MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Desember 2019 10:49
Woww..!! Sekarang Perceraian Bisa via Online
PELAYANAN MASYARAKAT: Pelayanan di Pengadilan Agama Tarakan, kemarin (9/12).

PROKAL.CO, TARAKAN – Benarkah perceraian bisa dilakukan secara online? Memang mengejutkan dengan munculnya kebijakan ini. Sebagian masyarakat berpendapat perceraian merupakan hal yang tidak seharusnya dilakukan secara online.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Tarakan H.M. Shaberah mengatakan, perceraian dapat dilakukan secara online namun dengan ketentuan tertentu. Meski demikian, ia menjelaskan masih terdapat tahapan pada proses perceraian yang harus dihadiri pasangan sebelum bercerai. Sehingga, ia menjelaskan jika tidak semua tahap perceraian diselesaikan secara online.

“Itu bisa, cuma tentunya dengan persyaratan tertentu, termasuk nikah secara online itu ada persyaratan tentu juga. Tapi untuk nikah secara online melalui video dari layar televisi. Tapi itu belum ada aturan yang memperbolehkan walaupun pernah terjadi,” ujarnya, kemarin (9/12).

Sementara pernikahan sejauh ini mewajibkan kedua pasangan hadir secara langsung. Walau begitu, ia mengakui jika salah satu pasangan berhalangan hadir, maka salah satunya dapat diwakilkan oleh orang terdekat dalam mengucapkan ijab kabul.

“Tidak adanya aturan yang memperbolehkan nikah secara online karena banyaknya perbedaan pendapat dari ulama. Beda dengan nikah diwakilkan itu bisa. Misalnya suaminya di Amerika dia berhalangan hadir karena sesuatu itu bisa diwakilkan ijab kabul sama temannya. Temannya menerimakan ijab kabul atas nama yang diwakilkannya. Itu boleh,” tukasnya.

Lanjutnya, meski aturan cerai online telah berlaku namun hal ini jarang dilakukan pasangan yang hendak bercerai. Hal itu dikarenakan, minimnya informasi soal terobosan tersebut.

“Kalau cerai online ini berdasarkan konteks tertentu bisa dijelaskan lewat online, memang tidak harus datang langsung. Tapi secara teknisnya mungkin pengadilan agama lebih berkompeten menjawab itu,” ucap Shaberah.

Plh Humas Pengadilan Agama (PA) Tarakan Basaruddin, S.HI, M.Pd, menerangkan, pihaknya membenarkan aturan tersebut. Walau demikian, dalam proses mediasi sebelum persidangan cerai, kedua pasangan diwajibkan hadir.

“Tapi sepanjang saya ketahui ketika ada pemanggilan yang bersangkutan harus hadir, misalnya istrinya menggugat suaminya dengan mendaftar lewat online, pada saat dipanggil yang menggugat wajib datang. Kalau dia tidak datang itu bisa ditolak gugatannya karena dianggap tidak serius melanjutkan gugatan itu,” tuturnya.

Dijelaskannya, sebenarnya terobosan tersebut telah berlaku sejak 2011 lalu. Hanya, hal ini tidak mendapat perhatian dari masyarakat. Sehingga menurutnya, hal itulah yang membuat sistem ini terkesan baru.

“Ini sebenarnya bukan hal baru lagi, sejak tahun 2011, Mahkamah Agung telah mencanangkan bahwa persidangan bisa dilakukan secara elektronik atau online. Jadi bukan hanya soal perceraian, tapi semua perkara yang masuk di pengadilan agama ini bisa dilakukan secara elektronik,” imbuhnya.

Mengenai syarat, ia menjelaskan jika terobosan tersebut juga berlaku pada segala pengurusan yang berhubungan dengan pelayanan pengadilan agama. Sehingga hal ini dapat mempermudah urusan masyarakat. Ia melanjutkan, syarat dalam pengurusan perkara secara online ialah adanya kendala mendatangi lokasi karena aktivitas di tempat jauh dan sulit kembali. Atau salah seorang dari pasangan mengalami sakit pada proses persidangan.

“Itu memang bisa secara elektronik, tapi nanti ketika proses mediasi kedua bela pihak wajib hadir, baik untuk warisan, pokoknya semua perkara dengan syariah, kalau tidak hadir dalam mediasi gugatan dibatalkan. Setelah mediasi, tergantung yang bersangkutan mau tidak menyelesaikan secara online. Kalau bersangkutan bersedia, maka kami lakukan sidang secara online. Intinya semua perkara yang masuk itu dapat dijelaskan secara elektronik. Itu namanya e-court,namanya persidangan secara digital,” pungkasnya.

 

PASTIKAN ALASAN BERCERAI

Ada beberapa alasan orang bercerai. Seperti dikuti dari asianparent.com, bisa saja perceraian menjadi jalan terbaik jika hal berikut menjadi alasannya.

Pertama, lebih memilih sendiri daripada bersama pasangan. Ketika api cinta sudah padam, dan tidak lagi merasa nyaman menghabiskan waktu bersama pasangan, Anda lebih memilih untuk sendirian. Bahkan, pikiran untuk bercerai malah memberi Anda semangat untuk melanjutkan hidup.

Kedua, sentuhan pasangan membuat Anda merasa tidak nyaman. Ketika sentuhan dari pasangan tidak lagi membuat Anda bergairah. Atau yang lebih buruk, hubungan seksual dilakukan dengan terpaksa, tanpa mencapai kepuasan sama sekali. Ini pertanda buruk dalam hubungan rumah tangga.

Ketiga, Anda atau pasangan melakukan perselingkuhan. Perselingkuhan adalah masalah serius. Bila salah satu dari kalian melakukan perselingkuhan, berarti tidak ada lagi komitmen dan kesetiaan. Apalagi jika perselingkuhan tersebut dilakukan lebih dari sekali. Jalan terbaik adalah perpisahan.

Keempat, Anda tetap tidak mau bertahan meskipun pasangan sudah berubah. Apakah perubahan tersebut menjamin kebahagiaan?

Bila Anda terlalu menuntut pasangan untuk berubah menuruti kemauan Anda. Apalagi bila disertai ancaman dan ultimatum. Dia bisa bersikap defensif dan melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang Anda inginkan.

Ingat, kompromi berjalan dua arah. Jika Anda dimengerti oleh pasangan, maka pasangan juga ingin dimengerti oleh rekan hidupnya, yaitu Anda. Bila hal ini tidak dapat dicapai, mungkin perceraian adalah solusinya.

Kelima, pasangan tidak termasuk dalam rencana masa depan Anda. Alasan kenapa harus bercerai, saat Anda membayangkan masa depan tanpa dia dalam kehidupan Anda. Karena Anda merasa bahwa masa depan lebih baik jika dijalani sendiri.

Keenam, Anda tidak lagi peduli apa yang dilakukan pasangan. Ketika Anda tidak lagi peduli apapun yang dilakukan pasangan. Karena tidak ada lagi hasrat untuk memperbaiki hubungan. Dan tidak ada lagi emosi yang tersisa untuk pasangan yang dinikahi.

Ketujuh, terlalu banyak kebencian. Perceraian bisa timbul karena perselingkuhan, hilangnya jalinan emosi, terlalu sering bertengkar, juga saling memendam kebencian. Pada satu titik dalam pernikahan, seseorang akan membenci pasangannya.

Kedelapan, konseling pernikahan tidak banyak membantu. Kalian berusaha keras untuk mempertahankan pernikahan. Mencari solusi dari setiap masalah, mendiskusikan perasaan kalian. Hingga meminta bantuan dari terapis pernikahan.

Tetapi, jika semua itu tak kunjung membuat kondisi rumah tangga membaik. Mungkin sudah waktunya untuk berpisah. Demi kebaikan kalian berdua.

Selanjutnya, Anda tahu dengan pasti alasan kenapa harus bercerai. Pernikahan sudah tidak bisa lagi dipertahankan, jika Anda sudah tahu dangan pasti alasan kenapa harus bercerai.

Tanyalah pada diri sendiri, apa yang membuat Anda ingin bercerai? Memahami alasan pribadi mengapa menginginkan perceraian, membantu Anda menjalani keputusan tersebut.

Entah apakah alasan tersebut karena Anda merasa tidak bahagia, lelah mencoba untuk bertahan, atau tidak lagi mampu berkompromi dengan pasangan.

Terakhir, Anda menikah untuk menghindari masalah. Orang yang menikah untuk menghindari masalah, maka akan kesulitan menghadapi masalah yang timbul dalam pernikahan. Anda menikah karena tidak bahagia menjadi jomblo, atau merasa kesepian. Maka saat menikah Anda akan mendapati, bahwa pernikahan membawa masalah baru yang bisa jadi tak siap Anda hadapi.

Pernikahan harus dijalani dengan kesiapan matang. Jika hanya karena omongan orang tentang status jomblo yang membuat Anda tidak nyaman. Bukan berarti harus menikah buru-buru. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 14:28

Selain Anggaran, Perlu Gerakan Kultural

  Sejumlah kawasan di Tarakan masih terus dilanda banjir ketika…

Senin, 27 Januari 2020 14:23

Sisa 30 KK di Posko Tanggap Darurat

TARAKAN - Hujan deras mengguyur Bumi Paguntaka, Minggu (26/1) membuat…

Minggu, 26 Januari 2020 11:44

Jusuf SK Serius Jadi Wakil Irianto?

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie…

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers