MANAGED BY:
SENIN
25 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 18 Desember 2019 14:45
Krayan Masih Bergantung ke Malaysia
INFRASTRUKTUR: Jalan penembus dari Malinau ke Krayan yang dijadwalkan dikunjungi Presiden RI, Joko Widodo hari ini (18/12).

TANJUNG SELOR - Krayan merupakan salah satu daerah perbatasan di Indonesia yang hingga kini pemenuhan kebutuhan hidup masyarakatnya masih bergantung ke negara tetangga Malaysia. Namun, bukan berarti pemerintah tidak berbuat untuk daerah di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) ini.

Salah satu yang telah dilakukan pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur jalan untuk menembuskan beberapa kecamatan di wilayah Nunukan ini ke perkotaan di Malinau yang pembiayaannya bersumber dari Anggota Pendapatan Belanja Negara (APBN). Bahkan, pemerintah juga membangun Jalan Lingkar Krayan.

Tommy Harun, salah seorang tokoh masyarakat Krayan mengatakan, untuk Jalan Lingkar Krayan ini total panjangnya 85 kilometer (km), yang terhitung mulai dari Long Bawan, ke Long Layu sampai ke Binuang. Saat ini, kondisinya masih belum terbangun maksimal.

"Jadi saat ini sepenuhnya kita masih menggantungkan hidup dengan Malaysia, mulai dari alat transportasi sampai pemenuhan sembako. Karena, kalau dari Indonesia, susah. Jikapun bisa, pasti biayanya mahal," ujarnya kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Selasa (17/12).

Dengan kunjungan Presiden RI, Joko Widodo hari ini (18/12), bersama dengan tokoh ada yang ada di Krayan, pria yang juga Ketua Tim Presidium Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Krayan ini berharap pemerintah pusat memperhatikan dan melakukan peningkatan Jalan Lingkar Krayan yang menjadi urat nadi transportasi warga Krayan tersebut.

"Sekarang ini masih baru pembukaan awal. Nah, harapannya ke depan itu bisa ditingkatkan menjadi jalan aspal hotmix," katanya.

Termasuk juga jalan dari Malinau ke Krayan yang saat ini sudah tembus, itu perlu ditingkatkan kualitasnya hingga aspal hotmix. Karena, saat ini baru pembukaan tahap awal, dan gunung-gunung di jalan tersebut juga masih terjal, belum dipotong. Berbahaya jika dilalui kendaraan.

 

"Saya kira, jika jalan itu sudah maksimal, maka aktivitas keleluar masuk barang dari Malinau ke Krayan bisa lebih mudah. Kalau sekarang ini masih susah," tuturnya

Selain itu, juga pembangunan technopark pertanian organik untuk beras adan. Tujuannya, agar beras andalan Krayan ini bisa menjadi lebih istimewa, karena pengolahannya dibantu dengan alat yang lebih moderen. Sementara sekarang ini masih manual.

"Dengan sistem ini, tentu nanti akan ada pengembangan, penelitian, serta pengepakan dan lain sebagainya di Krayan. Pastinya semua proses sudah ada di situ. Jadi masyarakat nanti bisa lebih berkembang lagi," tuturnya.

Menurutnya, dengan pengembangan produksi beras adan itu, tentu ke depannya masyarakat Krayan tidak perlu menebang atau membabat hutan untuk membuka ladang berpindah dan perkebunan. Karena, mereka fokus mengelola sawah padi adan tersebut.

"Jadi, secara tidak langsung, ini merupakan upaya untuk melindungi hutan di Krayan yang merupakan salah satu hutan yang masih asli di Kalimantan," ungkapnya.

Termasuk juga dengan pengembangan pertanian beras adan ini, Krayan tidak membebani pemerintah untuk menyediakan bibit padi unggul untuk ditanam di daerah tersebut. Pastinya, dari dulu sampai sekarang, Krayan sudah swasembada beras.

"Semoga kunjungan Pak Presiden ke perbatasan Kaltara ini menjadi angin segar untuk percepatan pembangunan dari pinggiran sesuai Nawacita, khususnya di Krayan," pungkasnya. (iwk/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Oktober 2021 10:23

PPKM Level 3 di Bulungan, Kegiatan Mulai Dilonggarkan

TANJUNG SELOR – Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor…

Sabtu, 23 Oktober 2021 10:17

Bantuan untuk PKL Mulai Dicairkan

TANJUNG SELOR - Bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL)…

Sabtu, 23 Oktober 2021 10:15

Pelayanan Publik Tergantung SDM yang Mumpuni

TANJUNG SELOR – Pelayanan publik menjadi salah satu fokus pengawasan…

Sabtu, 23 Oktober 2021 10:09

Bentuk BUMD, Pemkab Kejar PI 10 Persen

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan berencana membentuk Badan Usaha Milik…

Selasa, 19 Oktober 2021 12:18

Wagub Sebut Potensi Sungai Kayan Luar Biasa Besar

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan secara resmi menggelar…

Minggu, 17 Oktober 2021 20:44

Warga Tanjung Palas Bulungan Temukan Mayat di Objek Wisata Gunung Putih

TANJUNG SELOR - Warga di Kecamatan Tanjung Palas, tepatnya di…

Kamis, 14 Oktober 2021 19:37

Pelaku Curanmor di Tarakan Ini Diikuti hingga ke Ibu Kota

TANJUNG SELOR – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan barang…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:43

Rencana Pembangunan PLTA Terbesar di Kalimantan Itu Terhambat, Ini Penjelasan KHE

TANJUNG SELOR – Pembangunan  proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)…

Rabu, 13 Oktober 2021 17:41

Diduga Ilegal, 1,2 Ton Gula Diamankan Ditpolairud Polda Kaltara

TANJUNG SELOR – Diduga ilegal, sebanyak 1,2 ton gula asal…

Selasa, 12 Oktober 2021 19:41

Begini Penjelasan Bupati Bulungan Soal Anggaran PMK yang Minim

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memastikan tidak tutup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers