MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 16 Desember 2019 11:31
Wali Kota Ingin Pemkot Diawasi

Ingatkan Saluran yang Tepat

MAKNAI HUT KOTA: Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, (pegang mic) dan Wakil Gubernur Kaltara H. Udin Hianggio (dua dari kanan) bersama unsur pimpinan daerah dalam peringatan HUT ke-22 Kota Tarakan di Stadion Datu Adil, kemarin (15/12).

PROKAL.CO, TARAKAN – Minggu (15/12), Kota Tarakan genap berusia 22 tahun. Dalam upacara peringatan di Stadion Datu Adil, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, memberikan penghargaan kepada instansi-instansi dan atlet Tarakan yang berprestasi.

Menurutnya perayaan dimaknai dengan tema Tarakan kota maju dan sejahtera melalui smart city.

“Kita semua patut bersyukur atas seluruh pencapaian yang telah kita tempuh bersama, tapi memang masih banyak pekerjaan besar yang harus kita lakukan ke depannya. Sehingga di usia yang semakin dewasa ini, kami mengajak masyarakat untuk sama-sama membangun Tarakan yang kita cintai,” ujarnya, kemarin (15/12).

Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) telah menerapkan beberapa layanan baru bagi masyarakat yang dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan kesejahteraan. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan Tarakan smart city.

“Kalau bicara kesejahteraan, indikatornya kalau semua kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi baik keamanan, kenyamanan dan kebutuhan. Smart city adalah konsep yang ingin dicapai. Untuk itu supaya itu tercapai maka kami akan wujudkan secara bertahap. Di antaranya dengan penyediaan layanan dari berbagai program untuk masyarakat. Salah satunya adalah membuat aplikasi pengaduan kepada masyarakat seperti Qlue dan 112, itu untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman masyarakat,” tukasnya.

Meski beberapa aplikasi layanan telah dijalankan, namun menurut Khairul aplikasi elektronik bukan simbol dari smart city, melainkan aplikasi elektronik hanyalah wadah untuk memudahkan keinginan masyarakat.

“Selama ini smart city diidentikkan dengan  aplikasi elektronik, tapi sebenarnya bukan itu. Elektronik ada wadah untuk mencapainya. Indikator smart city kan ada 6. Smart living, hidup yang nyaman. Smart people, masyarakat cerdas. Smart economy, pendapatan yang baik.  Smart environment, berarti lingkungannya bagus. Smart mobility, orang bisa bergerak dengan cepat dan nyaman, dan smart governance adalah layanan publik secara efektif. Salah satu bagian dari smart governance itu adalah aplikasi Qlue tadi. Selain menampung laporan kami juga bisa menjelaskan kepada masyarakat apa saja masalah-masalah saat ini,” tukasnya.

Aplikasi Qlue dapat digunakan masyakat menyampaikan keluhan dan saran, entah terkait lingkungan. Selain itu, aplikasi tersebut juga memberikan informasi layanan kepada masyarakat terhadap berbagai laporan kinerja pemerintahan.

“Harapannya nanti kan orang sudah bisa mengakses informasi dari pemerintah kota termasuk rencana, anggaran, permasalahan. Karena kami juga ingin menjalankan pemerintahan yang transparan seperti itu. Walaupun Qlue ini masih memerlukan banyak sosialisasi karena masih banyak masyarakat yang belum paham. Sehingga kadang mencurahkan keluhannya di wadah lain seperti Facebook atau WhatsApp grup. Kadang-kadang kalau dari medsos informasinya belum tentu pasti, dan juga kita tidak mengikutinya setiap saat. Sering orang sudah ribut baru kami lihat. Bukan berarti kami tidak tanggap karena wadah itu kan bukan sarana untuk melihat keluhan. Makanya kami sediakan wadah untuk menampung keluhan masyarakat. Selama ini orang foto sesuatu, tapi tidak mencantumkan lokasinya. Tapi kalau dia mencantumkannya lewat Qlue maka itu langsung kami bisa deteksi lokasinya di GPS dan memastikan itu di Tarakan atau tidak. Semua masalah bisa dilaporkan ke situ. Masalah sampah, jalan rusak, bencana alam, kebakaran dan lain-lain,” tuturnya.

 

FOKUS PENYEHATAN ANGGARAN

Sebelumnya, ia mengungkap jika salah satu fokus pemerintahannya yakni menyehatkan anggaran pemerintah. Saat baru menjabat ia dihadapkan dengan jumlah utang Pemkot Tarakan yang mencapai Rp 385 miliar.

Menurut Khairul, langkah pertama yakni cermat terhadap seluruh kebutuhan dan diurutkan menurut skala prioritas serta berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan sumber pendanaan lainnya.

“Kebijakan kami adalah anggaran berimbang. Artinya, antara pendapatan dan pengeluaran harus balance dan kami lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti gaji dan insentif ASN (apatur sipil negara) maupun non-ASN, operasional kantor dan sebagainya,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Dokter ini, Jumat (13/12).

Dalam pengelolaan anggaran, Khairul juga lebih mengutamakan kebutuhan dasar seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar di setiap rukun tetangga (RT) dan kelurahan, ketersediaan air bersih, penanganan banjir dan sampah. Anggaran juga digunakan seefisien dan sefektif mungkin untuk kegiatan maupun pekerjaan sarana dan prasarana yang berpotensi meningkatkan PAD.

“Setiap kegiatan proyek yang akan di-launching, harus meminta persetujuan kepala daerah, walaupun sudah tertulis di DPA (dokumen pelaksanaan anggaran) untuk memastikan setiap kegiatan proyek yang diluncurkan tersedia anggaran untuk pembiayaannya,” ujarnya.

Dalam penyusunan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), Khairul menyatakan bahwa pihaknya mengkalkulasi pendapatan sehingga pencapaian target harus dipantau setiap bulan. Jika terjadi deviasi atau penyimpangan-penyimpangan target pendapatan yang cukup jauh, maka harus ada kegiatan yang ditunda pelaksanaannya agar tidak menjadi utang Pemkot Tarakan.

“Hal prioritas menyangkut hajat hidup orang banyak, pemenuhan standar pelayanan minimal di setiap SKPD (satuan kerja perangkat daerah), program prioritas dalam rangka pemenuhan visi, misi dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) 2019-2024 dan kegiatan yang berpotensi mendongkrak PAD. Yang jadi prioritas kami juga adalah menyicil utang Pemkot tahun 2016-2018, sesuai kemampuan keuangan daerah setelah pemenuhan kebutuhan pokok dan dasar,” jelasnya.

APBD Tarakan masih belum sehat, sehingga perlu membangun kesepahaman bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan.

Dalam hal laporan hasil pemeriksaan atau kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara), menurutnya masih terkendala. Khususnya status aset Tarakan.

Untuk meraih itu, Pemkot harus memperbaiki manajemen aset dengan menelusuri dokumen-dokumen pembelian khusus untuk aset tanah. Termasuk melakukan penilaian terhadap nilai aset, memperbaiki manajemen penyelesaian utang Pemkot dan penyelesaian temuan BPK terdahulu.

Khairul mengaku, yang menjadi kendala utama pihaknya untuk meraih opini WTP adalah masalah aset tanah yang selama ini banyak diinventarisasi. Dari pembelian aset tanah sejak tahun 2000 hingga 2016 senilai Rp 222 miliar lebih, masih belum ditemukan dokumennya. Namun berkat kerja keras organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sampai pertengahan Desember 2019, yang belum terklarifikasi mencapai Rp 220 juta.

 

INGIN LAYAK PEMUDA

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tarakan Erik Hendrawan menerangkan,  di usia Tarakan yang semakin dewasa Tarakan dapat menjadi rumah yang nyaman bagi pemuda. Hal itu dapat diwujudkan dengan adanya aturan khusus terkait kepemudaan sehingga pemuda di Kota Tarakan mendapat kemudahan menuangkan ide, inovasi dan kreatifitasnya untuk Kota Tarakan.

“Kami berharap di usia 22 tahun ini Tarakan dapat menjadi kota yang ramai investasi dan Tarakan menjadi kota layak pemuda. Salah satu dasar menjadi kota layak pemuda adalah perda terhadap kepemudaan. Dan sementara ini, kami mengupayakan bersama mengusulkan ke DPRD yang menjadi perda inisiatif DPRD yang insyaallah bisa disahkan 2021. Harapan memang Tarakan menjadi kota layak pemuda. Sehingga pemuda bisa mendapatkan perhatian khusus dan perhatian lebih terhadap kegiatan kepemudaan di Kota Tarakan,” pungkasnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers