MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 Januari 2020 12:19
HGB Tak Diperpanjang, Pedagang Berharap Ada Pertimbangan

Soal Rencana Pemkot Tak Perpanjang HGB

RUJUKAN PERBELANJAAN: Salah satu sudut Plaza THM Tarakan pada siang hari.

PROKAL.CO, TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) berencana tak memperpanjang hak guna bangunan (HGB) pada kompleks pertokoan Plaza THM. Seperti diungkap Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, HGB yang dimaksud akan berakhir pada 2021 mendatang.

Hal ini pun ditanggapi sejumlah pedagang yang berjualan di kompleks yang berada di Jalan Yos Sudarso tersebut. Andi Delfian, seorang pedagang pakaian mengatakan, jika kebijakan yang dimaksud menyikapi pendapatan asli daerah (PAD) yang belum maksimal, justru bertolak belakang dengan pajak yang dibayarkan sejumlah pedagang selama ini.

"Kami selalu rutin kok membayar pajak. Dia ada 3 pilihan bayar per hari, per bulan dan per tahun. Kalau yang saya bayar per tahun, setahun itu Rp 892 ribu. Ada petugasnya yang kantornya di Pasar Tenguyun. Biasanya akhir tahun bulan 12. Baru bulan lalu bayarnya," ujarnya.

Meski demikian, ia tidak membantah masih ada pedagang yang belum taat pajak di kawasan tersebut. Walau demikian, menurutnya jika ditemukan pedagang yang tidak taat pajak, maka hal tersebut tidak seharusnya berdampak pada semua pedagang.

"Dari tahun 2000, kalau untuk pemanggilan investor. Setahu saya pedagang di sini rutin membayar pajak. Tapi tidak tahu juga apakah semua rutin membayar, karena itu urusan masing-masing orang. Tapi kalau saya selalu rutin. Yang jelas kami sebagai pedagang di sini tidak setujulah. Karena bagaimana pun tempat ini kan sudah menjadi tempat kami untuk mencari makan sejak dulu. Kalau tidak diperpanjang, kami harus berjualan di mana lagi," imbuhnya.

Hingga saat ini pihaknya belum mendengar kebijakan yang dimaksud disampaikan secara langsung. Meski demikian, ia berharap rencana tersebut diurungkan.

"Sampai saat ini kami belum tahu informasi ini, kalau memang betul, mungkin ada informasi dari pegawai pajaknya. Tapi bulan 12 kemarin tidak ada informasi juga. Kami malah belum dengar ini. Mungkin harus dipertimbangkan lagilah," tuturnya.

Sementara itu, Audia (31), pedagang pakaian lainnya menilai dirinya termasuk salah seorang pedagang yang cukup taat terhadap pajak. Mengingat setiap tahunnya ia selalu rutin membayar pajak tepat waktu.

"Di sini bagus, sistem jemput bola untuk pembayaran. Saya bayarnya per tahun. Jarang juga kalau yang bayar bulan sama hari sebenarnya bisa. Cuma kadang pedagang ini kan tidak mau repot jadi senang bayar per tahun," tukasnya.

Walau demikian, ia mengatakan jika rencana Pemkot tersebut benar adanya, dirinya tidak merasa keberatan. Hanya, ia mengharapkan adanya solusi dari pemerintah terhadap pedagang yang taat pajak seperti dirinya.

"Kalau memang tidak diperpanjang, solusinya apa. Kalau tidak memperpanjang dengan alasan ada ruko tidak bayar, berarti kan tidak semua ruko. Karena tidak semua pedangang yang tidak taat. Di sini pedagang ada puluhan, jangan disamakan semua dong. Saya pribadi tidak masalah. Asalkan ada solusi dari pemerintah, minimal ada tempat yang disediakan kepada pedagang taat pajak atau hanya memutus izin HGB pedagang yang tidak bayar pajak saja. Karena terus terang meramaikan pasar itu tidak mudah," tukasnya.

Ekonom Ana Sriekaningsih menilai jika rencana tersebut dimaksudkan sebagai tindak lanjut bagi pedagang yang tidak taat pajak, maka hal tersebut cukup lumrah. Hanya, menurutnya hal tersebut merugikan semua pihak.

“Saya belum tahu apakah alasan Pemkot tidak memperpanjang, apakah karena faktor tifak menguntungkan buat PAD atau tidak. Kalau pun dianggap tidak menguntungkan, katakanlah tidak patuh terhadap pajak, saya pikir sah-sah saja. Karena walaupun di situ ada aktivitas perputaran rupiah, tapi jika tidak didukung feedback untuk daerah percuma. Bisa saja itu digantikan sesuatu yang bisa memberikan keuntungan daerah," ujarnya.

Menurutnya THM merupakan lokasi strategis sebagai wilayah perputaran rupiah. Meski demikian, lokasi tersebut juga memerlukan penataan agar nantinya membuat wajah Tarakan dapat lebih baik.

"Mungkin tempat itu, bisa dimanfaatkan untuk disewakan lagi, tapi untuk kelas usaha tertentu misalnya brand-brand tertentu saat ini. Bisa brand elektronik, kuliner atau pakaian. Selain untuk retribusi, itu juga bisa memperbaiki tatanan kota," nilainya.

Rencana ini sebelumnya disampaikan Wali Kota usai melantik Sekkot Tarakan A. Hamid, S.E, Selasa (31/12). Dalam salah satu tugas yang diberikan, Sekkot diminta mengawal khusus aset Pemkot. Khususnya di kompleks pertokoan Taman Hiburan Masyarakat atau Tarakan Harus Maju (THM) dan Grand Tarakan Mall (GTM).

“Kompleks pertokoan THM tahun 2021 kontraknya sudah habis, secara administrasi saya sudah menyurati seluruh notaris dan BPN untuk tidak memperpanjang HGB. Karena kawasan tersebut ke depan akan dilakukan pengembangan, terkait apa pengembangannya ke depan saya meminta Sekda dan instansi terkait yang menyiapkannya,” ujarnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Jumat, 28 Februari 2020 17:17

Keberangkatan 618 Calon Jemaah Umrah Tertunda

TARAKAN - Beredar maklumat dari Kerajaan Arab Saudi terkait penundaan…

Jumat, 28 Februari 2020 17:14

Warga Khawatir Digusur

TARAKAN – Rencana pengembangan kawasan wisata Pantai Amal membawa kekhawatiran…

Jumat, 28 Februari 2020 14:26

Mesin Mati, 3 Nelayan Hilang

TARAKAN - Kecelakaan laut melibatkan sebuah speedboat terjadi pada Kamis…

Kamis, 27 Februari 2020 14:32

Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:29

Awang Beri Bantuan karena Merasa Senasib

TARAKAN - Mantan Gubernur Kalimantan Timur 2008-2018  Dr. H. Awang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:27

Karena Ruang Pendingin Ikan Belum Sesuai Fungsi, Begini Jadinya...

TARAKAN- Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan masih…

Kamis, 27 Februari 2020 14:26

Pantai Amal Dipercantik Pemkot, Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:25

Gerindra Pesimistis Usung Kader di Pilgub

TARAKAN – Hasil rapimnas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akhir…

Senin, 24 Februari 2020 15:26

Pengemudi Tiba-Tiba Pusing, Hajar Dagangan Warga

TARAKAN – Diduga di luar kendali, sebuah mobil Toyota Rush…

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers