MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Desember 2019 11:33
Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan
PERJELAS SOLUSI: Komisi III DPRD Kaltara mengunjungi Terminal BBM Tarakan yang dioperasikan PT Pertamina MOR VI, kemarin (11/12).

PROKAL.CO,

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara menindaklanjuti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas dengan mengunjungi Terminal BBM Tarakan yang dioperasikan PT Pertamina MOR VI, kemarin (11/12). Kunjungan ini juga dihadiri sejumlah pengusaha.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltara Supa’ad Hadianto, S.E, menyampaikan kunjungan tersebut berhubungan dengan Natal dan Tahun Baru. “Tentang kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah Kaltara, yang selama ini antrean yang panjang sampai berkilo meter, dan perlu ada solusi. Pertamina dan DPRD mencoba mengurai satu per satu simpul mana yang kira-kira menjadi penyebab kelangkaan tersebut,” tuturnya.

Diketahui BBM di Tanjung Selor disuplai melalui Berau. Sementara pemborong/penyuplai di Berau masih di bawah Terminal BBM Tarakan. Pertamina sebagai regulator telah membentuk satuan tugas mengantisipasi kelangkaan BBM dan gas pada Nataru.

“Ini adalah suatu pola yang tepat, tinggal tindak lanjut di lapangan dan implementasinya sesuai dengan program yang akan dilaksanakan. Di samping itu, DPRD Kaltara juga mengharapkan ada kuota tambahan, baik itu berupa BBM maupun gas 3 kilogram. Tarakan, Nunukan dan dan daerah-daerah pedalaman, kami meminta Pertamina  menghitung kembali sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltara Jupri Budiman mengharapkan para pengelola SPBU di Tanjung Selor dapat terlibat dalam penyelesaian masalah yang ada, khususnya antrean panjang.

“Kami sempat mempertegas ke Pertamina bagaimana untuk  menekan masalah yang ada di lapangan seperti masalah pengetapan motor, bagaimana sih pengawasannya di lapangan. Kami memberikan solusi, coba SPBU jangan dicampur lagi antara subsidi dan non-subsidi, kan kita lihat sekarang yang ada di SPBU, baik di Tarakan  maupun se-Kaltara masih menyatukan penjualan tersebut, sehingga menyulitkan pengawasan, jadi  baiknya dipisahkan,” imbuhnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers