MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 Desember 2019 13:43
20 Ribu Tenaga PLTA, 70 Persen Lokal

Presiden Akan ke Malinau Lagi

DUKUNGAN ENERGI: Bupati Malinau Dr. Yansen TP (batik biru) memaparkan rencana pembangunan PLTA kepada Presiden Joko Widodo di Malinau, Kamis (19/12).

PROKAL.CO, KUNJUNGAN Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Utara (Kaltara) memang telah usai. Namun ia membawa banyak catatan untuk dibawa ke pusat.

Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie yang mendampingi mengungkap jika Presiden sempat menanyakan perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE).

PLTA Kayan juga direncanakan akan menyerap 70 persen tenaga kerja lokal dari 20.000 tenaga kerja.

“Laporan yang disampaikan kepada Presiden, PT KHE berencana akan membangun PLTA Kayan berkapasitas 9 ribu megawatt (MW) yang dirancang dalam 5 cascade (riam),” ujar Gubernur, kemarin (20/12).

Di mana, kegiatan tahap awal sampai penandatanganan joint venture investment agreement dengan Power China Group pada 13 April 2018 di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sudah dijalankan dengan kemajuan yang sangat pesat.

Adapun perizinan yang sudah dimiliki, di antaranya izin prinsip pembangunan PLTA di Sungai Kayan pada 2011. Lalu, izin lokasi pembangunan PLTA di Sungai Kayan (2012), izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) pada 2015, izin pengusahaan dan penggunaan sumber daya air (2016), juga perizinan lainnya yang diperoleh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan lainnya.

Dalam upaya mempercepat realisasi pembangunannya sendiri, PT KHE telah melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat di depan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), pemerintah setempat dan lainnya.

PT KHE juga telah melakukan feasibility study yang dilaksanakan oleh Changjiang Institute of Survey, Planning, design and research bahwa PLTA Kayan akan dibangun sepanjang Sungai Kayan dengan membagi dalam 5 bendungan berkapasitas terpasang 9 ribu MW yang akan memproduksi tenaga listrik sebesar 36 TWh per tahun.

Untuk urusan AMDAL, PT KHE telah memiliki dokumen AMDAL dan telah memperoleh izin Gubernur Kaltara melalui SK Gubernur Kaltara No. 503/K.04/2014 tanggal 2 Januari 2014, dan SK Gubernur Kaltara No. 503/K.09/2014 tanggal 7 Januari 2014.

Dikabarkan pula, bahwa basic design dan detailed design PLTA Kayan I sudah selesai. Keduanya dibuat oleh konsultan Changjiang Survey, Planning, Design and Research Co, Ltd. Untuk PLTA Kayan II dan III, basic design PLTA sudah selesai, sementara detailed design PLTA dalam proses. Sementara untuk PLTA Kayan IV dan V, basic design PLTA-nya dalam proses.

Sekaitan dengan proses izin konstruksi sendiri, PT KHE melaporkan bahwa kini sedang dalam proses sertifikat desain dan izin konstruksi bendungan PLTA Kayan I di Balai Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

Proses untuk memperolehnya, berupa kajian laporan dan data serta inspeksi lapangan dan diskusi sudah dilaksanakan dengan baik. Demikian pula kajian Balai Bendungan yang menjadi prasyarat sidang teknis Komisi Keamanan Bendungan (KKB).

Sidang teknis KKB telah dilaksanakan pada 25 April 2018, dan berjalan baik serta mendapatkan keputusan positif dari KKB. Kelanjutannya, berupa umpan balik dari KKB telah digunakan untuk memperbaiki laporan. Laporan tersebut sudah diperbaiki dan telah disampaikan untuk dikaji kembali oleh Balai Bendungan pada 27 Juni 2018. Sidang pleno pembahasan persetujuan design bendungan PLTA Kayan I sudah dilaksanakan pada 11 Oktober 2018.

Sekaitan dengan itu, revisi detailed design PLTA Kayan telah diajukan kepada KKB di Balai Bendungan pada akhir September 2019. Selain itu, sertifikat desain dan izin konstruksi PLTA Kayan akan diterbitkan Menteri PUPR atas rekomendasi Balai Bendungan.

Untuk land acquisition and resettlement action plan (LARAP), PT KHE telah selesai melakukan kajian studi relokasi Desa Long Lejuh dan Desa Long Pelban, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Seluruh proses kajian ini tertuang dalam LARAP yang sudah selesai dikerjakan.

PT KHE sendiri telah membebaskan lahan seluas 156 hektare dari target 238 hektare untuk pembangunan sarana dan prasarana PLTA Kayan dan akan segera memulai proses land clearing setelah dokumen rencana tebang dan dokumen IPK disetujui Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara.

Untuk pekerjaan lapangan, PT KHE telah memproses pengiriman kontainer untuk kantor, mes dan pos penjagaan dari Surabaya ke Tanjung Selor pada 31 Juli 2019. Saat ini juga telah berproses persiapan mobilisasi alat berat untuk pembersihan lokasi dan pembuatan jalan akses menuju ke lokasi yang akan dibuat gedung kantor, mes dan pos penjagaan.

PT KHE juga tengah mengurus perizinan untuk pendalaman alur Sungai Kayan yang dangkal guna transportasi pengangkutan peralatan maupun material.

“PLTA Kayan I ditarget dimulai tahun depan, dan operasional 2025. Sementara PLTA Kayan II, ditarget mulai pekerjaan fisik pada 2021, dan operasional pada 2027,” tambah Gubernur.

Proyek pembangunan 5 bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) oleh PT KHE diprediksi mampu menyerap 20 ribu tenaga kerja.

“Komposisi tenaga juga diatur, di mana tenaga lokal mendapat kesempatan lebih besar dengan persentase 70 persen. Sedangkan komposisi tenaga kerja asing hanya 20 hingga 25 persen sebagai tenaga ahli,” ujar Kepala Dinas ESDM Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi, Kamis (19/12). 

Total investasi untuk pembangunan Kayan I sampai dengan V sekitar Rp 280 triliun. Sedangkan untuk Kayan I dengan kapasitas 900 megawatt (MW) sekitar sekitar Rp 27 triliun.

Sementara PLTA Mentarang Induk akan dibangun di Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara oleh PT Kayan Hydropower Nusantara dengan kapasitas daya terpasang 1.375 MW. 

Saat ini tahapan pekerjaan berupa penyelesaian studi kelayakan dan detail engineering design (FS-DED). 

PLTA ini dibangun dengan investasi senilai USD 3,75 miliar. Dijelaskan pihak pelaksana, PLTA Mentarang Induk akan dibangun dengan tinggi bendungan sekitar 220 meter dan lebar 666 meter. Ini menjadikannya sebagai salah satu bendungan PLTA tertinggi di Indonesia.

Harapannya, listrik yang dihasilkan akan mampu menyuplai kebutuhan listrik KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi dan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, juga ibu kota negara (IKN) baru.

Rencananya, tahapan pra-konstruksi dimulai tahun depan dengan membangun jalan sepanjang 9 kilometer. Selain itu, sejumlah perizinan juga akan dipercepat penyelesaiannya pada tahun depan. Salah satunya, dokumen AMDAL dan ESHE. Juga tengah berdiskusi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian PUPR untuk izin konstruksi bendungan.

 

UNDANG PRESIDEN DI IRAU MALINAU

Bupati Malinau Dr. Yansen TP mengungkap Presiden Joko Widodo akan ke Malinau lagi pada Oktober 2020 melakukan ground breaking PLTA. “Tahun depan saya akan sampaikan report-nya, progres pembangunannya,” ujar Yansen TP diwawancarai Radar Tarakan, Kamis (19/12) usai melepas rombongan Presiden.

Melaporkan progres pembangunan itu nantinya dilakukan Bupati Malinau untuk sekalian mengundang Presiden menghadiri Pesta Budaya Irau Malinau ke-10 pada Oktober 2020 nanti.

“Nanti saya akan melaporkan sekaligus mengundang beliau (Presiden) berkunjung ke Malinau untuk menghadiri Irau Malinau sekalian ground breaking PLTA. Itu kata beliau, nanti kita ground breaking itu (PLTA Mentarang),” tutur Yansen menirukan omongan Presiden saat kunjungan untuk makan siang di Malinau.

Presiden Direktur PT KHN Antony Lesmana, mengungkapkan, pihaknya diminta untuk memaparkan progres dan perencanaan pembangunan PLTA Mentarang di hadapan Presiden. Pada kesempatan tersebut, katanya, tentu pihaknya meminta dukungan penuh dari Presiden, sebab, selama ini pihaknya juga sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga.

Jika Presiden mendukung pembangunan PLTA ini, lanjutnya, tentu akan memberikan nilai positif bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Malinau dan Kaltara.

 

PRESIDEN KOMITMEN BANGUN PERBATASAN

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid juga berkesempatan mendampingi Presiden meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kamis (19/12).

Dalam keterangannya, Laura mengaku sangat terkesan atas kunjungan Presiden ke Kecamatan Krayan. "Kunjungan bapak Presiden RI sangat berkesan bagi masyarakat di perbatasan," ujar Laura kepada Radar Tarakan, Jumat (20/12).

Mendapat kesempatan berdiskusi singkat dengan Presiden, Laura secara khusus menyampaikan sejumlah aspirasi terkait infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di perbatasan.

"Saat salaman terakhir, saya sempat pesan lagi, tolong perhatikan Nunukan Bapak Presiden," imbuh bupati sesaat sebelum Presiden meninggalkan Krayan.

Agenda Presiden di Krayan cukup padat. Selain berdiskusi dengan sejumlah tokoh-tokoh Krayan, Presiden dan rombongan sempat menjajal jalan perbatasan trans-Kalimantan menggunakan sepeda motor custom Kawasaki W-175.

Menurut Bupati, dalam keterangan resmi Presiden saat berada di Krayan, meski saat ini pemerintah pusat sedang perhatian membangun SDM, pembangunan infrastruktur tetap dilanjutkan.

Infrastruktur jalan, dikatakan Laura, begitu mendapat perhatian serius Presiden agar konektifitas dan mobilisasi barang, orang dan komoditas sebagai penggerak utama perekonomian.

"Presiden komitmen membangun perbatasan," tambah Laura. Jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Malinau dengan Kabupaten Nunukan sedang dalam proses pembangunan. Hal ini pula yang diyakini sebagai upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan percepatan pembangunan di kawasan perbatasan. (ags/dra/lim)


BACA JUGA

Senin, 13 Januari 2020 14:48

Menginspirasi Masyarakat Melalui Buku

MALINAU — Terinspirasi dari visi orang tuanya, Dr. Yansen TP,…

Jumat, 10 Januari 2020 13:27

Begini Perjuangan Melestarikan Jantung Hutan Borneo

Sempat mengikuti equator prize 2019, dalam ajang bergengsi United Nations…

Rabu, 08 Januari 2020 15:37

Syukurlah..!! Layanan Speedboat Berangsur Normal

MALINAU – Aksi mogok jalan massal speedboat reguler sempat membawa…

Selasa, 07 Januari 2020 12:04

Tahun 2020 Pejabat Diminta Fokus

MALINAU – Usai melakukan pelantikan pejabat eselon III dan IV…

Selasa, 07 Januari 2020 12:02

Nomenklatur Berubah, Pegawai Dimutasi dan Bergeser

MALINAU – Setelah pada tanggal 3 Desember 2019 lalu Pemerintah…

Selasa, 07 Januari 2020 11:32

Pantau Hoaks, Ada Tim Patroli Siber

MALINAU – Tahun 2020 akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),…

Selasa, 07 Januari 2020 11:26

Penumpang Beralih Gunakan Pesawat

MALINAU – Tidak beroperasinya speedboat reguler yang melayani berbagai daerah…

Jumat, 03 Januari 2020 14:07

Awal Tahun, Sidak Sampai ke Kecamatan

MALINAU – Mengawali hari pertama kerja di tahun 2020, Pemerintah…

Kamis, 02 Januari 2020 15:31

Pelaku UMKM Jajakan Kuliner dan Batik Daerah

MALINAU – Cuaca Bumi Intimung, sebutan lain Kabupaten Malinau, sedari…

Kamis, 02 Januari 2020 15:14

Yang Bawa Istri Disuruh Peluk, Yang Tak Bawa Istri Push Up

Kenaikan pangkat bagi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers