MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 13 Desember 2019 14:24
Barang Bukti Perkara Pidana Umum Dibakar
DIBAKAR: Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan melakukan pemusnahan barang bukti dari sejumlah perkara Tindak Pidana Umum, Kamis (12/12).

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Sejumlah barang bukti perkara Pidana Umum (Pidum) dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Kamis (12/12). Pemusnahan barang bukti pun dilakukan dengan cara dibakar agar tidak dapat dipergunakan lagi. Sementara barang bukti sabu dilarutkan dalam air kemudian dibuang ke toilet.

Ada puluhan jenis barang bukti yang dimasukan di dalam tong drum dan dibakar di depan Kejari Nunukan. Dari perkara pidum itu, kasus narkoba paling mendominasi dilanjutkan dengan kasus pencurian dan masih ada enam kasus lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nunukan Fitri Zulfahmi mengatakan, barang bukti sejumlah kasus yang sudah berkekuatan hukum harus dimusnahkan. Apalagi tindak lanjut dari tugas Jaksa untuk mengeksekusi barang bukti dilaksanakan paling lambat setiap tiga bulan sekali. “Semua perkara pidum yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap ini telah kami tangani dari periode Januari hingga Desember 2019,” ujar Fitri Zulfahmi kepada sejumlah awal media kemarin.

Adapuan jenis barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 188 perkara yang terdiri dari narkotika, pencurian, perjudian, cabul, pembunuhan, penganiayaan, penipuan serta Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Perkara narkoba paling mendominasi dengan jumlah 96 perkara.

Untuk narkoba, barang bukti sabu dari 96 perkara tersebut, barang bukti yang dimusnahkan beratnya hanya 27,558 gram. Barang bukti lainnya seperti bong alat hisap, dan handphone juga ikut dimusnahkan.

Pihaknya pun meminta agar kepolisian lebih tegas dalam memerangi kasus tersebut khususnya narkoba. Selama ini perkara narkoba yang masuk ke Kejari Nunukan kebanyakan tersangka sebagai kurir. ”Jadi kita pasti menunggu penyidik untuk mengungkap jaringan yang lebih besar lagi, terutama bandarnya,” kata Fitri. “Selain itu, memang harus ada intropeksi diri bagi masyarakat akan bahaya narkoba ini. Jadi masyarakat bisa mengerti akan bahaya dari penyalahgunaan narkoba ini,” harap Fitri. (raw/ash)


BACA JUGA

Jumat, 25 September 2020 11:06

Warga Laporkan Dugaan Pelanggaran di APK

NUNUKAN - Warga Kelurahan Nunukan Timur, Safaruddin membuat laporan pengaduan…

Kamis, 24 September 2020 13:28

Persediaan Air PDAM Tahan hingga Akhir Tahun

NUNUKAN – Meski sempat kering, air baku di sejumlah embung…

Rabu, 23 September 2020 10:14

Penumpang Pikap ‘Terhambur’, Tiga Dijemput Malaikat Maut, 18 Orang Luka Serius

NUNUKAN - Kecelakaan maut terjadi di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis,…

Senin, 21 September 2020 11:19

Bansos Tahap II di Nunukan Telan Rp 2,3 Miliar

NUNUKAN - Bantuan sosial (bansos) melalui program Jaring Pengaman Sosial…

Senin, 21 September 2020 11:17

Bansos Tahap II Telan Rp 2,3 Miliar

NUNUKAN - Bantuan sosial (bansos) melalui program Jaring Pengaman Sosial…

Jumat, 18 September 2020 10:36

Positif Covid-19 Tak Menggugurkan Pencalonan

NUNUKAN – Sejauh ini, belum ada deadline atau Peraturan KPU…

Kamis, 17 September 2020 10:21

Jaksa Tuntut Terdakwa Perkara Penyelundupan Pakaian Bekas 1,5 Tahun Penjara

NUNUKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya menuntut RY, terdakwa…

Kamis, 17 September 2020 10:11

Sudirman, 21 Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga

NUNUKAN – Pria bernama Sudirman (33) diduga korban human trafficking,…

Selasa, 15 September 2020 10:51

LOH KOK BISA..?? Kantor Kecamatan di Sebatik Masuk Wilayah Malaysia

NUNUKAN - Dari hasil pengukuran ulang yang dilakukan Badan Informasi…

Selasa, 15 September 2020 09:49

Jumlah DPS di Nunukan Baru 114 Ribu

NUNUKAN - Setelah rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers