MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 08 Januari 2020 15:24
Kaltara Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

Gelombang Tinggi, Rekomendasi Pelayaran Tak Diberikan

CUACA EKSTRIM: UPP tidak memberikan rekomendasi pelayaran jika terjadi gelombang tinggi.

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Tanjung Harapan kembali mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem hujan lebat di sebagian wilayah Indonesia. Khususnya di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala BMKG Kelas III Tanjung Harapan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, potensi hujan dengan intensitas hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Indonesia. Sebab, berdasarkan analisis dinamika atmosfer menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat. “Hujan lebat ini berpotensi terjadi hampir di semua provinsi, khususnya di Kaltara,” ungkap Sulam kepada Radar Kaltara, Selasa (7/1).

Hujan lebat, sambung Sulam, disebabkan berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS). Sehingga mengakibatkan peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.

“Meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) juga dapat membentuk pola konvergensi atau pertemuan massa udara dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator,” sebutnya.

Sementara itu berdasarkan model prediksi, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan. Kondisi itu dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia. “Intenstias hujan lebat ini diperkirakan akan berlangsung mulai 5-12 Januari 2019,” bebernya.

Selain potensi hujan lebat, ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga mencapai lebih dari 2.5 meter juga perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir dan tanah longsor. “Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir juga diimbau agar selalu waspada,” sebutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:18

Libur Panjang, Berpotensi Klaster Baru

TANJUNG SELOR – Libur panjang di akhir Oktober 2020 berpotensi…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:16

Rapid Test Massal, Enam ASN Reaktif

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menggelar tes cepat atau rapid…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:15

Anggaran BST Dipangkas 50 Persen

TANJUNG SELOR – Di awal pandemi Covid-19 lalu, penerima bantuan…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:24

Soal Patok Hilang Ditangani Pemerintah Pusat

TANJUNG SELOR – Hasil pemeriksaan patok perbatasan yang dilakukan Satgas…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:23

Tak Netral, Pjs Gubernur Akan Sanksi Tegas ASN

TANJUNG SELOR - Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara),…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:20

Pemenang Tender APK dari Bali

TANJUNG SELOR - Jika tak ada aral, alat peraga kampanye…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:09

Tambahan Kasus Didominasi Kontak Erat

KEMARIN (22/10), di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi penambahan konfirmasi…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:11

Ribuan Data Penerima BST di Kaltara "Lenyap"

TANJUNG SELOR – Bantuan Sosial Tunai (BST) program Kementerian Sosial…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:08

Kebutuhan Dokter Spesialis di Kaltara Belum Ideal

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara…

Kamis, 22 Oktober 2020 11:03

Lima Orang Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Ini yang Dilakukan Dinas ESDM Kaltara

TANJUNG SELOR - Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers