MANAGED BY:
SELASA
07 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 18 Desember 2019 15:17
Kematian Korban Diduga Diawali Kecelakaan
KECELAKAAN TUNGGAL: Korban meninggal yang ditemukan tergeletak di Sungai Pamusian diduga meninggal dengan diawali kecelakaan, Selasa (17/12) dini hari.

TARAKAN - Penemuan mayat di Sungai Pamusian sempat membuat masyarakat Jalan Pangeran Antasari, RT 12, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah heboh. Mayat tersebut ditemukan warga kemarin (17/12), sekitar pukul 10.00 WITA.

Mayat pria itu diketahui sebagai warga Jalan Danau Jempang, Kelurahan Pamusian bernama Nozen. Saat ditemukan korban tergeletak di sungai dengan darah becucuran dari kepala.

Lantaran memiliki luka lebam di bagian kepala, sempat membuat warga sekitar berasumsi bahwa Nozen merupakan korban dari penganiayaan. Namun kepolisian yang melakukan penyelidikan, memastikan Nozen meninggal dunia akibat laka lantas.

Kanit Resum Satreskrim Polres Tarakan Ipda Dien F Romadhoni mengungkapkan, usai mendapatkan laporan pihaknya kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

“Saat dilakukan visum, ada tanda luka memar di bagian kepala. Kesimpulan dari dokter, luka dari korban merupakan satu rangkaian dan bisa jadi itu adalah luka dari tabrakan,” jelas Dien.

Untuk memastikan luka tersebut akibat lakalantas, pihaknya pun kemudian melakukan penyelidikan dengan menyisir Sungai Pamusian. Saat dilakukan oleh TKP, polisi berhasil mendapatkan kap samping motor milik korban berwarna hijau. Polisi pun semakin curiga bahwa kejadian itu adalah lakalantas. Apalagi keterangan yang didapatkan dari teman korban, bahwa pada malam harinya korban sempat mengendarai motor Honda Beat berwarna hijau.

“Kami lakukan pengembangan bagaimana dia meninggal dunia. Kami cari arus sungai itu. Dari keterangna warga, sungai itu kalau hujan maka alirannya akan deras,” kata pria berpangkat balok satu itu.

Pihak kepolisian pun mulai melakukan penyisiran Sungai Pamusian dari Jalan Pulau Sumatera, tepatnya samping SDN Utama 2. Di situ polisi menemukan beberapa potongan motor korban dan terdapat tembok pembatas yang hancur.

Polisi melanjutkan penyisiran sungai sekitar 300 meter dan berhasil menemukan motor milik korban yang berada di bawah jembatan. Tak jauh dari situ juga, HP milik korban juga ditemukan. Polisi pun memastikan korban terjatuh ke sungai akibat kecelakaan dan terseret arus. Apalagi pada subuh dini hari diketahui hujan deras.

“Jadi bisa disimpulkan merupakan kejadian lakalantas,” bebernya.

Pihak keluarga pun sempat mengikuti kepolisian menyisir Sungai Pamusian. Pihaknya pun sudah memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa kejadian itu merupakan lakalantas dan tidak ada unsur penganiyaan. “Kami meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang tidak benar yaitu korban dianiaya,” bebernya.

Berdasarkan keterangan dari teman dan pihak keluarga kepada polisi, tambah Dien, pada malam harinya korban sempat bertemu dengan teman-temannya. Kemudian korban sekira pukul 19.00 WITA, ke Karang Balik untuk makan bersama teman. Dari hasil pengecekan CCTV pun polisi membenarkan korban sempat ke Karang Balik.

“Memang betul dia habis makan sama temannya dan ada rekaman CCTV-nya,” ujarnya Dien.

Kemudian salah satu kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya terakhir kali melihat korban saat makan di daerah Karang Balik. Saat itu korban makan bersama beberapa temannya. “Setelah itu dia jalan sama temannya dari camp. Dia tidak kasih tahu juga mau ke mana,” katanya.

“Saya ingat celana yang dia pakai itu tadi malam warna biru dan pendek. Makanya saya cek di rumah sakit dan ternyata benar dia,” singkatnya.

Antonius juga membenarkan informasi jika korban sempat makan malam bersama temannya. Setelah itu ia teleponan dengan temannya yang lain. “Habis dia terima telepon, dia langsung pergi mau ketemu temannya yang kerja di camp itu,” tuturnya.

Diduga korban yang pergi bertemu teman kerjanya itu mengalami lakalantas tunggal di Jalan Pulau Sumatera.

Ketua RT 12, Pamusian, Tarakan Tengah Husein mengatakan, para warga sekitar awalnya tidak ada yang menduga bahwa ada mayat tergeletak di sungai. Lantaran saat itu air masih deras. Namun sekira pukul 10.00 WITA, penampakan jasad korban semakin jelas. “Saya minum kopi dan tiba-tiba ada yang teriak kalau ada mayat,” tuturnya.

Para warga sekitar pun berdatangan melihat mayat tersebut. Akibat darah yang masih bersimbah di kepala korban, membuat warga sekitar sempat menduga bahwa korban belum lama meninggal dunia. “Saya datang cek memang ada, terus ada yang lapor polisi dan langsung dievakuasi,” tutupnya. (zar/lim) 


BACA JUGA

Selasa, 07 Februari 2023 10:04

Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,34 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sumber pertumbuhan…

Selasa, 07 Februari 2023 10:02

Kerusakan Situs Sejarah di Tarakan, Pemilik Lahan Diminta Bertanggung Jawab

Kerusakan sebuah loopghraf, situs sejarah di Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah dalam…

Senin, 06 Februari 2023 12:57

Pemkot Tarakan Akan Bayarkan Iuran BPJS untuk 500 UMKM

Sebanyak 500 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tarakan…

Senin, 06 Februari 2023 12:55

Suplai BBM bagi Nelayan Tarakan Belum Membaik

 Kesulitan masih dirasakan nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kendati…

Senin, 06 Februari 2023 12:54

Pembebasan Lahan TPA Baru Kelar

Sesaknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu…

Senin, 06 Februari 2023 12:50

Tegaskan Masyarakat Wajib Minta Karcis

Demi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi parkir, Perumda…

Jumat, 03 Februari 2023 12:21

Desember 2022, Ekspor Komoditi Kaltara Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat ekspor komoditi…

Jumat, 03 Februari 2023 12:12

Anggaran Rp180 Miliar untuk Pemilu di Kaltara Kurang?

Mendekati pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Jumat, 03 Februari 2023 12:11

DLH Tarakan Ingatkan Sanksi Kurungan bagi Oknum Pembuang Sampah Sembarangan

Hingga saat ini kondisi sampah di Gunung Selatan telah berkurang…

Jumat, 03 Februari 2023 12:09

Ombudsman Kaltara Nilai Perumda Belum Transparan Terhadap Soal Suntikan Dana

Adanya usulan DPRD Kota Tarakan terhadap pembubaran Perumda yang dianggap…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers