MANAGED BY:
SABTU
11 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 13 Desember 2019 14:24
Barang Bukti Perkara Pidana Umum Dibakar
DIBAKAR: Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan melakukan pemusnahan barang bukti dari sejumlah perkara Tindak Pidana Umum, Kamis (12/12).

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Sejumlah barang bukti perkara Pidana Umum (Pidum) dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Kamis (12/12). Pemusnahan barang bukti pun dilakukan dengan cara dibakar agar tidak dapat dipergunakan lagi. Sementara barang bukti sabu dilarutkan dalam air kemudian dibuang ke toilet.

Ada puluhan jenis barang bukti yang dimasukan di dalam tong drum dan dibakar di depan Kejari Nunukan. Dari perkara pidum itu, kasus narkoba paling mendominasi dilanjutkan dengan kasus pencurian dan masih ada enam kasus lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nunukan Fitri Zulfahmi mengatakan, barang bukti sejumlah kasus yang sudah berkekuatan hukum harus dimusnahkan. Apalagi tindak lanjut dari tugas Jaksa untuk mengeksekusi barang bukti dilaksanakan paling lambat setiap tiga bulan sekali. “Semua perkara pidum yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap ini telah kami tangani dari periode Januari hingga Desember 2019,” ujar Fitri Zulfahmi kepada sejumlah awal media kemarin.

Adapuan jenis barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 188 perkara yang terdiri dari narkotika, pencurian, perjudian, cabul, pembunuhan, penganiayaan, penipuan serta Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Perkara narkoba paling mendominasi dengan jumlah 96 perkara.

Untuk narkoba, barang bukti sabu dari 96 perkara tersebut, barang bukti yang dimusnahkan beratnya hanya 27,558 gram. Barang bukti lainnya seperti bong alat hisap, dan handphone juga ikut dimusnahkan.

Pihaknya pun meminta agar kepolisian lebih tegas dalam memerangi kasus tersebut khususnya narkoba. Selama ini perkara narkoba yang masuk ke Kejari Nunukan kebanyakan tersangka sebagai kurir. ”Jadi kita pasti menunggu penyidik untuk mengungkap jaringan yang lebih besar lagi, terutama bandarnya,” kata Fitri. “Selain itu, memang harus ada intropeksi diri bagi masyarakat akan bahaya narkoba ini. Jadi masyarakat bisa mengerti akan bahaya dari penyalahgunaan narkoba ini,” harap Fitri. (raw/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 11 Juli 2020 11:25

Merugi, Pelni Hentikan Pelayaran ke Nunukan

NUNUKAN – Meski sempat dua kali mengangkut penumpang di masa…

Jumat, 10 Juli 2020 14:01

Speedboat Sea Raider Malaysia Nyelonong Masuk Wilayah Indonesia, TNI Bertindak..!! Ditarik ke Pos Angkatan Laut

NUNUKAN – Pelanggaran wilayah oleh petugas Malaysia yang menggunakan speedboat…

Jumat, 10 Juli 2020 13:58

Rapid Test Rp150 Ribu, Direktur RSUD Nunukan : Kami Tak Cari Untung

Di Nunukan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mulai memberlakukan…

Selasa, 07 Juli 2020 12:29

Satgas Pamtas Sita Senpi dan Miras

NUNUKAN - Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Batalyon…

Minggu, 05 Juli 2020 11:54

12 Calon Pengantin Terdeteksi Pengguna Narkoba

NUNUKAN – Setidaknya ada 12 orang calon pengantin (catin) yang…

Sabtu, 04 Juli 2020 11:12

Mabuk Lem, Remaja Kejar Polisi dengan Badik

NUNUKAN – Seorang remaja berinisial AN (22) diduga sedang mabuk…

Rabu, 01 Juli 2020 09:13

Pengendali di Lapas hingga Pemesan di Tana Tidung

NUNUKAN - Dalam sebulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba (Satrekoba) Polres…

Selasa, 30 Juni 2020 10:27

PDIP Aksi di Polres Nunukan

NUNUKAN – Menuntut pengusutan tuntas pelaku pembakaran bendera Partai Demokrasi…

Senin, 29 Juni 2020 10:12

Langgar Protokol Kesehatan, Dihukum PushUp

NUNUKAN - Meski status tanggap darurat Covid-19 di Nunukan beum…

Sabtu, 27 Juni 2020 09:34

Satgas Pamtas dan Polhut Temukan Barak Pembalak Liar

NUNUKAN – Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polisi Kehutanan (Polhut)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers