MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Desember 2019 10:52
Bidik Ekspor di Luar Open Season
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan meminta para pelaku usaha perikanan khususnya pada komoditas kepiting dapat memanfaatkan open season yang akan dimulai pada 15 Desember dan berakhir pada 5 Februari 2020.

Kepala BKIPM Tarakan Umar mengatakanopen seasondiatur melalui Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016. Dalam aturan tersebut memberikan kebijakan kepada pengusaha kepiting untuk mengirim kepiting, termasuk kepiting bertelur dengan ketentuan harus 200 gram dan memiliki panjang 15 cm.

“Jadi sebelum adanya open season ini, para pelaku usaha kepiting bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya yakni Bu Susi Pudjiastuti untuk meminta pengiriman kepiting tidak diberikan pelarangan,” tuturnya, Senin (9/12).

Namun oleh Susi Pudjiastuti tetap tidak menginginkan adanya pengiriman kepiting, karena khawatir keberadaannya di alam terganggu karena penangkapan secara terus-menerus.“Namun dari pertemuan tersebut diperoleh kesepakatan dengan memberikan open season pengiriman kepiting pada bulan Desember, Januari dan Februari,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, mengapa 3 bulan tersebut dipilih, karena pertimbangan harga dan permintaan yang sedang tinggi. Baik dari negara Tiongkok, Singapura dan beberapa negara lainnya.

Di tiga bulan tersebut ada ada Natal, Tahun Baru dan Tahun Baru Cina,” tuturnya.

Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya para pelaku usaha perikanan akan mengurus perizinan pada saat open season 15 Desember mendatang.“Biasanya mereka sudah tahu, pasti akan datang mengurus perizinan untuk pengiriman kepiting,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Tarakan Elang Buana mengatakan, pihaknya juga akan mengupayakan pengiriman kepiting di luar open season yang ditetapkan.

“Jadi kami mengupayakan di sini ada hatchery kepiting, agar ke depan kepiting yang dikirim bisa dilakukan setiap saat karena hasil dari budi daya, artinya ke depan kami akan mengandalkan kepiting dari hasil budi daya agar bisa diekspor. Tentu hal ini nantinya bisa menjaga keberlangsungan kepiting yang ada di alam,” ucapnya.

Dengan adanya hatchery, Tarakan nantinya memiliki nama dalam hal produk kepiting yang akan dikirim. Selama ini kepiting asal Tarakan dilabeli sebagai produk Malaysia untuk diteruskan ke negara buyer.

“Jadi seakan-akan hasil Tarakan itu merupakan hasil dari Malaysia, padahal di Malaysia tidak ada kepiting segitu banyak. Artinya ke depan kita produksi sendiri bibitnya, juga mengirimnya langsung ke negara tujuan, tidak lagi melalui Malaysia,” ujarnya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 14:28

Selain Anggaran, Perlu Gerakan Kultural

  Sejumlah kawasan di Tarakan masih terus dilanda banjir ketika…

Senin, 27 Januari 2020 14:23

Sisa 30 KK di Posko Tanggap Darurat

TARAKAN - Hujan deras mengguyur Bumi Paguntaka, Minggu (26/1) membuat…

Minggu, 26 Januari 2020 11:44

Jusuf SK Serius Jadi Wakil Irianto?

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie…

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers