MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Senin, 16 Desember 2019 11:16
Pembangunan Berjalan, Pemkab Fokus Pertanian
FOKUS UTAMA: Bupati Bulungan, H. Sudjati mengaku tetap fokus pada sektor pertanian.

PROKAL.CO, BUPATI Bulungan H. Sudjati mengungkapkan, geliat pembangunan di wilayah yang tengah dinakhodainya saat ini, tak ditampik mengalami kemajuan yang signifikan, khususnya di Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) Tanjung Selor.

Menurutnya, geliat pembangunannya terus menunjukkan ke arah trend positif. Dan secara tak langsung hal itu memberikan dampak tersendiri bagi warga masyarakat. Termasuk kepada pemerintah daerah secara umumnya.

“Ya, saya melihat geliatnya sudah bagus pembangunannya. Itu dapat kita lihat atau saksikan bersama,’’ ungkap Sudjati saat diwawancara awak media Radar Kaltara beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, lanjut dikatakan orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini, dari geliat kemajuan itu semua. Yang mana, diakui tak sepenuhnya merupakan andil dari kebijakan yang dia turunkan. Melainkan, tak lepas dari peran serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

“Kita tahu bersama kembali bahwa di sini terdapat dua pemerintahan. Kalau bicara geliatnya seperti apa. Ya, kita lihat sejak awal sudah bagus. Pembangunan ada di mana-mana,’’ ujarnya yang saat itu didampingi beberapa staf di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) - nya.

Ditanya apakah ke depan yang akan ditangkap dari peluang peningkatan tersebut ? Sudjati menerangkan bahwa pihaknya tetap fokus terhadap apa yang menjadi visi-misinya. Yaitu, bagaimana dapat mewujudkan Kabupaten Bulungan sebagai pusat pangan yang berbasis industri.

“Ada berbagai macam peluang yang menarik. Tapi, itu bukan berarti harus meninggalkan terhadap fokus awal terhadap visi-misi yang ada,’’ ucapnya.

Adapun, tambahnya, misal pada Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI). Tak ditampik, program itu sangat menarik untuk bagaimana daerah ini terlibat jauh lebih banyak. Namun, diketahui pihak Pemprov Kaltara pun sudah bergerak ke arah sana. Artinya, tinggal nantinya daerah ini yang bakal mengambil peluang – peluang lainnya. Karena memang dampak yang akan muncul dari KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi itu luar biasa.

“Kita pun akui di 2020 mendatang, APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) tak bisa diharap. Itulah mengapa saya katakan sejak awal kita akan lebih konsen ke pertanian. Tapi, tetap program-program yang lainnya pun akan menjadi perhatian serius dari kami. Ini sebagaimana apa yang ada dalam visi-misi kami sebelumnya,’’ pungkasnya.

 

Terpisah, mengenai penyiapan sarana infrastruktur pendukung KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi benar saja sudah ditangani Pemprov Kaltara dan terus berlanjut. Salah satunya, adalah pembangunan jalan pendekat dari Tanjung Selor menuju Tanah Kuning.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUR-Perkim) Kaltara, Yusran menjelaskan, jalan itu merupakan jalan baru dengan titik temu di Desa Binai dengan jarak 39,85 kilometer. Sementara jika dibandingkan dengan jalan yang ada sekarang berjarak 72,47 kilometer.

“Dengan kata lain, jalan baru yang kita bangun nantinya akan memangkas 32,62 kilometer dengan jalan yang ada saat ini,” jelasnya.

Jalan baru ini nantinya akan mendukung kegiatan di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi untuk mengangkut kendaraan yang bertonase besar. Menurutnya, jalan yang ada saat ini tidak layak digunakan untuk kegiatan industri. Lantaran fisik jalan yang sempit dan berkelok, di mana beban jalan yang ditanggung juga kecil.

“Saat ini, proses pembentukan jalan masih berupa timbunan dan belum terkoneksi. Ini dibangun secara perlahan dan akan terus berprogress,” kata Yusran.

Rencananya, jalan baru ini akan dibuat dengan lebar badan jalan sekitar 30 meter dengan pengerasan 7 meter jalan. Konstruksinya dibangun lebih lurus dan tidak berkelok-kelok sehingga jaraknya lebih dekat serta mendukung kendaraan dengan tonase besar.

“Pengerasan 7 meter ini hanya tahap awal untuk menembuskan jalan. Namun sesuai dengan perencanaan, akan ditingkatkan menjadi 15 meter kedepannya,” bebernya.

 

PROGRAM RPJMD DIKLAIM SUDAH BERJALAN

KEPALA Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Bulungan, M. Isnaini mengatakan, terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bulungan tahun 2016-2021 sudah berjalan.

Hal tersebut sudah disampaikan oleh Bupati ataupun Wakil Bupati Bulungan sebelumnya. Di mana berjalan sembari beriringan pada visi –misi mewujudkan Kabupaten Bulungan sebagai pusat pangan yang berbasis industri.

Termasuk, perihal program – progam lainnya tetap berjalan dan menjadi perhatiannya. Misalnya, pada program KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor yang sudah ada dalam instruksi presiden (Inpres).

“Itulah bagian – bagian lain prirotitas lain dari RPJMD Bulungan saat ini dan ke depannya,’’ ungkapnya.

Sedangkan, lanjutnya, bicara progres dari RPJMD yang ada. Isnaini dalam hal ini tak menjelaskan secara rinci. Hanya, menurutnya semua berjalan sebagaimana mestinya. Namun, untuk KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor yang sudah ada dalam instruksi presiden (Inpres). Diketahui, saat ini masih masuk dalam proses revisi di meja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan.

“Tapi, semua dari program RPJMD secara umum sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Meskipun, saat ini tak ditampik dengan segala keterbatasan anggaran di daerah yang ada,’’ katanya.

Lebih lanjut, meskipun dengan anggaran yang serba terbatas. Geliat pembangunan sejatinya pun tetap ada di daerah ini. Sehingga itu mengartikan bahwa pemerintah dalam mengelola suatu pemerintahan sudah cukup apik. Sekalipun akan tetap ada evaluasi-evaluasi guna kemajuan ke depannya bagi daerah ini sendiri.

“Mudah-mudahan dari program yang ada di dalam RPJMD ini semua dapat terus bergerak secara apik,’’ harapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Bulungan, H. Hamka mengakui akan program RPJMD itu masih di meja wakil rakyat ini. Tak lain, ini untuk memastikan terintegrasinya dengan proyek strategi nasional (PSN).

Bahkan, menurutnya sepanjang RPJMD itu sudah sesuai dengan PSN. Maka, tak ada masalah lagi dan segera diparipurnakannya pada bulan ini juga. Mengingat, persoalan RPJMD ini pun sebelumnya sudah melewati proses kajian – kajian.

“Bulan ini atau pekan depan ini jika RPJMD sesuai dengan PSN. Maka, akan diparipurnakan,’’ ungkap Politisi PDIP ini.

Di sisi lain, mengenai RPJMD memang harus sesuai dengan landasan APBD. Meskipun, di dalam realiasinya nantinya pun bersama pihak provinsi yang akan berjalan beriringan. Oleh karenanya, perlu adanya sinkronisasi yang baik ke depannya.

“Di Kabupaten Bulungan ini tidak berdiri sendiri, karena Tanjung Selor pun menjadi ibu kota provinsi. Artinya, RPJMD –nya pun akan ada erat kaitannya dengan provinsi,’’ ujarnya.

Akan tetapi, sejauh ini sebagaimana diketahui bersama bahwa semua sudah berjalan. Tinggal bagaimana terus memperkuat dari sinkronisasi yang ada. Sehingga apa yang menjadi program RPJMD dapat berjalan dengan semaksimal mungkin.

“Saran kami ke pemerintah yaitu terus memperkuat akan sinkronisasi. Tidak saling lempar akan tanggung jawab dan wewenang,’’ pesannya.

Berbicara mengenai geliat pembangunan di ibu kota ini. Hamka dalam hal ini menilai bahwa itu memang sudah berlangsung cukup baik. Hanya, memang perlu peningkatan dan dimaksimalkan lagi.

“Geliat pembangunan ini memang perlu adanya suatu pengontrolan yang apik. Sehingga apa yang akan dibangun pemerintah tahu. Dan masyarakat sendiri pun diharapkan dapat mendukungnya. Sehingga pengembangan dapat semakin malaju,’’ jelasnya. (omg/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 05 September 2015 12:12

Rem Blong, Pikap Masuk ke Jurang

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Diduga rem tak berfungsi atau blong,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers