MANAGED BY:
MINGGU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Desember 2019 15:02
Target Sertifi kasi Tanah se-Indonesia
Tak Perlu Menunggu 160 Tahun

Jokowi: Hati-Hati Agunkan Sertifi kat

MILIK MASYARAKAT: Warga mengangkat sertifi kat tanah yang telah dibagikan pemerintah melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap. Presiden Joko Widodo mengungkap pemerintah masih harus menyelesaikan sekira 80 jutaan sertifi kat lagi.

TARAKAN – Presiden Joko Widodo memenuhi janjinya, datang ke Kalimantan Utara (Kaltara) untuk keempat kalinya. Ia tiba di Bandara Internasional Juwata Tarakan dengan pesawat kepresidenan, Rabu (18/12) sore.

Jokowi, demikian akrab dielu-elukan masyarakat, ditunggu masyarakat sejak siang. Dari pelajar hingga emak-emak memadati jalan protokol yang dilalui Jokowi.

Di Tarakan, Jokowi membagikan sertifikat tanah kepada 1.000 warga. Penyerahan itu dilakukan di Gedung Tennis Indoor Telaga Keramat, Tarakan Timur.

Turut mendampingi Presiden dalam acara penyerahan sertifikat tersebut antara lain, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, saat Jokowi tiba di lokasi pembagian setifikat tanah, masyarakat pun menyemut menyambut. Ada yang berteriak menyebut nama, adapula yang mengeluarkan handphone untuk mengabadikan dalam gambar atau video. Adapula yang berusaha untuk berjabat tangan dengan Presiden.

Mengenai program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang telah berjalan dan menargetkan 7 juta sertifikat, ia menilai menunjukkan progres yang baik. Pada 2017 lalu, jumlah sertifikat 5 juta, kemudian dinaikkan pada tahun 2018 menjadi 7 juta sertifikat dan tahun 2019 ini mencapai 9 juta.

“Padahal biasanya setiap tahun itu dulu hanya 500 ribu di seluruh Indonesia. Tapi sekarang naiknya sampai 15 kali lipat. Bapak/ibu bisa bayangkan,” ungkapnya.

Di seluruh Tanah Air, diungkapkan Jokowi bidang tanah yang bersertifikat harus mencapai 126 juta. Namun di 2015, masyarakat yang memiliki sertifikat baru mencapai angka 46 juta, sehingga ia menyimpulkan bahwa kepemilikan sertifikat tanah masih kurang 80 juta.

“Kalau setahun bikin sertifikatnya hanya 500 ribu seluruh Indonesia, berarti bapak/ibu harus menunggu 160 tahun untuk memegang sertifikat ini,” tuturnya.

Sebab itu, di masa kepemimpinannya, Presiden menginginkan agar kepengurusan sertifikat tanah dapat dipercepat. Sertifikat merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat. Selama ini, berdasarkan hasil kunjungannya langsung ke masyarakat, ia selalu mendengar permasalahan tentang sengketa lahan dan tanah, sehingga dalam hal ini, jika masyarakat memiliki sertifikat dapat membuktikan kepemilikan sah tanah tersebut.

Untuk itu, jika telah memiliki sertifikat, Jokowi menginginkan agar masyarakat segera menyimpan ke dalam plastik bening. Sebelum disimpan, lebih baik sertifikat tersebut disalin (fotokopi) lebih dulu kemudian disimpan ke dalam lemari yang berbeda.

“Jadi kalau ada yang hilang, kita masih pegang yang fotokopi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jokowi mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat yang memegang sertifikat, biasanya ingin ‘menyekolahkan’ sertifikatnya sebagai agunan di bank. Hal ini dinilai wajar, diimbau agar masyarakat berhati-hati, yakni dengan melakukan kalkulasi pinjaman sebaik mungkin agar tak merugikan diri sendiri.

Salah seorang warga yang menerima sertifikat tanah dari Presiden, Syamsinar mengatakan bahwa dirinya memiliki ukuran tanah dengan luas 79 meter persegi. Dirinya berencana untuk melakukan pinjaman di bank untuk menjual bibit udang ke  pembudi daya.

“Saya menjual bibit ke petambak. Saya belum menghitung berapa yang akan dipinjam ke bank, ini baru rencana,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Muhammad Ramli yang bekerja sebagai di pelabuhan mengaku telah mendapatkan sertifikat tanah dengan ukuran 900 meter persegi. luas tanah tersebut rencananya akan ia gadaikan ke bank dengan nilai Rp 100 juta. Modal tersebut ia gunakan untuk berjualan sembako.

“Tarakan mahal, jadi biayanya cukup besar kalau untuk dagang sembako,” ujarnya.

Zainal Abinsyahdina, yang bekerja sebagai buruh menyatakan bahwa dirinya tidak berpikir untuk menggadai surat tanah yang ia pegang dengan luas 166 meter persegi itu. Lantaran surat tersebut merupakan milik kedua orang tuanya.

“Enggak ada niat menggadai, karena ini punya orang tua. Takutnya enggak sanggup bayar, baru kelahi dengan saudara. Tapi kalau amanah orang tua perlu dijual, ya saya lakukan,” katanya.

Isra Suryaningsih asal Selumit Pantai mengatakan bahwa dirinya bekerja sebagai pengurus rumah tangga dan ingin membuka usaha dan meminjam dana sebesar Rp 20 juta di bank. Angka itu relatif kecil, justru jika terlalu besar, ia khawatir tak bisa membayar angsuran.

“Soalnya nanti kebanyakan, takut enggak bisa bayar. Ini untuk sembako,” ucapnya.

Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie memberikan penghargaan kepada Presiden RI yang sudah berkenan melakukan kunjungan kerja ke Kaltara. “Sebagai Presiden RI yang pertama kali akan menginjakkan kaki di ujung negeri, Krayan besok hari (hari ini),” bebernya.

Irianto menyatakan bahwa masyarakat Kaltara sangat bangga atas kunjungan Jokowi selama 2 hari di Kaltara. Pada kesempatan tersebut, Irianto melaporkan kepada sertifikat yang diserahkan Presiden secara gratis dengan rincian 850 sertifikat dari Kota Tarakan, 50 dari Bulungan, 50 Nunukan dan 30 dari Malinau.

“Presiden sudah bertekad untuk memberikan sertifikat kepada seluruh rakyat. Sebagai tanda akses legalitas kepemilikan tanah dan lahan sehingga rakyat memiliki kepastian hukum atas kepemilikan tanah,” jelasnya.

Program ini, kata dia, mendapatkan dukungan dengan sungguh. Di Kaltara ini, pihaknya akan terus mendukung target Presiden pada 2025 mendatang, yakni seluruh bidang tanah di Indonesia telah bersertifikat.

Irianto juga melaporkan pada 2017 Oktober lalu, Presiden berkunjung ke Tanjung Selor dan ini merupakan kali pertama Presiden menginjakkan kaki di Tanjung Selor, sebagai ibu kota Kaltara. Saat itu, Presiden menyatakan akan memberikan sertifikat kepada seluruh lahan tambak di Kaltara. Pada tahun 2018 dan 2019, sebagian dari permohonan tersebut telah direalisasikan sesuai komitmen.

“Saat ini, tambak rakyat yang ada di Kaltara luasnya yang tercatat hamper 130 ribu hektare yang terdiri dari lahan areal penggunaan lain itu 26.226 hektare atau 52 persen, luas hutan produksi 62.595 hektare atau 48 persen,” jelasnya.

Pada 2018 lalu, Pemprov Kaltara melalui program pra-sertifikasi hak atas tanah pembudi daya ikan, telah mengusulkan kepada Menteri ATR/BPN sebanyak 1.516 bidang. Atas dukungan Sofyan Djalil, telah menyelesaikan sertifikasi yang telah diserahkan pada peringatan Hari Nusantara di Tanjung Selor kepada yang berhak menerimanya.

“Memang masih ada masalah dalam sertifikasi tambak ini, yakni domisili pemilik tambak tidak berada di lokasi dan kebanyakan orang Tarakan yang lokasi tambaknya di Bulungan. Lalu kondisi lahannya melebihi kepemilikan tanah, ini tentu tidak memenuhi ketentuan undang-undang. Karena itu ini akan dikaji ulang di samping ada ketaatan membayar pajak dari yang telah memiliki sertifikat ini, tentu sesuai dengan undang-undang,” pungkasnya.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan bahwa di Kaltara yang terdaftar mencapai 342 ribu. 46 persen di antaranya telah bersertifikat sehingga pihaknya harus mengejar kembali sekitar 186 ribu bidang atau 54 persen yang dinyatakan belum terdaftar.

“Kami sudah mendapatkan komitmen. Insyaallah Kota Tarakan, mudah-mudahan 2023 seluruh tanah terdaftar,” tuturnya.

Dalam kunjungan Presiden ini, sebagian besar penerima sertifikat merupakan masyarakat Kota Tarakan. Sebab beberapa tahun lalu di Bulungan, telah diserahkan 7.200 bidang, terutama tanah transmigrasi yang belum selesai sertifikatnya dan diserahkan oleh Bupati Bulungan secara langsung.

 

BAGI BAJU DAN BUKU

Jokowi selalu disambut meriah ketika ke Kaltara. Kemarin ia sempat menyapa langsung masyarakat yang menunggu di pinggir jalan sejak siang. Jokowi yang menggunakan kendaraan dinasnya sempat singgah di tengah kerumuman warga di Jalan Jenderal Sudirman, ia bahkan membagikan puluhan kaos dan buku kepada masyarakat. Suasana pun semakin tumpah ruah.

“Sangat bahagia sekali, tidak menyangka bisa ketemu langsung Pak Jokowi dan mendapatkan baju serta bisa berfoto dengan Pak Jokowi,” ujar Deni Balangga.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang wanita yang mendapatkan kaos dari Presiden. “Bahagia sekali, seperti mimpi bisa langsung berhadapan dengan orang nomor satu di Indonesia, biasanya cuma lihat di TV. Sekarang bisa berhadapan, saya sangat terharu sekali,” ujar Tiara Bidari.

Jokowi masih akan melanjutkan kunjungannya di Kaltara hari ini. Salah satunya ke Malinau.

Kendati telah mengunjungi 34 provinsi dengan 400 kabupaten/kota di Indonesia Presiden mengatakan belum pernah melihat secara langsung lokasi yang akan dikunjungi, seperti Sungai Kayan dan Sungai Ular. (shy/agg/lim)


BACA JUGA

Minggu, 17 Oktober 2021 20:49

Dampak Learning Loss Menjadi PR Besar Pemerintah

TARAKAN - Sekolah via daring yang dilakukan sejak pandemi Covid-19…

Minggu, 17 Oktober 2021 14:53

Pemkot Tarakan Siap Sambut Kedatangan Presiden

TARAKAN- Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Selasa…

Minggu, 17 Oktober 2021 00:06

Norhayati Isyaratkan Pendampingan bagi Abizar hingga ke RS Rujukan

TARAKAN - Ketua DPRD Kalimantan Utara, Norhayati Andris di tengah…

Sabtu, 16 Oktober 2021 17:37

Masyarakat Membludak, Vaksinasi Siswa di Tarakan Nyaris Diwarnai Kericuhan

TARAKAN - Kegiatan serbuan vaksinasi terus dilakukan pemerintah agar status…

Jumat, 15 Oktober 2021 16:15

PANAS! Suhu Tarakan Sentuh 34 Derajat Celsius

TARAKAN - Kondisi cuaca Tarakan semingguan ini dirasakan cukup panas.…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:57

750 PKL Tarakan Dapat Bantuan Tunai Melalui Kodim

TARAKAN - Sebanyak 750 pedagang kaki lima (PKL) di Tarakan…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:45

Gelombang Ketiga Covid-19 di Tarakan Diprediksi Jatuh Bulan Desember

TARAKAN - Belum lepas dari status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat…

Kamis, 14 Oktober 2021 19:21

SMPN 1 Tarakan Target 800 Pelajar Divaksin

TARAKAN - Upaya mengejar cakupan vaksinasi di masyarakat, pemerintah semakin…

Kamis, 14 Oktober 2021 19:13

Partai Demokrat Serahkan Bukti ke Kemenkumham

PARTAI Demokrat (PD) secara resmi menyerahkan ratusan dokumen terkait uji…

Selasa, 12 Oktober 2021 20:25

Saling Ejek Nama Orang Tua di Medsos, Belasan Anak Remaja di Tarakan Tawuran

TARAKAN – Didasari dengan saling ejek via chat di Instagram,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers