MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 31 Desember 2019 13:28
Pabrik Ciu Beroperasi di Dapur

Alat Penyulingan dan Bahan Baku Disita

Polisi melihat dari dekat pabrik minuman keras.

PROKAL.CO, MALINAU – Kepolisian Resor (Polres) Malinau melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam menyambut tahun baru. Salah satunya melakukan pencegahan pesta minuman keras (miras).

Senin (30/12), Polres Malinau melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Malinau Utara melakukan penggerebekan sebuah rumah yang diduga digunakan untuk tempat produksi miras berjenis ciu.

“Jadi tadi anggota kami dari Polsek Malinau Utara melakukan penggerebekan terhadap satu rumah yang diduga digunakan untuk pembuatan miras yang alkoholnya cukup tinggi berjenis ciu,” ujar Kapolres Malinau AKBP Agus Nugraha, S.IK, S.H, M.H, saat turun langsung melihat rumah yang dijadikan tempat pembuatan ciu.

Dijelaskan Kapolres, pemilik yang diduga memprodukdi ciu tersebut berinisial PI beralamat di Semenggol, Kecamatan Malinau Utara. Sedangkan beberapa barang bukti yang diamankan, yaitu 4 buah drum tempat produksi, 1 panci penyulingan, 2 buah ember bahan baku, 6 buah jeriken kapasitas 5 liter berisi ciu dan termasuk ada beberapa botol kosong yang nantinya akan digunakan untuk wadah kemasan ciu.

“Ada juga beberapa botol yang kami amankan sudah berisi dan siap jual. Itu sekira 56 botol,” ungkap Agus Nugraha.

Sementara itu, penggerebakan ini, aku Kapolres, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah rumah dijadikan pabrik ciu. Berdasarkan laporan itu, kemudian pihaknya melakukan penyidikan, pendalaman dan setelah dicek ternyata memang ada kegiatan produksi ciu di rumah tersebut.

“Kalau pengakuan mereka, ini pengakuan ya (saat digerebek), kita belum pastikan untuk hasil pemeriksaan, itu (melakukan produksi) sekitar 1 – 2 bulan,” bebernya.

Untuk tindak lanjut penggerebekan, Kapolres Malinau pengganti AKBP Bestari H. Harahap, SIK, MT ini mengatakan bahwa barang bukti pihaknya amankan dulu dan nanti akan meminta keterangan yang diduga memilki pabrik miras rumahan tersebut.

“Nanti kami minta keterangan dari yang bersangkutan dan nanti kami lihat ke depan apakah melakukan pembinaan atau proses berlanjut melalui tipiring (tindak pidana ringan). Itu dilihat hasil pemeriksaan seperti apa,” jelasnya.

Di hadapan pewarta, ia menegaskan, penggerebekan ini akan terus berlanjut apabila ada ditemukan lagi hal serupa di mana pun di wilayah Malinau. Sebab, ini sebagai upaya pencegahan sedini mungkin dalam rangka menjaga kamtibmas menjelang Tahun Baru. Karena salah satu penyebab kerawanan gangguan kamtibmas di malam tahun baru bermula dari pesta miras.

“Kita coba meminimalisir dengan melakukan upaya-upaya penyitaan, kemudian upaya-upaya razia, baik di toko-toko maupun di tempat pembuatannya. Termasuk tempat-tempat lainnya kami lakukan razia,” katanya.

Perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundaknya ini meminta kerja sama masyarakat agar lebih perhatian dengan daerah sekitarnya dan melaporkan jika ada hal-hal mencurigakan, seperti transaksi narkoba, miras atau rumah-rumah yang memproduksi miras.

“Silakan laporkan ke kami. Bagi masyarakat ada yang tahu, apakah itu tempat pembuatan, apakah itu orang yang menjual, pengedar, pengecer. Silakan laporkan ke Polres Malinau atau polsek terdekat untuk dilakukan penindakan,” katanya seraya mengatakan bahwa kepolisian menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

Di sela usai penggerebakan, di depan Kapolres dan anggota Polres Malinau lainnya, PI, terduga pemilik tempat produksi ciu mengaku bahwa dirinya mempunyai pekerjaan lain yaitu sebagai petani dan lahan seluas setengah hektare. “Saya bertani saja dan ada punya kolam ikan. Ada lele sama nila,” ungkap PI.

Sementara itu, saat anggota kepolisian ingin membuang limbah atau bekas air bahan pembuatan ciu, salah seorang perempuan yang berada di lokasi meminta agar jangan dibuang ke dekat kolam ikan, sebab bisa menyebabkan ikan mati. “Jangan buang di kolam, mati nanti ikan,” celetuknya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres sempat menasihati agar terduga pemilik dan keluarga agar tidak memproduksi ciu lagi. Mereka diminta untuk fokus bertani dan mengembangkan kolam ikannya. “Gak boleh lagi buat (produksi ciu) begitu ya,” pesan Kapolres. (ags/lim)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers