MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 23 Desember 2019 13:45
Harga Sayur dan Bawang Merangkak Naik
JELANG NATARU: Harga sayur dan bawang di Pasar Induk Imbayud Taka mengalami kenaikan yang signifikan, Minggu (22/12).

PROKAL.CO,

TANA TIDUNG - Harga bawang dan sayur menjelang Natal dan Tahun Baru merangkak naik sejak sepekan sebelum Natal. Harga bawang merah yang sebelumnya  Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram (kg).

Begitu juga harga sayur seperti wortel, kentang dan bayam kini semua merangkak naik di Pasar Induk Imbayud Taka Tana Tidung (KTT). Dikatakan salah seorang penjual sayur di Pasar Induk Imbayud Taka, Isal,  baik bawang merah dan bawang putih memang mengalami kenaikan. Di antaranya sawi yang ia jualkan sebelumnya hanya Rp 3 ribu per ikat naik Rp 4 ribu per ikat. Wortel dari harga Rp 50 ribu naik hingga Rp 65 ribu.

"Kentang sebelumnya Rp 30 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya. Semua ini kami ambil dari Malinau karena memang dari sana mereka menjual dengan harga begitu,"jelas Isal kepada Radar Tarakan, Minggu (22/12).

Ia mengakui, pasokan seperti sayur-mayur dan bawang itu biasanya didatangkan dari Malinau, karena di KTT jarang sekali warga lokal menghasilkan sayur mayur. "Selama ini sayur yang kami jual itu dibawa dari Malinau, warga di sini tidak ada yang menanam sayur sehingga untuk itu banyak penjual dari malinau yang menjual sayurnya di sini. Sayur mahal, karena petani malinau itu rata-rata Nasrani, dan kini mereka lagi mempersiapkan Natal. Kemungkinan habis Natal baru harga akan normal kembali," jelasnya.

Pembeli lainnya Siti, mengungkapkan naiknya harga sayur membuat dirinya sempat kaget ketika membeli bawang merah. "Saya kaget tadi, tiga hari lalu saya baru beli bawang merah satu kilo Rp 40 ribu, eh sekarang sudah jadi Rp 50 ribu per kilo. Terpaksa tadi saya hanya beli setengah kilo aja,"kata Siti.

Diakui Siti, memang setiap perayaan hari besar, semua pasti mahal terutama sembako pasti ikut mengalami kenaikan itu sudah wajar. "Memang beginilah asal sudah mendekati pergantian tahun pasti semua barang-barang pada mahal, tapi setelah awal tahun itu pasti akan normal kembali,"harapnya. (rko/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Januari 2021 12:42

100 Hari Kerja, Ini Maunya Bupati Tana Tidung Terpilih

 TANA TIDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Tidung menetapkan…

Kamis, 21 Januari 2021 10:29

Salurkan BLT Tahap Pertama 2021

TANA TIDUNG - Pemerintah Desa Sesayap Selor, Kecamatan Sesayap Hilir,…

Kamis, 14 Januari 2021 11:39

Positif Covid-19 Bertambah 14 Orang

TANA TIDUNG – Hingga Selasa (12/1) lalu, jumlah terkonfirmasi postif…

Kamis, 14 Januari 2021 11:38

Peduli Sesama, Galang Dana Kebakaran Nunukan

TANA TIDUNG- Kebakaran di Jembatan Pasar Inhutani yang menghanguskan 62…

Selasa, 12 Januari 2021 10:33

Pedagang RTH Kuliner Raup Omzet Bervariasi

TANA TIDUNG - Belum lama wisata kuliner yang berada di…

Selasa, 12 Januari 2021 10:32

Meski Murah, Bus Damri Sepi Peminat

TANA TIDUNG – Hari libur akhir pekan hingga libur panjang…

Senin, 11 Januari 2021 10:57

Tak Seperti Tahun Lalu, Penumpang Speedboat Sepi

TANA TIDUNG – Awal tahun baru 2021 penumpang speedboat di…

Rabu, 23 Desember 2020 11:18

Jaga Wilayah Perbatasan, Dirikan Kodim di KTT

TANA TIDUNG – Selama kurang lebih 13 tahun Kabupaten Tana…

Jumat, 18 Desember 2020 11:54

6.851 Suara, Ibrahim-Hendrik Menang Pilbup KTT

TANA TIDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Tidung menggelar…

Sabtu, 12 Desember 2020 13:36

WOW..!! 2 Kg Sabu Gagal ke Tana Tidung

NUNUKAN – Kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan tujuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers