MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 17 Desember 2019 14:54
Daging Ayam dan Sapi Aman hingga Nataru
ANTISIPASI KENAIKAN: Stok ayam di pasar tradisional masih aman. Namun harganya merangkak naik.

TARAKAN - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Dinas Peternakan, Pangan dan Perikanan (DPK) Tarakan menjamin jika stok yang tersedia aman hingga memasuki pergantian tahun.

Meski tidak ada persiapan khusus menambah stok menjelang 2 perayaan akhir tahun, namun sejauh ini stok daging ayam dan sapi masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itu tidak terlepas, dari tidak adanya peningkatan signifikan terhadap kebutuhan menjelang 2 perayaan tersebut.

“Sejauh ini kami menjamin jika stok bahan pangan cukup aman di pasaran karena memang perayaan Natal dampaknya tidak begitu besar terhadap peningkatan kebutuhan dibanding Idulfitri. Memang ada, peningkatan kebutuhan namun tidak begitu signifikan kalau berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. Khususnya ayam dan sapi dari pantauan di  beberapa peternakan masih cukup banyak,” terang Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Tarakan Elang Buana, Selasa (16/12).

Selain itu, meski stok telur sempat mengalami kelangkaan karena adanya kendala dalam dalam distribusi.

Stok telur sudah kembali normal di pasaran.

“Stok telur juga sudah aman. Setiap bulannya dipasok sedikitnya 2 sampai 3 ribu piring telur ke Tarakan. Juga untuk Tahun Baru peningkatan pembelian telur curah tidak begitu signifikan. Biasanya saat Tahun Baru masyarakat beralih ke ikan jadi untuk kebutuhan ayam tidak begitu besar,” tukasnya.

Mengenai kondisi kesehatan ternak, ia menjelaskan sejauh ini beberapa hewan yang diperdagangkan di pasar cukup sehat dan aman untuk dikonsumsi. Meski demikian, pihaknya memprediksikan potensi adanya kenaikan tetap ada. Mengingat masih ada oknum yang kerap memanfaatkan situasi dan kondisi di momen tertentu.

“Sejauh ini dari peternakan cukup rutin memeriksa kesehatan hewan, baik peternakan ayam maupun sapi. Tapi kalau harga mungkin prediksi kami ada sedikit kenaikan seperti biasalah di saat momen tertentu. Tapi berkenaan dengan harga di pasaran sesungguhnya bukan kapasitas kami menjawab ini karena kami hanya fokus pada ketersediaan stok pangan saja. Soal harga itu lebih kepada tugas dinas perdagangan,” tuturnya.

Sementara itu, Yanti (37) seorang pedagang di Gusher mengaku tidak terjadi kenaikan pada harga ayam saat ini. Meski mengakui adanya kenaikan jumlah pembeli, namun kenaikan tersebut tidaklah cukup besar.

“Harga masih Rp 35 ribu sampai Rp 38 per kilogram. Kalau beku Rp 25 ribu 1 kilogram. Tidak ada kenaikan normal saja seperti hari biasa. Kalau peningkatan pembeli ada, cuma tidak banyak. Kalau biasa laku 30 sampai 40 kilo satu hari. Sekarang bisa laku 40 kilo sampai 50 kilo,” tuturnya.

Senada, dari pantauan Radar Tarakan, harga ayam di Pasar Tenguyun juga tidak menunjukkan kenaikan. Meski demikian, menurut pedagang kenaikan baru terasa menjelang Tahun Baru. Walau demikian, hal tersebut masih dapat terpenuhi dengan stok yang ada.

“Masih normal saja. Biasanya ada peningkatan itu kalau mau tahun baru. Tapi paling laris banyak yang cari itu ikan daripada ayam. Setiap tahun begitu,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan pada Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Muhammad Romli memastikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak terjadi kenaikan harga ayam dan daging di pasar tradisional.

“Masih aman, kami sudah mewanti-wanti inti (peternak/produsen) sejak jauh hari dan mereka sudah memastikan dapat menyediakan stok cukup. Jadi tidak ada alasan pedagang menaikkan harga. Selama ini menjelang hari raya pasti alasannya karena kurang stok, tapi sejak jauh-jauh hari kami sudah menekan distributornya agar tidak main-main soal stok ayam,” tukasnya.

Meski demikian, pihaknya kembali berencana akan melakukan sidak ke beberapa pasar untuk memastikan jika tidak ada pedagang yang menjual harga di atas harga eceran tertinggi (HET). “Kami akan sidak lagi. Jangan sampai ada pedagang menjual harga ayam di atas Rp 45 ribu. Daging sapi pun demikian,” jelasnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers