MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Kamis, 12 Desember 2019 11:16
Datu Adil Pemimpin Terlama, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan

Melihat Desa Tertua di Kabupaten Bulungan

DESA TERTUA: Tampak dari atas pegunungan, suasana di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang merupakan desa tertua di Kabupaten Bulungan.

PROKAL.CO, Memiliki luas wilayah 52.593 hektare (ha), Salimbatu ternyata merupakan sebuah desa tertua yang ada di Kabupaten Bulungan. Desa itu pun sekaligus menjadi desa dengan wilayah terluas di antara desa-desa lainnya.

 

RACHMAD RHOMADHANI

BERDIRI sejak tahun 1916, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Tengah menjadi sebuah desa di Bulungan yang ada sebelum era kemerdekaan. Desa itu dapat dikatakan saat ini mengalami kemajuan signifikan dari berbagai aspek yang ada. Ini, jika dibandingkan pada ratusan tahun silam.

Ketua Lembaga Adat Tidung Salimbatu, Ilhamsyah saat ditemui penulis di sela–sela acara Hari Jadi ke-288 Salimbatu dan HUT ke-103 Desa Salimbatu beberapa waktu lalu pun membenarkan bahwa Salimbatu tercatat menjadi desa tertua di Bulungan.

“Desa Salimbatu telah memasuki usia 103 tahun. Yang saat itu dipimpin oleh Kepala Kampung atau sekarang disebut Kepala Desa bernama Yusuf,” ungkapnya.

“Dan tercatat memang Salimbatu menjadi desa atau kampung tertua di Bulungan. Yang di mana dalam perjalanannya juga terdapat banyak menyimpan kekayaan seni budaya dan sejarah,” sambungnya.

Momen hari jadi Salimbatu yang tengah diperingatinya ini, menandakan bahwa sudah ke-288 tahun. Tapi, ini diambil dari sejarah masa kepemimpinan Sultan Wira Amir yang bergelar Sultan Amiril Mukminin. Tepatnya, pada tahun 1731 hingga 1777.

“Saat itu pusat kepemimpinannya di Long Baju, dan Salimbatu sebagai wilayah yang dijadikan wilayah pertanian. Artinya, pada masa itu Salimbatu sudah dimukimi atau ditempati manusia,” katanya.

Akan tetapi, pihaknya tak menampik, mengenai sejarah lebih detail pihaknya pun masih mencari dan menggalinya. Dimungkinkan bahwa dirinya masih belum mengetahui dengan pasti. “Terutama mengenai siapa yang benar pertama menduduki Salimbatu ini,” ucap pria yang menjabat sebagai anggota DPRD Bulungan ini.

Di sisi lain, Ilhamsyah menerangkan mengenai masa pemerintahan Desa Salimbatu sejak awal hingga saat ini. Meliputi, tahun 1916 lalu atau pada 103 tahun silam kepala kampungnya di Desa Salimbatu yaitu Yusuf.

Kemudian dilanjutkan dengan Muhammad Taib sebagai pembakal kepala kampung, Datuk Ahai gelar Datuk Kahar juga sebagai pembakal kepala kampung. Termasuk pada tahun 1944 sampai 1968 sebagai kepala kampung adalah Datu Adil.

“Yang kelima merupakan Mohammad Tahir menjabat kepala kampung dari tahun 1968 hingga 1969. Lalu ada Abdul Hamit M.T sejak tahun 1970 sampai tahun 1986. Dan ketujuh, Abdullah R T menjadi kepala desa dari tahun 1987 sampai tahun 2000,” terangnya.

“Tapi di sini, Datu Adil menjabat paling lama yakni 24 tahun, disusul Abdullah selama 13 tahun,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Drs. Chandra Sulistia tahun 2000 hingga tahun 2001 sebagai Pjs Kepala Desa Salimbatu. Dan selanjutnya, terpilihlah Ilhamsyah yang menjabat Kades Salimbatu dari tahun 2001 hingga 2006. Yang selanjutnya, Mustar dari tahun 2006 sampai 2007 sebagai Pjs Kepala Desa Salimbatu, kemudian dijabat Jakaria dari tahun 2007 hingga 2013 sebagai kepala desa.

“Kemudian ada H. Datu Amir Tajuddin menjabat Pjs Kades Salimbatu sejak 13 Mei hingga 18 Desember 2013. Hingga akhirnya terjadi pemilihan kades di akhir tahun dan resmi dijabat oleh Asnawi sejak tahun 2014 sampai 2019 ini. Artinya, dari 103 tahun silam sampai sekarang sudah ada 13 kades yang menjabat,” rincinya.

Tak sampai di situ, pihaknya mengatakan juga bahwa dengan usia yang memang tua ini. Maka, menjadi kewajiban bersama untuk menghadapi akan tantangan. Utamanya, pada perkembangan zaman kebudayaan dan adat istiadat saat ini. Menurutnya, jangan sampai adat istiadat yang tertanam sejak ratusan tahun terkikis oleh waktu dan moderenisasi. “Jadi, bagaimana kita bersama warga di Desa Salimbatu, untuk menjaganya agar adat istiadat ini tetap hidup hingga nanti,”pesannya.

Untuk diketahui, di desa tertua itu pun terdapat makam Wali Allah. Yaitu Syekh Maulana Al-Maghribi atau yang lebih dikenal sebagai Said Ahmad Al-Maghribi. Di sana, nantinya akan dijadikan sebagai tempat wisata religi. Ini sebagaimana yang diutarakan oleh Bupati Bulungan, H. Sudjati. “Ya, nanti akan dijadikan wisata religi di sana. Karena memang potensi itu ada,” ungkapnya. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers