MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 20 Desember 2019 16:35
Berharap Percepat Pembangunan PLTA
PLTA KAYAN: Lokasi pembangunan PLTA Sungai Kayan Bendungan I yang nantinya menjadi support kebutuhan listrik untuk ibu kota negara (IKN) baru yang ada di Kaltim.

PROKAL.CO,

KUNJUNGAN kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam lawatannya kali ini, juga melakukan peninjauan terhadap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan bendungan I. Diharapkan dapat mempercepat proses pembangunannya sesuai dengan recana yang telah disusun sebelumnya.

Direktur Operasional PT Kayan Hydro Energy (KHE), Khaerony mengatakan dalam peninjauan lewat udara tersebut, Presiden melihat langsung proses pembangunan PLTA Sungai Kayan bendung I, di mana kini prosesnya sudah dimulai dengan melakukan pembangunan infrastruktur penunjang PLTA Sungai Kayan bendungan I yakni pembangunan mess, warehouse dan jalan.

"Kedatangan Presiden punya arti besar untuk kami. Harapannya, juga memberi dukungan, paling tidak soal perizinan yang masih dalam proses untuk kami lengkapi. Kedatangan beliau juga menjadi support bagi Pemprov dan masyarakat pada umumnya. Untuk perizinan, sudah hampir tuntas, sudah sekitar 90 persen saat ini," jelas Khaerony, Kamis (19/12).

Khaerony menambahkan, saat ini proses pembangunan infrastruktur penunjang sudah berjalan selama dua bulan. Namun pengerjaannya bukan tanpa kendala. Dari total kebutuhan jalan 20 kilometer, pembangunan baru mencapai 4,5 kilometer. Hambatannya karena ada gunung batu yang mesti dilakukan peledakan untuk pembangunan jalannya. Untuk pembangunan ini, PT KHE sudah mengerahkan 12 unit alat berat. Terdiri dari dari, 7 unit ekskavator,  2 unit buldoser dan sisanya dump truck.

"Alat berat ini digunakan untuk pekerjaan pembangunan badan jalan menuju bendungan I," ujarnya.

Bukan perkara mudah untuk mengirim alat berat ke lokasi pembangunan proyek PLTA Sungai bendungan I, di mana banyak bebatuan besar di sungai sehingga perlu pendalaman dengan cara pengerukan. Pengerukan ini agar sungai bisa digunakan untuk menopang kegiatan mobilisasi, unit maupun logistik. Lalu lintas mobilisasi unit dan logistik ini, untuk sementara menggunakan kapal landing craft tank (LCT) melalui sungai Kayan.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 07 Oktober 2020 14:44

Daerah Operasi Bukan untuk Rekreasi

MALINAU - Tim Audit Kinerja Inspektorat Jenderal (Itjen) TNI Periode…

Rabu, 07 Oktober 2020 14:11

Kasatlantas Polres Malinau Berganti

MALINAU – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres)…

Selasa, 06 Oktober 2020 14:35

HUT ke-75, TNI dapat Kejutan di Perbatasan

MALINAU - Tim Audit Kinerja Inspektorat Jenderal (Itjen) TNI Periode…

Selasa, 06 Oktober 2020 14:34

Pelantikan KONI Malinau Tunggu SK

MALINAU – Usai terpilih kembali sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional…

Senin, 05 Oktober 2020 13:59

Relokasi Warga Terdampak Pembangunan PLTA Mentarang Induk Harus Hati-Hati

MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau sangat serius menanggapi rencana…

Senin, 05 Oktober 2020 13:30

Upacara HUT TNI Hanya Disaksikan Secara Virtual

MALINAU – Masih dalam situasi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), Komando…

Senin, 05 Oktober 2020 13:29

Toleransi Beragama Terbingkai dalam TMMD

MALINAU - Tanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaan harus dilaksanakan…

Jumat, 02 Oktober 2020 12:16

Tetap Waspada Bahaya Laten Komunis

MALINAU – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal…

Jumat, 02 Oktober 2020 12:05

PLTA Mentarang Induk Terkendala Pandemi

MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama PT Kayan Hydropower…

Kamis, 01 Oktober 2020 08:52

Tiga Paket Kegiatan di Prosehat Hampir Rampung

MALINAU – Pembangunan panggung kesenian yang disertai dengan pembangunan lanskap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers