MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 23 Desember 2019 13:14
Dorong Percepat Infrastruktur

Tahun Depan Toko Indonesia Diaktifkan

PEMERATAAN: Infrastruktur harus dibenahi untuk mengurangi masuknya produk Malaysia ke Indoensia, tampak salah satu produk Milo Malaysia.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Masih beredarnya produk Malaysia di Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan Utara, padahal hal tersebut sudah tertulis pada perjanjian perdagangan antar lintas batas.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Umum Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (PW Japnas) Kalimantan Utara (Kaltara), Akhid Ubaidillah bahwa sebenarnya jika lihat dari awal ada namanya border trade agreement (BTA) atau perdagangan lintas batas  yang ditandatangani pada 24 Agustus 1970.

Di dalam BTA itu, disepakati bahwa volume  kecil memang tidak melalui mekanisme ekspor impor, hanya untuk kebutuhan sehari-hari di masyarakat perbatasan saja. Bahkan untuk transaksinya juga dibatasi 600 Ringgit Malaysia (RM) per bulan. Dan jika  dirupiahkan nominalnya kurang lebih Rp 2 juta saja.

“Namun saat ini, transaksi BTA itu menggunakan kapal kayu akhirnya masuk produk Malaysia di Kaltara, dan jumlahnya sudah tidak sesuai border trade agreement lagi,” ungkap Akhid kepada Radar Kaltara melalui sambungan telpon pribadinya, Sabtu (21/12).

Selama ini, sambung Akhid, harga produk Malaysia lebih murah dibandingkan dengan harga produk yang dikirim dari Jawa, khususnya Surabaya. Infrastruktur jalan yang mulai membaik, khususnya ruas jalan dari trans Kalimantan Kota Samarinda ke Kaltara juga akan mengurangi disparitas harga kebutuhan bahan pokok (sembako). Oleh karena itu pihaknya mendorong agar  pemerintah daerah mem-push (dorong) pemerintah pusat agar segera menyediakan infrastruktur yang lebih baik.

“Kalau infrastruktur sudah membaik maka dengan sendirinya barang dari Malaysia tidak akan masuk lagi ke Indonesia. Khususnya di Kaltara,” sebutnya.

Akhid menambahkan, momentum Presiden Jokowi mencoba jalan perbatasan harus dimaknai keinginan pemerintah pusat  untuk membangun Kaltara lebih cepat.  Sebab, akses jalan tidak hanya membuka keterisolasian tetapi juga akan menghubungkan akses negara yaitu Malaysia Sabah Serawak dan Brunei Darussalam bukan hanya kepentingan daerah saja, tetapi juga kepentingan tiga negara.

“Dengan begitu benefit perdagangan, tourism dan investasi akan meningkat, yang diuntungkan Kaltara itu sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hj. Hasriani untuk pengawasan sebenarnya akan tetap terus dilakukan. dan tahun depan Toko Indonesia juga sudah akan difungsikan di wilayah perbatasan. Hal itu tentu dapat mengurangi ketergantungan masyarakat perbatasan akan produk Malaysia.

“Di BTA itu juga sudah jelas hanya RM 600 saja dan itu sebenarnya hanya berlaku untuk wilayah pebatasan saja,” tegasnya.

Dan barang dari Malaysia itu bukan untuk diperjualbelikan hingga ke Kabapaten Bulungan ataupun Kota Tarakan, hanya untuk konsumsi di wilayah perbatasan saja. “Mangkanya sering kita bilang itu bukan RM 600 lagi, tapi satu kapal,” sebutnya.

Terpisah salah satu pemilik toko di Tanjung Selor yang enggan dikorankan namanya mengaku bahwa barang Malaysia itu di dapat dari salah seorang pemasok.  “Jadi kita dapat dari pemasok saja,” singkatnya. (*/jai/nri)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:15

Ketersediaan Bahan Pokok Terus Dipantau

TANJUNG SELOR – Harga komoditas pangan di Kaltara pada Maret…

Kamis, 02 April 2020 14:14

Sekolah Filial Jadi Solusi

TANJUNG SELOR – Dunia pendidikan di pedalaman Kalimantan, tepatnya yang…

Kamis, 02 April 2020 14:01

Mesti Ada Wabah Corona, Petani Tetap Turun ke Sawah, tapi Jaga Jarak Aman

Pandemi Corona Virus Disease–2019 (Covid – 19) yang menyerang di…

Rabu, 01 April 2020 13:26

Ayo Bersatu Lawan Covid-19!

TANJUNG SELOR – Puluhan kendaraan dan ratusan personel gabungan dikerahkan…

Rabu, 01 April 2020 13:24

Cegah Penularan, Gelar Sidang Jarak Jauh

TANJUNG SELOR – Sidang yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung…

Rabu, 01 April 2020 13:21

WFH Diberlakukan hingga 21 April Mendatang

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus bergerak cepat…

Rabu, 01 April 2020 13:19

Puluhan Mahasiswa di Samarinda Dipulangkan

TANA TIDUNG - Seluruh mahasiswa yang saat ini kuliah di…

Rabu, 01 April 2020 13:18

Edukasi Warga lewat Nada Lagu Dangdut

Pernah dengar lagu Raja Dangdut H. Rhoma Irama berjudul Mirasantika?…

Rabu, 01 April 2020 12:57

Neck Blast Gagalkan 300 Hektare Padi Siap Panen

MASA panen padi menjadi suatu  yang paling dinantikan para petani.…

Selasa, 31 Maret 2020 13:17

Penundaan Pilkada Tunggu Perppu

TANJUNG SELOR - Beredar kabar bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers