MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 20 Desember 2019 16:35
Berharap Percepat Pembangunan PLTA
PLTA KAYAN: Lokasi pembangunan PLTA Sungai Kayan Bendungan I yang nantinya menjadi support kebutuhan listrik untuk ibu kota negara (IKN) baru yang ada di Kaltim.

PROKAL.CO, KUNJUNGAN kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam lawatannya kali ini, juga melakukan peninjauan terhadap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan bendungan I. Diharapkan dapat mempercepat proses pembangunannya sesuai dengan recana yang telah disusun sebelumnya.

Direktur Operasional PT Kayan Hydro Energy (KHE), Khaerony mengatakan dalam peninjauan lewat udara tersebut, Presiden melihat langsung proses pembangunan PLTA Sungai Kayan bendung I, di mana kini prosesnya sudah dimulai dengan melakukan pembangunan infrastruktur penunjang PLTA Sungai Kayan bendungan I yakni pembangunan mess, warehouse dan jalan.

"Kedatangan Presiden punya arti besar untuk kami. Harapannya, juga memberi dukungan, paling tidak soal perizinan yang masih dalam proses untuk kami lengkapi. Kedatangan beliau juga menjadi support bagi Pemprov dan masyarakat pada umumnya. Untuk perizinan, sudah hampir tuntas, sudah sekitar 90 persen saat ini," jelas Khaerony, Kamis (19/12).

Khaerony menambahkan, saat ini proses pembangunan infrastruktur penunjang sudah berjalan selama dua bulan. Namun pengerjaannya bukan tanpa kendala. Dari total kebutuhan jalan 20 kilometer, pembangunan baru mencapai 4,5 kilometer. Hambatannya karena ada gunung batu yang mesti dilakukan peledakan untuk pembangunan jalannya. Untuk pembangunan ini, PT KHE sudah mengerahkan 12 unit alat berat. Terdiri dari dari, 7 unit ekskavator,  2 unit buldoser dan sisanya dump truck.

"Alat berat ini digunakan untuk pekerjaan pembangunan badan jalan menuju bendungan I," ujarnya.

Bukan perkara mudah untuk mengirim alat berat ke lokasi pembangunan proyek PLTA Sungai bendungan I, di mana banyak bebatuan besar di sungai sehingga perlu pendalaman dengan cara pengerukan. Pengerukan ini agar sungai bisa digunakan untuk menopang kegiatan mobilisasi, unit maupun logistik. Lalu lintas mobilisasi unit dan logistik ini, untuk sementara menggunakan kapal landing craft tank (LCT) melalui sungai Kayan.

“Alat berat tidak bisa dikirim lewat darat karena jalan dan jembatan yang ada belum memadai untuk dilewati kendaraan berat,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, pembangunan PLTA Sungai Kayan bendungan I mendapatkan respons positif dari masyarakat, karena proyek tersebut juga melibatkan masyarakat lokal dimana dipekerjakan sebagai operator alat berat, tenaga unskill, dan lainnya.

“Karakteristik sungai Kayan ini cocok sekali untuk dibuat PLTA Sungai Kayan karena debit airnya yang mencapai 1.700 meter kubik/detik. Ditambah, hulu sungai ini juga ditopang oleh Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) seluas 1,35 juta hektare. Sehingga, PLTA Sungai Kayan ini tidak hanya bisa menjamin listrik di Kaltara saja, tapi juga pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara,” bebernya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembangunan PLTA Sungai Kayan bendungan I hingga bendungan V ditandai dengan kontrak kerja sama antara PT KHE dan Powerchina International Group yang diteken pada 31 Oktober 2018. Kemudian, pada Kamis 15 Agustus 2019 lalu, kedua perusahaan meneken pelaksanaan proyeknya. Penandatanganan tersebut dilakukan di Kantor Staf Presiden (KSP), di bawah pengawalan langsung Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Saat itu, Moeldoko menuturkan, perjanjian yang ditandatangani meliputi tiga proyek strategis nasional di Kaltara, termasuk pembangunan PLTA Sungai Kayanbendungan I hingga bendungan V.

“PLTA Sungai Kayan yang dibangun di atas lahan seluas 12.000 hektare itu diproyeksikan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 9.000 megawatt dari lima bendungan yang dibangun secara bertahap, dimana bendungan pertama diproyeksi dapat menghasilkan 900 megawatt. Selanjutnya, pembangunan akan dilakukan pada bendungan kedua berkapasitas 1.200 megawatt, bendungan ketiga dan keempat yang masing-masing menghasilkan 1.800 megawatt dan bendungan kelima dengan 3.200 megawatt,” pungkasnya.

 

GROUND BREAKING PLTA MENTARANG OKTOBER 2020

Berkunjung ke Kabupaten Malinau, Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo berkesempatan mendengar dan menyaksikan langsung paparan dari perusahaan yang akan membangun Pembangkit Tenaga Listrik (PLTA) di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau.

Mendengar hasil paparan PT. Kayan Hydropower Nusantara (KHN) di Ruang VIP Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Kamis (19/12) tersebut, Presiden berencana akan kembali ke Malinau untuk melakukan ground breaking pada Oktober 2020 nanti.

Hal itu, diungkapkan Bupati Malinau Dr. Yansen TP usai melepas keberangkatan Presiden beserta rombongan di Bandara Kolonel RA Bessing. “Tahun depan saya akan sampaikan report-nya, progres pembangunannya,” ujar Yansen TP diwawancarai Radar Tarakan.

Melaporkan progres pembangunan itu nantinya dilakukan Bupati Malinau untuk sekalian mengundang Presiden untuk menghadiri Pesta Budaya Irau Malinau ke-10 pada Oktober 2020 nanti.

“Nanti saya akan melaporkan sekaligus mengundang beliau (Presiden) berkunjung ke Malinau untuk menghadiri Irau Malinau sekalian ground breaking PLTA. Itu kata beliau, nanti kita ground breaking itu (PLTA Mentarang),” tutur Yansen menirukan omongan Presiden saat kunjungan untuk makan siang di Malinau.

Terpisah, Presiden Direktur PT. KHN, Antony Lesmana, kepada pewarta mengungkapkan, pihaknya diminta untuk memaparkan progres dan perencanaan pembangunan PLTA Mentarang di hadapan Presiden. Pada kesempatan tersebut, katanya, tentu pihaknya meminta dukungan penuh dari Presiden, sebab, selama ini pihaknya juga sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga.

Jika Presiden mendukung pembangunan PLTA ini, lanjutnya, tentu akan memberikan nilai positif bagi Bangsa Indonesia, khususnya masyarakata Malinau dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Dan tentunya, juga PT. KHN.

Tinggi bendungan yang akan dibangun, jelas Antony, adalah 220 meter. Sedangkan lebarnya 666 meter dan bendungan ini menjadi salah satu bendungan tertinggi di dunia dan akan menghasilkan listrik 1375 Megawatt (MW), yang nantinya bisa membantu menyuplai energi listrik untuk Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning yang juga merupakan proyek strategis nasional Indonesia.

“Selain itu, besar harapan kita, kita juga dapat membantu untuk menyuplai listrik ke ibu kota negara (IKN) yang baru. Itu yang kami paparkan kepada Pak Presiden,” terangnya.

Untuk komitmen membangun PLTA, pihaknya akan berusaha untuk menyelesaikan perizinan tahun depan, sehingga pada akhir tahun 2020 pihaknya dapat mulai melakukan pra konstruksi jalan sepanjang kurang lebih 9 kilometer.

“Kita sudah mendapatkan izin lokasi. Kita juga sudah mendapatkan izin prinsip dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Sekarang kita lagi melakukan proses untuk mengajukan izin amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan ESIA (environmental social impact assement). Selain itu, kita juga lagu berdiskusi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian PUPR untuk izin konstruksi bendungan,” ungkapnya.

Diketahui, Presiden juga melihat langsung melalui udara menggunakan helikopter lokasi-lokasi pembangunan PLTA Mentarang di Malinau sebelum kembali ke Tarakan. (jnr/ags/nri)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers