MANAGED BY:
JUMAT
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 11 Januari 2020 11:54
Satriyanti, Penulis Buku Taman Berlabuh
Awalnya Hobi, Berujung Jadi Penulis
Satriyanti

PROKAL.CO, Sambil menyelam minum air. Mungkin itu lah peribahasa yang cocok untuk Satriyanti. Berawal dari hobi, alumni Universitas Borneo Tarakan (UBT), angkatan 2012 lalu itu berhasil menerbitkan buku perdananya dengan judul sampul Taman Berlabuh.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO

 

INGIN menerbitkan buku sebenarnya menggebu-gebu dalam benak pikirannya sejak 2018. Namun berbagai faktor yang menghampiri, niatnya itu pun baru terwujud di 2019 lalu. “Sebenarnya saat kuliah, sudah ditawarkan sama Pak Tobroni, dosen saya di UBT. Tapi itulah, rasa malas dan kesibukan, jadi baru bisa terealisasi tahun lalu,” tuturnya mengawali cerita kepada Radar Tarakan, Jumat (10/1).

Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Wanita kelahiran Pulau Bunyu, 21 Mei 1994 ini harus berperang dengan rasa malas. Belum lagi disibukkan dengan kegiatan lainnya, juga seorang tenaga didik di MTs Al Khairaat. Yang akhirnya berhasil menerbitkan sebanyak 350 buku.

Tulisan-tulisannya ini tentang kisah asmara. Ya, insan manusia rasanya enjoy membaca kisah asmara. Paling tidak bisa bernostalgia, atau senyum-senyum sembari mengenang indahnya saat jatuh cinta, bahkan galaunya saat putus cinta. Tentang patah hati, cinta dan rindu, tertuang dalam buku ini.

Selain dari pengalamannya, kisah ini juga hasil curhatan rekannya. Menjadi pendengar, sekaligus berperan sebagai pengganti, yang harus merasakan saat berada di posisi kisah itu. “Ketika saya menulis, sambil merasakan. Saya menjadi dia, jadi tulisan itu mengalir begitu saja,” lanjut wanita berusia 25 tahun ini.

Dengan 33 sub judul di dalamnya, buku perdananya ini sudah tersebar di Tanjung Selor, Tarakan. Tidak hanya seputaran Kalimantan Utara. Adapula yang mengadopsinya hingga ke Berau, Balikpapan, Samarinda, Makassar dan Jakarta.

“Awalnya saya tulis puisi, mau buat novel juga. Tapi kalau saya lihat, minat baca warga Tarakan agak rendah. Jadi saya buat sajak, lebih bercerita,” lanjutnya.

Sebenarnya dia bermaksud ingin membukukan tulisannya ini, untuk dikoleksi secara pribadi. Di masa depan, juga dapat mengenang hasil karyanya ini. Atau kembali membaca tulisan-tulisannya. Menjadi seorang penulis pun tidak terlintas di benak pikirannya. Sebatas hobi, yang mencoba menoreh kisah-kisahnya.

Namun, berkat dukungan dari teman dekatnya pun, mencoba memasarkan melalui media sosial. Tak disangka, melihat cover buku dengan judul Taman Berlabuh, rupanya banyak peminatnya.

“Padahal niat bukukan, supaya bisa kenang tulisan-tulisan saya. Karena pernah kejadian, 2016 laptop hilang, belum sempat dibukukan, sudah hilang. Saya juga dapat dukungan dari Yulianti, teman saya. Dia yang kasih support ketika saya malas menulis. Dia juga berbagi pengalaman, dan dia juga yang bantuk pasarkan tulisan saya,” kata wanita yang akrab disapa Tri.

Dia tidak menargetkan harus menyelesaikan satu sub judul, dalam hitungan hari, minggu. Apalagi puitis, yang katanya tergantung mood. Bahkan butuh sebulan untuk menyelesaikan satu kisah. Dalam menyelesaikan tulisannya ini pun tidak lepas dari saran-saran orang terdekatnya.

“Kalu pas dengan yang saya rasakan, misalnya lagi kecewa, senang, nah itu biasanya cepat menulisnya. Bisa sebulan baru dapat 1 cerita. Kalau menulis, saya utamakan bahasanya. Karena kalau orang sastra baca, maunya tulisan itu puitis. Karena ada juga orang, yang sekadar menulis,” katanya.

Tidak sekadar mengangkat salah satu taman hiburan di Kota Tarakan. Di balik sampul Taman Berlabuh ini, sebagai saksi bisu dalam menyelesaikan tulisan-tulisannya.

“Kalau melihat laut, sambil bersantai inspirasi muncul. Juga kalau ke Taman Berlabuh sama teman, Bu Yuli, suka curhat. Jadi ketika teman curhat, saya sambil ketik di handphone, kemudian jadikan tulisan,” kenangnya.

Konon, Taman Berlabuh ini merupakan buku edisi pertamanya. November 2019, dia kembali mengirim naskah dengan judul sampul Molekul Cinta di Kota Tarakan, sebagai edisi kedua dari karyanya. Yang menceritakan kisah perjalanannya bersama sang suami.

“Penerbitnya beda, edisi kedua ini di Yogyakarta. Saya sudah kirim naskahnya, tapi masih menunggu. Itu kisah perjalanan saya dan suami, tapi bukan novel,” bebernya.

Sembari menunggu terbitnya buku edisi kedua, justru di awal 2020 ini juga sedang ia persiapkan tulisan-tulisan untuk edisi ketiga. Masih tentang seputaran Kota Tarakan, yang isinya mewakili perasaan broken home, atau perasaan hancur lainnya.

“Rencananya saya mengangkat salah satu kafe di Tarakan. Isi tulisannya tentang broken home, perasaan orang yang diselingkuhi, tapi masih cari-cari ide juga,” tutupnya. (***/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Bermodal Rp 4 juta, Mampu Raih Omzet Ratusan Juta Sebulan

Founder Project Salfa, Fatmawati (25) menggandeng Fitriani (28) berbisnis toko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:43

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang hingga Jalan Bergeser

TARAKAN- Hujan dengan intensitas tinggi yang yang mengguyur Tarakan mengakibatkan…

Selasa, 14 Januari 2020 09:41

Disemprot APAR, Api Terus Melahap Plafon

TARAKAN – Kepolisian langsung memasang garis polisi terhadap dua ruko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:39

Lanud Anang Busra Siap Fasilitasi Olah Raga dan Seni

DANLANUD Anang Busra Kolonel Pnb HKD. Handaka mengatakan Lanud Anang…

Senin, 13 Januari 2020 14:50

Amblas, Jalan Ditutup Sementara

TARAKAN — Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Sabtu (11/1) hingga…

Senin, 13 Januari 2020 07:12

BREAKING NEWS!! Pohon Tumbang hingga ke Badan Jalan

TARAKAN - Hujan yang terjadi sejak Senin (13/1) dini hari,…

Sabtu, 11 Januari 2020 12:46

Nelayan Tercekik Masalah BBM

 TARAKAN – Nelayan Tarakan mengeluhkan ragam masalah menyangkut kebutuhan mereka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers