi. Takutnya ada longsor susulan. Untuk sementara orang lewat jalan lain, kalau mau ke kota," tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua RT 04, Herman menjelaskan tanda kerusakan sudah terlihat sekitar 2 tahun lalu. Menurutnya kerusakan jalan terjadi sejak adanya pengerjaan pipa bawah tanah. Diduga tidak mendapat ditimbun secara maksimal, sehingga terjadinya keretakan pada jalan karena masuknya air saat hujan.

 

"Sekitar 2018, awal rusaknya jalan ini dulu ada pengalian pipa, tapi ditutup ditimbun begitu saja. Jadi mungkin karena ditimbun tidak rapat akhirnya air. Lama-lama aspal jalan ini retak-retak,” ungkapnya.

 

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Ir. Kajat Prasetio menerangkan  pihaknya telah meninjau lokasi tidak lama setelah kejadian. Ia memastikan tidak ada korban jika dalam peristiwa tersebut.

 

"Kami sudah memantau lokasi tadi pagi dan mengimbau kepada warga agar tidak menggunakan jalan itu sementara waktu. Karena dikhawatirkan jalan ini akan kembali longsor, karena masih ada kerusakan pada aspal," ungkapnya.

 

Meski demikian, ia mengaku telah berkoordinasi kepada dinas terkait agar segera melakukan perbaikan secepatnya dan menutup sumber yang membuat potensi terjadinya longsor.

 

"Kami sudah berkoordinasi untuk membahas ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jalan ini sementara waktu demi keselamatan,"pungkasnya. 

Dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan Abdul Rohim  menerangkan, saat ini pihaknya hanya menunggu kepastian bantuan perusahaan setempat untuk memperbaiki jalan tersebut. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran.

 

"Sejauh ini belum ada rencana untuk perbaikan di sana, karena kami punya beberapa rencana prioritas yang belum dikerjakan beberapa tahun lalu. Tapi kami tetap akan mengupayakan agar dilakukan perbaikan," tuturnya.

 

Selain memiliki keterbatasan anggaran, ia menerangkan saat ini banyaknya program kerja yang juga membutuhkan perbaikan. Sehingga pihaknya tidak dapat menjamin seluruh titik jalan mendapat perbaikan pada tahun ini.

 

"Memang ada beberapa titik jalan yang juga membutuhkan perbaikan sehingga kita tidak menjamin semua jalan mendapatkan penangganan tahun ini. Bahkan ada jalan yang bertahun-tahun belum diperbaiki juga. Jadi kami masih melihat kawasan mana saja yang padat dilintasi kendaraan, itu yang menjadi prioritas kita. Tapi bukan berarti yang tidak padat dilewati kendaraan akan diabaikan. Pasti diupayakan juga," ujarnya.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagai upaya percepatan perbaikan pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi kepada perusahaan di sekitar lokasi tersebut. Ia berharap, dengan keberadaan perusahaan di sekitar lokasi, dapat memberikan sumbangsi bagi perbaikan jalan.

 

"Nanti kami coba berkoordinasi kepada perusahaan yang ada kegiatannya di sana. Kami berharap pihak perusahaan sedikit bisa memberikan solusi,"pungkasnya. (*/zac/nri)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…

Jumat, 07 Februari 2020 06:05

BREAKING NEWS!! Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Jembatan Besi

TARAKAN - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bumi Paguntaka di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers