MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Desember 2019 14:51
Terpidana Korupsi Bayar Uang Pengganti
UANG PENGGANTI: Terpidana Djoko Priambodo yang diwakili pihak kelurga menyerahkan uang pengganti ke Kasi Pidsus.

PROKAL.CO,  

TARAKAN – Terpidana kasus korupsi kegiatan pematangan lahan di Bandara Juwata Tarakan yaitu Djoko Priambodo, akhirnya membayar uang pengganti sebesar Rp 200 juta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan pada Selasa (17/12) lalu. Sebelumnya, terpidana Djoko juga sudah membayar uang denda pada 2 Desember lalu.

Dalam amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 1907K/Pid.Sus/2019 tanggal 23 September 2019, Djoko divonis bersalah dan diwajibkan menjalani hukuman pidana penjara, selama 3 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 200 juta subsider 1 tahun penjara.

“Jadi terpidana diwakili oleh keluarganya membayarkan uang pengganti di Kejari Tarakan. Langsung dibayar sesuai putusan, yaitu Rp 200 juta,” kata Kepala Kejari Tarakan Fatkhuri melalui Kasi Pidsus Tohom Hasiholan, kemarin (18/12).

Ditambahkannya, dengan dibayarnya uang pengganti maka terpidana yang seharusnya menjalani hukuman tambahan selama satu tahun apabila tidak membayarnya, maka tidak akan menjalani lagi. “Jadi tidak perlu lagi menjalani tambahan 1 tahun karena sudah membayar,” jelas Tohom.

Setelah membayar uang pengganti dan denda, maka terpidana hanya menjalani hukuman 3 tahun penjara saja.

Diberitakan sebelumnya, Djoko Priambodo terlibat perkara korupsi kegiatan pekerjaan pematangan lahan di Bandara Juwata Tarakan saat menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Ia diputus bersalah oleh MA dan putusan itu tertuang dalam surat dengan Nomor 1907K/Pid.Sus/2019 tanggal 23 September 2019.

Djoko terbukti melakukan tindak pidana korupsi terhadap pekerjaan pematangan dan pembersihan lahan pembuatan paralel runway 375.000 meter kubik tahun anggaran 2009. Tidak hanya itu, ia juga dinyatakan bersalah dan terlibat korupsi terhadap proyek peningkatan landasan pacu tahap 1 tahun anggaran 2010 di Bandar Udara Juwata Tarakan. Dari perbuatan yang dilakukan Djoko, diketahui menimbulkan kerugian negara Rp 17.175.376.750,43. (zar/lim)


BACA JUGA

Rabu, 01 April 2020 14:09

KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di…

Rabu, 01 April 2020 13:59

Petambak Ditemukan Mengapung

TARAKAN - Sempat dilaporkan menghilang pada Senin (30/3) sekitar pukul…

Rabu, 01 April 2020 13:57

Puluhan Ribu Disinfektan Disemprotkan

Seluruh jajaran Polri di seluruh Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan. Hal…

Rabu, 01 April 2020 13:56

1.113 Liter Sabun Cuci Tangan Terdistribusi

TARAKAN -  Setalah menerima sumbangan dari disributor sabun batang pada…

Rabu, 01 April 2020 13:53

Harga Cabai Rp 90 Ribu Sekilo

TARAKAN – Di tengah kegelisahan akan pandemi Covid-19, sejumlah kebutuhan…

Rabu, 01 April 2020 12:59

Pembelian Gula Mulai Dibatasi

TARAKAN- Stok gula mulai terasa langka di pasaran. Ini disebabkan…

Selasa, 31 Maret 2020 13:39

Satu Kontak Pasien 02 Positif

TARAKAN – Sebanyak 132 orang yang kontak erat dengan pasien…

Selasa, 31 Maret 2020 13:31

Jangan Panik, Stok Cukup dan Semua Toko Tetap Buka

PANDEMI Covid-19 di Kota Tarakan juga menimbulkan kepanikan setelah adanya…

Selasa, 31 Maret 2020 13:29

Lockdown, Gubernur: Itu Ditetapkan Pusat

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie menegaskan, kebijakan…

Selasa, 31 Maret 2020 13:26

Fasilitas Jemaah Eks Ijtima Gowa Diutamakan

TARAKAN - Sejumlah jemaah eks ijtima Pakatto, Gowa, Sulsel masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers