MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 08 Januari 2020 16:13
Arus Penumpang Kembali Normal

Retribusi Ditarget Rp 22 Miliar

RAMAI: Suasana keberangkatan di Pelabuhan Tengkayu I setelah speedboat reguler kembali beroperasi, kemarin (7/1).

PROKAL.CO, USAI aksi mogok speedboat reguler, arus penumpang pada Pelabuhan Tengkayu I sudah normal, kemarin (7/1). Tak ada lagi antrean panjang penumpang seperti dua hari sebelumnya.

Kepala Bidang laut pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Datu Iman Suramenggala menerangkan, aktivitas penyeberangan berjalan lancar. "Aman dan semakin lancar. Kebetulan arus balik juga berakhir jadi perjalanan keberangkatan tidak begitu membludak. Jadi masyarakat bisa lebih nyaman saat menunggu," ujarnya, kemarin (7/1).

Mengenai adanya penundaan pemberlakuan tarif jasa kepelabuhan seperti pada lampiran Perda Kaltara No. 11 Tahun 2019, Datu Iman menjelaskan jika penundaan tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama. Meski demikian, ia belum dapat menjelaskan secara detail, mengingat hal tersebut merupakan wewenang Biro Hukum Pemprov Kaltara.

"Bukan tambatnya saja, lampiran berarti lampiran menyangkut keseluruhan. Kalau untuk ditundanya itu kan Biro Hukum yang mengetahui sampai kapan karena proses penundaan perda itu ada," tuturnya.

"Untuk itu saya belum mengetahui secara pasti, karena kami terfokus pada retribusi tambat. Mungkin nanti saya akan cek lagi," terangnya.

Meski demikian, ia menegaskan jika hal tersebut memang benar adanya, menurutnya hal tersebut sah-sah saja. Mengingat hal tersebut juga pernah diterapkan pada beberapa fasilitas umum di Indonesia. Selain itu, ia menjelaskan jika poin pada peraturan tersebut tentunya telah mendapat pertimbangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Terlepas itu, untuk retribusi sendiri lebih murah daripada pelabuhan lain, tapi apa pun itu kami ini hanya penegak saja. Pelaksana. Karena Perda itu dibahas dari tahun 2017, sudah ada proses, bahkan perdebatan. Perda itu kan di-ACC Kementerian Dalam Negeri. Tentu ada pertimbangan," tegasnya.

Meski demikian, ia mengaku kurang berkenaan dalam menanggapi poin pada lampiran perda tersebut. Karena menurutnya, Dishub tidak berwenang dalam memaparkan penjelasan secara detail. "Untuk lebih jelasnya mungkin itu lebih ke Pemprov Kaltara. Karena kami di sini hanya menjalankan tugas berdasarkan hukum saja," imbuhnya.

 

TARGET LEBIH TINGGI

Sementara itu, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp 22 miliar.

Plt. Kepala BPPRD Kaltara Imam Pratikno mengatakan, target perolehan pada sektor retribusi itu naik Rp 1.690.000.000 dari target di APBD Perubahan tahun 2019 yang ditetapkan sebesar Rp 20.310.000.000 (selengkapnya di grafis).

“Target retribusi kita ini, khusus untuk yang pelayanan kepelabuhanan, itu disusun berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2019,” ujar Imam kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (7/1).

Sementara, untuk saat ini pihaknya menarik retribusi di Pelabuhan Tengkayu I masih menggunakan tarif lama.

Tentu, hal ini akan memengaruhi capaian realisasi pada sektor retribusi yang sudah ditargetkan tahun ini. Dalam hal penundaan penerapan Perda 11/2019 itu, pihaknya juga meminta bukti tertulis sebagai pegangan untuk mengantisipasi munculnya permasalahan di belakang hari saat BPK melakukan pemeriksaan.

“Jadi berita acara hasil kesepakatan RDP yang dilakukan di DPRD Kaltara itu yang kami jadikan dasar nantinya saat ini dipertanyakan oleh BPK. Karena sesuai ketentuannya, begitu ditetapkan, perda itu harus sudah dijalankan,” jelasnya.

Adapun jika perda yang sudah disahkan itu tidak dijalankan, tentu akan menjadi pertanyaan dari BPK nantinya. Misalnya amanat perda itu tidak dijalankan selama 5 hari tanpa alasan atau dasar yang pasti, secara otomatis retribusi yang tidak ditarik sesuai amanat dari dasar hukum itu akan dihitung sebagai kerugian negara.

“Jadi, misalnya dalam sehari itu ada Rp 1 miliar yang tidak tertarik. Maka tinggal dikalikan 5 hari, sehingga jadi Rp 5 miliar. Nah, ini yang kami hindari sebenarnya makanya kami minta bukti tertulis sebagai pegangan,” jelasnya.

Artinya, setiap aturan yang sudah disahkan, itu tidak bisa tidak dijalankan jika tidak ada dasar yang menguatkan. “Jangan sampai saat diperiksa BPK, nanti saya yang kena karena dianggap tidak menjalankan aturan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” sebutnya.

Dijelaskannya, dalam hitungan, realisasi dari target ini akan dilihat per triwulan, yang mana untuk triwulan I itu target realisasinya 20 persen, triwulan II sebesar 40 persen, dan triwulan III sebesar 75 persen.

Jadi, dari target ini nanti akan dilihat, jika hingga triwulan III realisasi dari target itu tidak mencapai 75 persen, maka di APBD Perubahan akan dilakukan perubahan (pengurangan) target agar di akhir tahun tercapai.

“Intinya kami di sini hanya pelaksana aturan. Artinya apa yang sudah ditetapkan itulah yang kami jalankan. Kapan itu tidak kami jalankan, maka kami yang akan menanggung risikonya nanti,” pungkasnya. (*/zac/iwk/lim)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers