MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 14 Desember 2019 12:11
Tiga WNA Tak Berdokumen Terjaring Razia

Razia Gabungan Cegah WNI Kerja di Malaysia Non Prosedural

KEMBALI DIPERIKSA: Setelah penumpang kapal resmi, kali ini penumpang kapal swasta yang baru tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, diperiksa personel gabungan untuk cegah calon WNI non prosedural, Jumat (13/12).

PROKAL.CO, NUNUKAN – Razia gabungan yang digelar Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan bersama instansi terkait di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan termasuk Imigrasi Kelas II B Nunukan dilanjutkan Jumat (13/12).

Dimana sebelumnya, razia sudah dilakukan Selasa (10/12) di tempat yang sama, pihak BP3TKI setidaknya sudah menjaring 35 orang yang bukan berdomisili Nunukan, namun berada di Nunukan dengan berbagai alasan klasik. Razia dilakukan semata-mata untuk meminimalisir, keluarnya Warga Negara Indonesia (WNI) non prosedural dari Indonesia ke Malaysia.

Kali ini, melalui data Imigrasi Kelas II B Nunukan, menjaring ada 182 penumpang Warga Negara Asing (WNA) Malaysia dan 3 di antaranya tidak memiliki dokumen. Itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo kepada media ini merilis hasil razia Jumat pagi kemarin.

“Pemeriksaan terhadap para penumpang kapal swasta kali ini, sudah diketuai oleh Kepala BP3TKI Hotma Victor Sihombing. Kita mulai sejak pukul 06.30 Wita melakukan pendataan dan pengawasan terhadap seluruh WNI dan juga WNA penumpang dari kapal swasta yang baru sandar di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,” ujar Bimo.

Hasil pendataan itu, 3 di antaranya tidak memiliki dokumen perjalanan dan hanya bisa menunjukkan kartu identitas Malaysia. Sementara tersisa 179 orang WNA lainnya tersebut, memiliki paspor dan izin tinggal yang masih berlaku.  Tiga WNA itu yakni, Nor Alang Binti Menre (39), Muhammad Afiq (14) dan Nurul Afiqah Syafiqah (12). Ketiganya langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut dan pendetensian. Identity Card (IC) yang dimiliki Nor Alang, adalah hanya kartu pengenalan sementara Malaysia, berwarna hijau yang bukan merupakan kewarganegaraan Malaysia, sedangkan kedua anaknya telah memperoleh kewarganegaraan Malaysia.

Hasil pemeriksaan, terungkap dari Nor Alang yang mengaku bahwa dia bersama kedua anaknya tersebut, masuk ke Indonesia melalui Aji Kuning Sebatik pada tanggak 27 November lalu, untuk berpergian ke Bone Sulawesi Selatan selama sekitar 2 pekan untuk menjenguk ibu kandungnya yang sakit stroke. “Untuk sementara didetensi di Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Selanjutnya koordinasi dengan pihak Konsulat Malaysia, langsung kami lakukan,” beber Bimo. (raw/zia)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers