MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 September 2015 20:18
Imbas Kabut Asap, Jasa Pengiriman Barang Merugi
MERUGI: Salah satu jasa pengiriman barang di Malinau yang melayani kiriman kilat setiap hari mengaku alami penurunan pendapatan cukup drastis.FOTO Umi / Radar Tarakan

 

 

 

MALINAU – Sejak kabut asap melanda sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Utara membuat jasa pengiriman barang mengalami kerugian materil. Sebab, tak ada penerbangan pesawat yang mengantarkan barang di tengah pekatnya kabut.   

Salah seorang staf Chargo Star milik PT Kalstar cabang Kabupaten Malinau, Sapri menjelaskan, kerugian yang dialami kargo cukup drastis. Sebelum kabut asap, dalam per hari perusahaannya mampu meraih pendapatan Rp 2 juta, saat kabut ‘menyerang’ pendapatan menukik jadi Rp 100 ribu. Penurunan pendapatan ini terjadi sejak empat hari lalu hingga kemarin (18/9).

Dia menjelaskan, Chargo Star paling sering melayani pengiriman barang ke Kota Tarakan, Berau, Samarinda, dan Banjarmasin. Biasanya barang-barang tersebut bisa sampai di tempat tujuan hanya dalam waktu sehari. Karena adanya masalah penerbangan di beberapa bandara tujuan termasuk juga bandara di Malinau sehingga mengakibatkan barang menjadi telat.

Parahnya, sejumlah jalur penerbangan udara masih terus terganggu hingga kemarin membuat sejumlah pelanggan akhirnya mengurungkan niat mengirim barang kiat via Kalstar.

“Kami kan melayani kiriman kilat setiap hari. Pelanggan yang butuh cepat akhirnya mengeluh karena barang kirimannya jadi terlambat. Ada juga yang nggak jadi ngirim karena malas nunggunya lama, belum jelas” ujar Sapri.

Biasanya pelanggan yang menggunakan jasa kiriman kilat sehari sampai ini adalah untuk mengirim dokumen, barang yang mudah busuk, dan beberapa kebutuhan mendesak lainnya.

Sementara ini Chargo Star terpaksa hanya melayani pengiriman barang via jalur darat, itu pun tidak setiap  hari ada. Meski mobilitas masyarakat cukup terganggu akibat kabut asap,  akhirnya mereka memahami kondisi alam yang terjadi.

Selain penyedia jasa pengiriman barang kilat, ada juga jasa pengiriman barang reguler dan ekspres yang mengaku mendapat komplain dari pelanggan. “Kalau rugi sih, enggak ya, soalnya jasa pengiriman barang kami memang melayani pengiriman ekspres paling lama 3 hari,” ujar Wida, salah seorang pemilik jasa pengriman nasional ini kemarin. Hanya saja sebut dia, waktu pengiriman kadang telat sampai lebih dua hari. Jasa pengiriman ini paling sering melayani pengiriman dari luar Pulau Kalimantan.

“Paling banyak adalah kiriman belanja online, apalagi jelang hari raya ini, jumlahnya meningkat tapi, ya agak terlambat,” tuntas Wida.

Sementara itu, pimpinan salah satu perusahaan jasa pengiriman barang JNE, Adrian mengungkapkan, kabut asap membuat pengiriman banrang tertunda dua hari. Namun setelah itu pengiriman melalui perusahaan yang dikelolanya berangsur-angsur kembali normal. “Hingga saat ini pengiriman berjalan normal kembali,” jelas Adrian.

Sehubungan dengan adanya faktor alam yaitu kabut asap yang tidak hanya di wiliayah Kaltara tetapi juga dibeberapa bagian Indonesia ini, membuat pihak JNE tidak melayani pengiriman yang menggunakan service premium, maupun kiriman yang mudah rusak.

“Hanya untuk pengiriman dari dan tujuan wilayah-wilayah yang terkena dampak kabut asap,” jelas Adrian.

Namun Adrian mengatakan pembatasasan layanan ini bersifat sementara sampai pada kondisi kondusif termasuk di Tarakan, maka rute pelayanan pengiriman akan kembali dibuka normal. Karena mengingat layanan ini membutuhkan kecepatan waktu dan barang yang memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan.

“Layanan ini kami akan buka jika di lapangan kembali normal,” jelas Adrian.

 

Adakah pelanggan yang komplain? Adrian akui banyak konsumen yang melakukan protes terhadap pelayanan pengirimanya. Adrian juga  mengatakan kabut asap merupakan kejadian di luar kendali yang banyak merugikan seluruh pihak, namun sejauh ini pelanggan setianya memahami kondisi tersebut. “Kabut asap ini musibah (force majeur) dan pelanggan paham hal tersebut,” jelas Adrian.

Selain pelayanan service premium yang ditiadakan hingga kondisi alam mulai kondusif juga, tarif pengiriman yang bertepatan dengan bencana alam ini, mengalami kenaikan untuk wilayah non Jabodetabekar (Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, Bekasi dan Karawang), yang diberlakukan mulai Selasa (15/9). “Kenaikan tarif ini bukan akibat kabut asap,” jelas Adrian.

Kenaikan tarif ini menurut Adrian merupakan bentuk peningkatan pelayanan dan operasional JNE yang di mana terdapat pertumbuhan jumlah pengiriman yang diringin dengan semakin ketatnya penjagaan dan juga pengamanan barang yang akan diterima dan dikirim. “Tarif naik ini bukan karena kabut asap di wilayah Kalimantan dan Sumatera,” jelas Adrian.

Penundaan pengiriman dan penerimaan barang yang bertujuan ke Tarakan kata Adrian tidak ada barang yang bersifat urgen yang harus digunakan pada saat kabut asap tersebut termasuk obat-obatan. “Sejauh ini tidak ada,” tutur Adrian. (*/umy/*/nri/asm)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers