MANAGED BY:
MINGGU
09 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 07 Januari 2020 11:43
Pawang Pakai Proses Ritual Cari Buaya

Tim SAR Gabungan Terbatas Lakukan Pencarian

BELUM DITEMUKAN: Meski sudah menurunkan pawang untuk mencari korban, Mansyah yang hilang diduga karena diserang buaya belum juga ditemukan. FOTO: BPBD UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Memasuki hari kelima Minggu (5/1), pencarian Mansyah, warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung yang hilang diduga karena diserang buaya di Sungai Desa Tepian, tak  membuahkan hasil. Bahkan karena sudah dipastikan diterkam buaya, pawang lebih fokus mencari buaya yang memangsa korban dibandingkan mencari jasad korban yang hilang.

Ketika pawang melakukan pencarian dengan ritualnya, personel SAR diminta untuk tidak ikut melakukan pencarian. Alasan buaya susah ditemukan dan ditangkap, jika banyak perahu dan speedboat yang hilir mudik di sungai, membuat tim SAR pasrah tidak melakukan pencarian.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasan mengatakan, sejatinya pencarian korban oleh tim SAR gabungan, terus dilakukan. Namun memang waktunya yang terbatas karena bergantian mencari dengan pawang buaya.

“Ya, tim kami pun saat ini (kemarin, Red) sudah tidak ikut mencari karena atas permintaan pawang dan persetujuan pihak keluarga. Jadi pencarian hanya dibatasi oleh pawang dan beberapa keluarga korban saja,” ujar Hasan.

Memang, baik pihak keluarga dan juga pawang, saat ini hanya fokus melakukan pencarian buaya yang diduga memangsa korban. Sebab, berdasarkan pencarian hingga hari keempat, Sabtu (4/1) kemarin, tidak ada satu pun tanda-tanda adanya korban di sekitar lokasi maupun di tempat–tempat yang diduga tempat habitat buaya pemangsa. Untuk itu, diduga kuat korban masih dibawa oleh buaya pemangsa.

Informasi yang Hasan terima juga, Sabtu lalu, buaya yang berukuran besar yang diduga memangsa korban sempat muncul di permukaan ketika pawang melaksanakan ritualnya memanggil buaya. Namun karena merasa terusik akibat banyaknya speedboat dan perahu yang hilir mudik, buaya pun kembali hilang ke dalam sungai dan hingga kemarin, dilaporkan buaya sudah tidak terlihat kembali.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 06 Agustus 2020 09:56

BB Penyelundupan Dimusnahkan

 NUNUKAN - Pasca menggagalkan masuknya media pembawa Hama Penyakit Hewan…

Selasa, 04 Agustus 2020 10:02

Penyaluran JPS Tahap II di Nunukan Terhambat

NUNUKAN – Bantuan jaring pengaman sosial (JPS) tahap II masih…

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:40

Sabu Disimpan di Lubang Dubur, Ketahuan Juga...!!

NUNUKAN - Tiga orang tersangka kurir sabu jaringan internasional yang…

Kamis, 30 Juli 2020 18:07

Door to Door, Satgas Pamtas Ajar Murid Baru

NUNUKAN - Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 623/BWU terhadap pendidikan anak-anak…

Kamis, 30 Juli 2020 17:58

Populasi Kerbau Krayan Terus Menurun

NUNUKAN – Dari tahun ke tahun populasi kerbau Krayan terus …

Kamis, 30 Juli 2020 17:38

Deklarasi ‘Amanah’, Hanura-Golkar Solid

NUNUKAN - Pasangan Calon (Paslon) Hj. Asmin Laura Hafid -…

Rabu, 29 Juli 2020 11:50

Sapi Lokal Cuma Dihargai Rp 12 Juta, Cuma Banyak yang Tak Minat

NUNUKAN - Pandemi memengaruhi masuknya hewan kurban ke Nunukan menjelang…

Rabu, 29 Juli 2020 11:48

Yang Zona Hijau, Pelajar Masuk Sekolah Dilakukan Bertahap

NUNUKAN - Memasuki zona hijau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Rabu, 29 Juli 2020 09:56

Mayat Laki-laki dalam Karung Ditemukan di Pantai Sebatik

NUNUKAN - Sesosok mayat laki-laki ditemukan warga sekitar di Pantai…

Selasa, 28 Juli 2020 13:05

Mantan Dosen Selundupkan Sabu 7 Kg, Mau Dibawa ke Sulawesi

NUNUKAN – Personel Satgas Pamtas Yonif 623/BWU menggagalkan percobaan penyelundupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers