MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Desember 2019 11:33
Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan
PERJELAS SOLUSI: Komisi III DPRD Kaltara mengunjungi Terminal BBM Tarakan yang dioperasikan PT Pertamina MOR VI, kemarin (11/12).

PROKAL.CO,

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara menindaklanjuti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas dengan mengunjungi Terminal BBM Tarakan yang dioperasikan PT Pertamina MOR VI, kemarin (11/12). Kunjungan ini juga dihadiri sejumlah pengusaha.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltara Supa’ad Hadianto, S.E, menyampaikan kunjungan tersebut berhubungan dengan Natal dan Tahun Baru. “Tentang kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah Kaltara, yang selama ini antrean yang panjang sampai berkilo meter, dan perlu ada solusi. Pertamina dan DPRD mencoba mengurai satu per satu simpul mana yang kira-kira menjadi penyebab kelangkaan tersebut,” tuturnya.

Diketahui BBM di Tanjung Selor disuplai melalui Berau. Sementara pemborong/penyuplai di Berau masih di bawah Terminal BBM Tarakan. Pertamina sebagai regulator telah membentuk satuan tugas mengantisipasi kelangkaan BBM dan gas pada Nataru.

“Ini adalah suatu pola yang tepat, tinggal tindak lanjut di lapangan dan implementasinya sesuai dengan program yang akan dilaksanakan. Di samping itu, DPRD Kaltara juga mengharapkan ada kuota tambahan, baik itu berupa BBM maupun gas 3 kilogram. Tarakan, Nunukan dan dan daerah-daerah pedalaman, kami meminta Pertamina  menghitung kembali sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltara Jupri Budiman mengharapkan para pengelola SPBU di Tanjung Selor dapat terlibat dalam penyelesaian masalah yang ada, khususnya antrean panjang.

“Kami sempat mempertegas ke Pertamina bagaimana untuk  menekan masalah yang ada di lapangan seperti masalah pengetapan motor, bagaimana sih pengawasannya di lapangan. Kami memberikan solusi, coba SPBU jangan dicampur lagi antara subsidi dan non-subsidi, kan kita lihat sekarang yang ada di SPBU, baik di Tarakan  maupun se-Kaltara masih menyatukan penjualan tersebut, sehingga menyulitkan pengawasan, jadi  baiknya dipisahkan,” imbuhnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 03 Juli 2020 11:18

Alhamdullilah... Tiga Hari, di Tarakan 13 Pasien Sembuh

TARAKAN - Tiga hari berturut-turut terdapat pasien yang dinyatakan sembuh…

Jumat, 03 Juli 2020 09:21

“Pancasila Jangan Diganggu Lagi”

TARAKAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan dan sejumlah ormas…

Jumat, 03 Juli 2020 09:19

Sektor Perparkiran Alami Kebocoran PAD

TARAKAN - Meski telah diresmikan sejak Januari lalu, namun hingga…

Jumat, 03 Juli 2020 08:56

Sriwijaya Air Kembali Layani Rute Tarakan

TARAKAN – Mulai 1 Juli 2020, maskapai Sriwijaya Air akan…

Jumat, 03 Juli 2020 08:55

Sapi Kurban Hanya Boleh dari Zona Hijau

 Tarakan -  Menjelang Hari Raya Iduladha pemeriksaan sapi yang masuk…

Kamis, 02 Juli 2020 18:28

Speedboat Antasena Rute Malinau-Tarakan Terbalik di Tana Tidung

TARAKAN - Speedboat nonreguler SB Antasena yang berangkat dari Malinau…

Kamis, 02 Juli 2020 10:23

Naik Pangkat, Polri Harus Bisa Dipercaya Masyarakat

TARAKAN- Tepat di Hari Bayangkara ke-74 kemarin (1/7), sebanyak 26…

Kamis, 02 Juli 2020 09:45

Pembangunan TBRA Terhambat Covid-19

Tarakan - Sejumlah taman di Tarakan yang dikelola oleh Bidang…

Kamis, 02 Juli 2020 09:43

Jumlah Positif Covid-19 di Tarakan Bertambah, Perketat Penjagaan di Semua Lokasi Kedatangan

BERTAMBAHNYA jumlah pasien terkonfirmasi positif Coronavirus disease (Covid-19) di Kota…

Kamis, 02 Juli 2020 09:38

TU WA GA...TU WA GA...!! Pasien Positif Covid-19 Diajak Senam Pagi

TARAKAN – Awal Juli, presentase kesembuhan pasien Coronavirus Disease (Covid-19)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers