MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 14 Desember 2019 12:06
Kontraktor Kabur Tinggalkan Lubang

Surat DPUTR Tak Ditanggapi

MENINJAU: DPRD dan PGN melakukan peninjauan galian pipa yang belum ditutupi sempurna.

PROKAL.CO, TARAKAN - Masih banyak lubang galian jaringan gas (jargas) yang belum tertutupi sempurna di Kota Tarakan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan bereaksi.

Pekan lalu, mereka mengajak pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) Tarakan menemui warga untuk menjelaskan uraian persoalannya sehingga sejumlah lubang ditinggalkan menganga.

Meski demikian, hasil pertemuan DPRD dan PGN bersama warga belum menemui hasil. Mengingat proyek tersebut bukanlah wewenang dari PGN, melainkan di bawah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) secara langsung.

Anggota Komisi III DPRD Tarakan Sukir mengaku, sejauh ini DPRD kembali berencana memanggil PGN untuk bersama-sama menemui masyarakat untuk kembali melakukan pembahasan terkait belum penutupan bekas galian.

“Kemarin kami sudah melakukan pertemuan di kelurahan (Kampung Enam, Red), dan saat ini kami terus memantau ada beberapa titik galian yang belum ditimbun kembali. Untuk lanjutannya kemarin PGN menyarankan kami untuk menyurati Kementerian ESDM. Tapi kami berencana melakukan pertemuan ulang lagi bersama PGN lagi. Mudah-mudahan kami bisa menemukan titik terangnya. Mudah-mudahan penimbunannya ini bisa terealisasi,” ujarnya, kemarin (13/12).

Ia menuturkan, hal tersebut sebagai upaya untuk menekan PGN agar mendatangkan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Meski pihaknya menyadari pengerjaan tersebut bukanlah naungan PGN secara langsung. Namun menurutnya, pihak kontrakator dan PGN tidak berkomunikasi sama sekali.

“Kami terus menekan PGN agar bisa menghadirkan kontraktor penggaliannya. Karena kemarin kami sudah mendatangi kantor kontraktor, tapi kantornya sudah kosong,” tukasnya.

Ia menuturkan, jika hal ini terus berlarut-larut, maka kerusakan pada jalan akan semakin parah. Mengingat adanya beberapa titik jalan yang telah tergenang air. Sehingga menurutnya, galian yang belum tertutup sempurna dapat menjadi sumber kerusakan dan penyakit bagi masyarakat.

“Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, kalau lubang tidak ditutup sempurna itu pasti nanti membentuk lubang. Sekarang saja kalau hujan tergenang air. Apalagi kalau semakin lama,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan Abdul Rahim melalui petugas pengawas lapangannya Rusdi menuturkan, hingga saat ini kontraktor diduga telah lari dari tanggung jawabnya. Hal itu terbukti dari beberapa temuan petugas yang tidak lagi menemui aktivitas pada kantor kontraktor dan tidak dapatnya kontraktor dihubungi.

“Sampai sekarang pekerjaan mereka banyak yang tidak selesai. Karena kontraktornya hanya tinggal pergi. Perginya sedikit-sedikit tidak langsung semua. Sampai sekarang kami tidak tahu di mana mereka dan tidak bisa dihubungi lagi. Kami juga beberapa kali mengirim surat teguran. Terakhir tanggal 25 November kami sudah mengirimkan surat langsung ke PPK (pejabat pembuat komitmen) terkait kerjaan mereka yang belum selesai. Tapi sampai sekarang surat kami tidak ditanggapi,” tukasnya.

Rusdi menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu iktikad pertanggung jawaban kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaannya. Mengingat masa pemeliharaan pengerjaan masih ada hingga akhir Desember 2019.

“Kami masih menunggu dari kontraktornya, karena masa pemeliharaan sampai bulan Desember. Memang kontraktor ini agak susah dari yang lainnya. Karena dari proyek sebelumnya itu melaporkan setiap rencana maupun laporan selesai. Tapi yang ini mereka hanya melapor kalau mau membongkar, setelah itu sudah tidak ada laporan lagi. Entah itu sudah selesai atau belum langsung ditinggal saja,” ungkapnya.

Sales Representative PGN Area Tarakan, Bramantya Saputra menerangkan jika pihaknya telah memberikan solusi kepada DPRD untuk menyurati Kementerian ESDM terkait hal tersebut. Hal tersebut dikarenakan, pekerjaan penggalian sama sekali bukanlah wewenang PGN.

“Mungkin solusi yang kami tawarkan untuk penggalian ini, mengundang PPK-nya untuk proyek jargas di Kementerian ESDM. Mungkin kami bisa mendampingi DPRD untuk menyampaikan undangannya. Harapannya supaya kementeriannya bisa datang kemari. Karena yang bisa menjawab persoalan ini beliau. Kami PGN hanya menangani masalah distribusi dan perbaikan. Untuk proyeknya itu bukan kami,” jelas Bramantya.

 

PENGAWALAN TETAP DILAKUKAN

Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) baru-baru ini sudah dibubarkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebelumnya pembentukan TP4D berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor: KEP-152/A/JA/10/2015 tanggal 01 Oktober 2015 yang selanjutnya dikeluarkan Instruksi Jaksa Agung RI Nomor: INS-001/A/JA/10/2015 tentang Pembentukan TP4 Kejaksaan Republik Indonesia untuk ditindaklanjuti oleh segenap jajaran kejaksaan di seluruh Indonesia.

Menanggapi pembubaran TP4D, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan Fatkhuri mengungkapkan, pembangunan oleh pemerintah masih bisa diawasi oleh kajaksaan dan bukan berarti kewenangan kejaksaan di daerah dibatasi.

“Bukan hal baru jaksa ini mendampingi atau mengawal. Ini hanya sebuah nama yaitu TP4D,” ungkapnya.

Maka untuk saat ini, lanjutnya, pengamanan atau pengawalan kegiatan proyek strategis daerah tetap akan dilakukan. Malah lebih dipastikan akan lebih memaksimalkan melakukan pengawasan terhadap bidang yang di kejaksaan. Misalnya di seksi intelijen, menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Jadi untuk pengaman fokus dilakukan oleh intelijen.

“Termasuk pembangunannya, jadi terkait kegiatan proyek maka kami melakukan sosialisasi terhadap pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan kontraktor,” bebernya.

Bahkan, di kejaksaan yang memiliki bidang perdata, dan tata usaha negara serta pelayanan hukum. Dengan begitu pemerintah daerah bisa meminta bantuan hukum dan mengawal pembangunan. “Bukan hal yang baru kami mengawal. Ini kan dulu gabungan dan dari tugas datun, intel dan pidsus (pidana khusus),” bebernya.

Ditambahkan Fatkhuri, selain mengawal pembangunan, pihaknya juga bertanggung jawab untuk mengamankan investasi di daerah dan pemulihan aset. Kemudian dengan tidak adanya TP4D, pihaknya juga mengajak kepada pemerintah daerah untuk tetap mengajak kejaksaan dalam melakukan pemulihan aset negara.

“Jadi walau TP4D sudah tidak ada, kami tetap memaksimal tugas fungsi kejaksaan yang ada. Silakan kepada pemerintah yang meminta pendampingan pelayanan hukum kepada kejaksaan,” tutupnya. (*/zac/zar/lim)


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 14:36

Mahasiswa Kaltara Terjebak di Wuhan

VIRUS corona terus menyebar ke sejumlah negara lain. Virus yang…

Senin, 27 Januari 2020 14:28

Selain Anggaran, Perlu Gerakan Kultural

  Sejumlah kawasan di Tarakan masih terus dilanda banjir ketika…

Senin, 27 Januari 2020 14:23

Sisa 30 KK di Posko Tanggap Darurat

TARAKAN - Hujan deras mengguyur Bumi Paguntaka, Minggu (26/1) membuat…

Minggu, 26 Januari 2020 11:44

Jusuf SK Serius Jadi Wakil Irianto?

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie…

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers